• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

GKJ Jakarta

BACAAN ALKITAB TGL. 28 MEI- 03 JUNI 2018

Senin, 28 Mei 2018

Hosea 3:1-5;

Mazmur 45:6-17; Markus 12:1-12

 

Selasa, 29 Mei 2018

Hosea 14:1-9;

Mazmur 45:6-17; Markus 12:13-17

 

Rabu, 30 Mei 2018

Yesaya 62:1-5;

Mazmur 45:6-17; Markus 12:18-27

 

Kamis, 31 Mei 2018

Keluaran 31:12-18;

Mazmur 81:1-10; Markus 12:28b-34

 

Jumat, 01 Juni 2018

Imamat 23:23:1-8;

Mazmur 81:1-10; Markus 12:35-37

 

Sabtu, 02 Juni 2018

Imamat 24:5-9;

Mazmur 81:1-10; Markus 12:38-44

 

Minggu, 03 Juni 2018

Ulangan 5:12-15; Mazmur 81:1-102

Korintus 4:5-12; Markus 2:23-3:6

, written by Nikimaserika 26 May 2018
 

JADWAL PELAYANAN KESEHATAN MINGGU, 03 JUNI 2018

 

dr. Sri Udaneni

Sdri. Fisca sari

Ibu Titik

Ibu Purwiyati

Ibu Ninik NM

, written by Nikimaserika 26 May 2018
 

TATA IBADAH MINGGU PASKAH VII MINGGU, 13 MEI 2018

Tema: “Arahkanlah Hatimu Kepada Dunia dan Jadilah Saksi”

P: Pemimpin Ibadah; Pnt: Penatua; Dkn: Diaken; U: Umat

PERSIAPAN

-Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

-Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

-Lonceng berbunyi

-Pembacaan warta gereja

-Lonceng berbunyi, umat berdiri menyanyikan “Atas Bumi Nan Permai” (NKB 32a:1-2)

-Prosesi Pengkhotbah, anggota majelis dan petugas ibadah masuk ke ruang ibadah

-Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah dari Lilin Paskah

-Pendamping Pengkhotbah menyerahkan Alkitab besar kepada Pengkhotbah.

 

 

KATA PEMBUKA

PP: Thomas Merton, seorang biarawan Amerika menyatakan “Kita bertemu Allah dalam kesunyian dan kontemplasi bukan sebagai pertapa, melainkan sebagai orang yang hidup dalam dunia ramai”. Bagi Merton, dunia dengan segala hal yang ada padanya, bukanlah untuk dihindari. Justru di tengah dunia itulah kita dipanggil untuk menunjukkan kehidupan dalam kekudusan. Untuk itulah Yesus memohon kepada BapaNya, bukan untuk mengambil para murid dari dunia, tetapi untuk menjaga mereka sebagai saksi di dunia.

 

VOTUM

P :   Ibadah Minggu Paskah ke-tujuh ini berlangsung dengan pengakuan bahwa pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.

U :  Menyanyikan “Amin” (GB 402a )

 

SALAM

P :  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara. (1 Kor 1:3)

U :  Juga menyertai saudara

 

NYANYIAN UMAT: “Atas Bumi Nan Permai” (NKB 32a:3-4)

PENGAKUAN DOSA Umat Duduk

Pnt.: Di hadapan-Mu ya Tuhan Allah, kami mengaku dosa atas sikap hidup kami yang eksklusif. Kami telah menerima anugerah keselamatan dan kebaikan yang tak pernah kering karena kasih-Mu yang besar. Namun kami tak memberi kesaksian sebagai orang-orang yang telah menerima semua itu. Hidup kami serupa dengan orang lain yang tak percaya kepada-Mu. Kecurangan, egoisme, dan ingin menang sendiri masih menguasai hati dan perbuatan kami, sehingga orang gagal melihat citra Allah dalam diri kami. Ampunilah kami, karena kesaksian hidup kami tidak memuliakan Engkau. Kasihanilah kami dan tolonglah kami mengubah hidup ini, agar kami menjadi saksi-Mu yang setia di manapun kami hadir dan berkarya. Dalam pengasihan-Mu, dengarkanlah pengakuan ini.

Pnt+U: AMIN

 

NYANYIAN: “Tuhanku Bila Hati Kawanku” (KJ 467:1-3)

 

BERITA ANUGERAH

P : Kolose 1:19-22

(Umat berdiri menyanyikan Bersukacitalah Selalu  berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

 

PELAYANAN FIRMAN                                                                               Umat Duduk

- Doa Mohon Pertolongan Roh Kudus

P : ... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi manusia, kami berdoa

U : Amin

- Pembacaan Alkitab

? Bacaan I:Kisah Para Rasul 1:15-17, 21-26

PP: Demikianlah SabdaTuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

 

? Bacaan Tanggapan:  Mazmur  1, dinyanyikan dari Bermazmurlah Bagi Tuhan-Tahun B, hlm 1-2

 

? Bacaan II : 1 Yohanes 5:9-13

Pnt : Demikianlah Sabda Tuhan

U   : Puji Syukur kepada Allah

? Bacaan  III:  Yohanes 17:6-19

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U : menyanyikan “Haleluya!”

• Khotbah

• Nyanyian Respons: “Siapakah Yang Mau Di Utus” (GB 98) 2x

Pertama: Prokantor, Kedua: semua)

PENGAKUAN IMAN RASULI Umat berdiri

 

DOA SYAFAAT Umat Duduk

P :(doa diakhiri dengan ungkapan “…dalam pengasihan-Mu, kami mohon…”)

U :dengarkanlah permohonan kami. Amin.

 

DOA BAPA KAMI (dinyanyikan versi Jusuf Kam/Juswantori. Umat berdiri dan bergandengan tangan)

PADUAN SUARA :

- Pk. 06.30 wib : PS KWD Rama B

- Pk. 17.00 wib : Dita & Andang

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar: Kolose 3:23

- Nyanyian: “Pakailah Seluruh Hidupmu ke Dunia” (PKJ 153:1-2)

- Pengedaran kantong (diiringi instrumen)

- Nyanyian (Umat berdiri) : “Pakailah Seluruh Hidupmu ke Dunia” (PKJ 153:3)

- Doa

 

NYANYIAN: “Tuhan Mengutus Kita ke Dalam Dunia” (PKJ 185:1-5)

(Bait 1: semua, bait 2: perempuan, bait 3: semua, bait 4 : Laki, bait 5: semua, Reff: semua)

PENGUTUSAN

P : Arahkanlah hatimu kepada dunia!

U : Kami mengarahkan hati kepada dunia.

P : Jadilah saksi Kristus di tengah dunia

U : Ini aku, utuslah aku.

P : Terpujilah Allah – Bapa, Anak dan Roh Kudus!

U : Yang tidak pernah memisahkan kami dari kasih-Nya sekarang sampai selama-lamanya.

 

BERKAT

P : Kiranya berkat Allah Sang Pencipta, Sang Penolong Sejati, dan penyertaan Roh Kudus selalu menyertaimu sekarang dan selama-lamanya.

U : (menyanyikan “Haleluya Amin” NKB 225)

 

SAAT TEDUH Umat Duduk

PENUTUP

- Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping Pengkhotbah

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Lonceng Berbunyi

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/05/18

, written by Nikimaserika 26 May 2018
 

TATA IBADAH MINGGU PASKAH VII MINGGU, 13 MEI 2018

Tema: “Arahkanlah Hatimu Kepada Dunia dan Jadilah Saksi”

P: Pemimpin Ibadah; Pnt: Penatua; Dkn: Diaken; U: Umat

PERSIAPAN

-Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

-Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

-Lonceng berbunyi

-Pembacaan warta gereja

-Lonceng berbunyi, umat berdiri menyanyikan “Atas Bumi Nan Permai” (NKB 32a:1-2)

-Prosesi Pengkhotbah, anggota majelis dan petugas ibadah masuk ke ruang ibadah

-Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah dari Lilin Paskah

-Pendamping Pengkhotbah menyerahkan Alkitab besar kepada Pengkhotbah.

 

 

KATA PEMBUKA

PP: Thomas Merton, seorang biarawan Amerika menyatakan “Kita bertemu Allah dalam kesunyian dan kontemplasi bukan sebagai pertapa, melainkan sebagai orang yang hidup dalam dunia ramai”. Bagi Merton, dunia dengan segala hal yang ada padanya, bukanlah untuk dihindari. Justru di tengah dunia itulah kita dipanggil untuk menunjukkan kehidupan dalam kekudusan. Untuk itulah Yesus memohon kepada BapaNya, bukan untuk mengambil para murid dari dunia, tetapi untuk menjaga mereka sebagai saksi di dunia.

 

VOTUM

P :   Ibadah Minggu Paskah ke-tujuh ini berlangsung dengan pengakuan bahwa pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.

U :  Menyanyikan “Amin” (GB 402a )

 

SALAM

P :  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara. (1 Kor 1:3)

U :  Juga menyertai saudara

 

NYANYIAN UMAT: “Atas Bumi Nan Permai” (NKB 32a:3-4)

PENGAKUAN DOSA Umat Duduk

Pnt.: Di hadapan-Mu ya Tuhan Allah, kami mengaku dosa atas sikap hidup kami yang eksklusif. Kami telah menerima anugerah keselamatan dan kebaikan yang tak pernah kering karena kasih-Mu yang besar. Namun kami tak memberi kesaksian sebagai orang-orang yang telah menerima semua itu. Hidup kami serupa dengan orang lain yang tak percaya kepada-Mu. Kecurangan, egoisme, dan ingin menang sendiri masih menguasai hati dan perbuatan kami, sehingga orang gagal melihat citra Allah dalam diri kami. Ampunilah kami, karena kesaksian hidup kami tidak memuliakan Engkau. Kasihanilah kami dan tolonglah kami mengubah hidup ini, agar kami menjadi saksi-Mu yang setia di manapun kami hadir dan berkarya. Dalam pengasihan-Mu, dengarkanlah pengakuan ini.

Pnt+U: AMIN

 

NYANYIAN: “Tuhanku Bila Hati Kawanku” (KJ 467:1-3)

 

BERITA ANUGERAH

P : Kolose 1:19-22

(Umat berdiri menyanyikan Bersukacitalah Selalu  berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

 

PELAYANAN FIRMAN                                                                               Umat Duduk

- Doa Mohon Pertolongan Roh Kudus

P : ... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi manusia, kami berdoa

U : Amin

- Pembacaan Alkitab

? Bacaan I:Kisah Para Rasul 1:15-17, 21-26

PP: Demikianlah SabdaTuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

 

? Bacaan Tanggapan:  Mazmur  1, dinyanyikan dari Bermazmurlah Bagi Tuhan-Tahun B, hlm 1-2

 

? Bacaan II : 1 Yohanes 5:9-13

Pnt : Demikianlah Sabda Tuhan

U   : Puji Syukur kepada Allah

? Bacaan  III:  Yohanes 17:6-19

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U : menyanyikan “Haleluya!”

• Khotbah

• Nyanyian Respons: “Siapakah Yang Mau Di Utus” (GB 98) 2x

Pertama: Prokantor, Kedua: semua)

PENGAKUAN IMAN RASULI Umat berdiri

 

DOA SYAFAAT Umat Duduk

P :(doa diakhiri dengan ungkapan “…dalam pengasihan-Mu, kami mohon…”)

U :dengarkanlah permohonan kami. Amin.

 

DOA BAPA KAMI (dinyanyikan versi Jusuf Kam/Juswantori. Umat berdiri dan bergandengan tangan)

PADUAN SUARA :

- Pk. 06.30 wib : PS KWD Rama B

- Pk. 17.00 wib : Dita & Andang

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar: Kolose 3:23

- Nyanyian: “Pakailah Seluruh Hidupmu ke Dunia” (PKJ 153:1-2)

- Pengedaran kantong (diiringi instrumen)

- Nyanyian (Umat berdiri) : “Pakailah Seluruh Hidupmu ke Dunia” (PKJ 153:3)

- Doa

 

NYANYIAN: “Tuhan Mengutus Kita ke Dalam Dunia” (PKJ 185:1-5)

(Bait 1: semua, bait 2: perempuan, bait 3: semua, bait 4 : Laki, bait 5: semua, Reff: semua)

PENGUTUSAN

P : Arahkanlah hatimu kepada dunia!

U : Kami mengarahkan hati kepada dunia.

P : Jadilah saksi Kristus di tengah dunia

U : Ini aku, utuslah aku.

P : Terpujilah Allah – Bapa, Anak dan Roh Kudus!

U : Yang tidak pernah memisahkan kami dari kasih-Nya sekarang sampai selama-lamanya.

 

BERKAT

P : Kiranya berkat Allah Sang Pencipta, Sang Penolong Sejati, dan penyertaan Roh Kudus selalu menyertaimu sekarang dan selama-lamanya.

U : (menyanyikan “Haleluya Amin” NKB 225)

 

SAAT TEDUH Umat Duduk

PENUTUP

- Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping Pengkhotbah

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Lonceng Berbunyi

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/05/18

, written by Nikimaserika 26 May 2018
 

PESAN BULAN OIKOUMENE PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA TAHUN 2018

TEMA: “INI AKU, UTUSLAH AKU” (Yes. 6:8)

Kita masih dalam suasana Pentakosta, saat-saat di mana kita merayakan kasih Allah yang tidak membiarkan umat-Nya berjalan sendiri. Allah memberikan kepada kita Roh Kudus untuk menuntun, menguatkan, mempersatukan dan mengarahkan kita dalam ziarah iman mewujudnyatakan kehendakNya di tengah dunia. Panggilan Allah untuk menampakkan kesatuan tubuh Kristus demi kesaksian dan pelayanannya di tanah air tercinta ini diresponi dengan sukacita oleh gereja-gereja di Indonesia 68 tahun yang lalu dengan menyatakan tekad untuk memuarakan sejarahnya masing-masing ke dalam sebuah arak-arakan keesaan gereja. Tekad itu dinyatakan dalam pembentukan Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI) pada 25 Mei 1950. Sejak tahun 1984 nama DGI berubah menjadi PGI atau Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia. Perubahan nama tersebut memperlihatkan kesadaran gereja-gereja untuk lebih menampakkan persekutuannya. Kesatuan dalam kesaksian dan pelayanan dianggap penting justru di tengah kemajemukan latar belakang gereja-gereja anggota PGI dan di tengah berbagai masalah yang melanda masyarakat sekitar.

Doa Tuhan Yesus: “…supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau yang Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh. 17:21) menjadi daya dorong yang kuat bagi gereja-gereja untuk bersama-sama bersaksi dan melayani di tengah dunia. Kesatuan orang percaya atau gereja-Nya berdasar pada kesatuan Allah Tri Tunggal: Bapa, Anak dan Roh. Kesatuan ini sangat penting dalam tugas pengutusan gereja untuk menjadi garam dan terang agar dunia dapat mengalami penyelamatan dari Allah. Konflik dalam jemaat serta perpecahan gereja yang berlarut-larut, mendukacitakan hati Allah. Hal itu mencerminkan egoisme atau pementingan diri yang dapat menjadi batu sandungan bagi tugas pengutusan gereja menjadi saksi Kristus di tengah dunia.

Ketika Yesaya mengalami kedahsyatan kehadiran Allah, ia merasa kerdil dan tidak berarti. “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir…” Namun ia bersyukur, katanya: “…mataku telah melihat Sang Raja, yakni Tuhan semesta alam.” (Yes. 6:5) Perjumpaan dengan Allah yang hidup menjadi kekuatan baru untuk berani dan terbuka mengakui dosa pribadi maupun dosa komunitas, baik dalam gereja maupun dalam masyarakat. Sentuhan bara api pada bibir Yesaya adalah cara Allah untuk menyucikan Yesaya, mengampuni dosa-dosanya sehingga Yesaya mampu meresponi panggilan Allah: “Ini aku, utuslah aku!” (Yes.6:8)

Saudara-saudara yang kekasih, pada bulan oikoumene ini kita diingatkan kembali akan tugas gereja yang tidak pernah berubah, yakni mengabarkan Injil Kristus di tengah bangsa kita yang dililit oleh berbagai persoalan: persaingan yang semakin ketat; pementingan diri dan kelompok sendiri; kecenderungan menyikut atau meminggirkan orang lain terutama mereka yang lemah dan yang berbeda pandangan; meng-ilah-kan uang dan materi; serta penyalahgunaan kuasa dan kedudukan. Ketidakbenaran merajalela yang menyebabkan kemiskinan dan ketidakadilan serta kerusakan lingkungan. Semua ini memperlihatkan kemerosotan moral dan kekeringan spiritual yang sedang melanda kita, baik sebagai gereja maupun sebagai masyarakat. Kita memerlukan pembaruan agar damai sejahtera Allah dapat dirasakan oleh semua. Gereja, orang Kristen membutuhkan sentuhan bara api penyucian Allah untuk mengubah kekerasan hati dan egoismenya; untuk keluar dari sekat denominasi dan zona nyamannya, agar layak diutus untuk memberitakan damai sejahtera Allah, untuk berkarya bersama semua anak bangsa guna kemaslahatan masyarakat.

Secara khusus kita sebagai gereja diutus untuk menghadirkan suasana damai dan bersahabat menyongsong pesta demokrasi Pilkada Serentak 2018, serta Pileg dan Pilpres 2019. Gereja perlu mengadakan pendidikan politik untuk mempersiapkan warganya agar: menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab; mampu memilih pemimpin yang jujur dan memiliki integritas serta mengutamakan kesejahteraan rakyat tanpa membeda-bedakan; tidak mudah tergoda oleh janji-janji maupun rayuan uang suap; tidak menggunakan mimbar gereja sebagai sarana kampanye untuk kepentingan partai atau calon tertentu; dan menjaga suasana persaudaraan dan kedamaian di antara warga masyarakat walaupun pilihan politiknya berbeda.

Bersama dengan Christian Conference of Asia (CCA) atau Dewan Gereja-gereja di Asia yang lahir di Parapat di sekitar Pentakosta 1957, kita ikut mensyukuri perjalanan oikoumenis gereja-gereja di Asia selama 61 tahun. CCA mengingatkan gereja-gereja bahwa mereka juga diutus untuk melayani kaum disabled dan menjunjung martabat mereka, yang tercermin melalui tema Asia Sunday 2018: “Embrasing the Differently Abled: Upholding Their Dignity” atau “Merangkul Mereka yang Berkemampuan Khusus, Menjunjung Tinggi Martabat Mereka”. Kita juga bersyukur atas tuntunan Tuhan dalam perjalanan World Council of Churches, WCC atau Dewan Gereja-gereja Sedunia selama 70 tahun. Komitmen keesaan gereja sedunia ini lahir di Amsterdam pada tahun 1948. Pada ulang tahun yang istimewa ini, WCC mengajak gereja-gereja untuk terus menyatu dalam iman, bersemangat dalam kesaksian, serta mengupayakan keadilan dan perdamaian agar wajah dunia semakin mencerminkan kehendak Allah.

Semangat untuk mewujudkan kesatuan gereja sebagai tubuh Kristus hendaknya juga semakin subur bertumbuh dan dirawat bersama dalam kehidupan serta kesaksian dan pelayanan jemaat-jemaat di lingkup lokal. Hanya dengan demikian kehadiran gereja menjadi saluran berkat Allah bagi sekitarnya. Biarlah masing-masing kita memberi diri dan berkata: “Inilah aku, utuslah aku!” Selamat merayakan kesatuan tubuh Kristus.

 

Jakarta, Mei 2018,

Atas nama Majelis Pekerja Harian PGI,

Pdt. Henriette Hutabarat Lebang (Ketua Umum)

Pdt. Gomar Gultom ( Ketua Umum Sekretaris Umum)

, written by Nikimaserika 26 May 2018
 


Page 1 of 158