• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

GKJ Jakarta

BUKAN KASIH BIASA

Seorang anak kecil, sekitar usia 5 tahun, sedang memegang 2 buah apel. Datanglah seorang temannya dan meminta satu dari apel miliknya. Anak kecil itu segera menggigit salah satu apelnya, kemudian terdiam seolah menikmati gigitan apel dalam mulutnya. Anak yang meminta apel juga terdiam menunggu. Anak kecil ini kemudian menggigit lagi apel yang satunya. Jadi kedua apelnya sudah dia gigit. Anak yang meminta apel menunjukkan wajah cemberut karena kedua apel telah digigit, dan berpikir tidak akan mendapatkan apel. Kemudian anak kecil itu menyodorkan salah satu apelnya yang sudah digigit sambil mengatakan: “Kamu yang ini aja, yang manis. Aku sudah coba dua-duanya dan ini yang manis, untuk kamu.”

Orangtua mengajarkan kepada anak-anaknya untuk dapat menjadi anak yang baik, tidak boleh pelit dan harus memiliki sifat mau memberi. Hampir semua orangtua mengajarkan demikian, yaitu kesediaan untuk memberi atau berbagi. Kisah anak kecil dengan 2 apelnya, akan menjadi cerita biasa ketika anak itu memberikan salah satu apelnya kepada temannya. Tetapi kisah tersebut menjadi tidak biasa karena anak kecil itu bukan hanya sekedar memberi atau berbagi, melainkan usahanya untuk dapat memberikan yang terbaik bagi temannya. Anak kecil itu memiliki kasih yang bukan kasih biasa. Ia memiliki kebahagiaan ketika ia dapat memberikan yang terbaik untuk temannya dan kerelaan dirinya mendapat yang kurang baik. “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan yang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?” (Mat 5:46-47). Itulah perkataan Yesus yang hendak menegaskan bahwa hidup yang hanya taat pada hukum Tuhan, itu hal biasa yang bisa dilakukan oleh siapa saja tetapi akan menjadi tidak biasa ketika hukum tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yesus hendak mengatakan bahwa melakukan kebaikan bisa dilakukan oleh semua orang, apalagi perbuatan baik karena balas budi, orang berdosa bahkan orang yang tidak mengenal Allah pun bisa melakukan itu.

Jadi apa yang membuat kasih kita menjadi bukan kasih biasa? Yesus katakan: “Karena itu hendaklah kamu sempurna, sama seperti Bapamu di sorga adalah sempurna.” (Mat 5:48). Bukan kasih biasa, sama artinya dengan kasih yang sempurna. Mungkin kita mengatakan bahwa tidak mungkin kita menjadi sempurna karena hanya Tuhan lah yang sempurna. Tetapi perkataan Yesus, yang menjadi perintah, tersebut menunjukkan bahwa kita dapat memberi atau membagi kasih yang sempurna, yaitu ketika kita bahagia karena dapat membahagiakan orang lain dan kita memiliki kerelaan atau kesediaan untuk mengalahkan kepentingan diri kita sendiri. Amin.

Pdt. Neny Suprihartati M.Th.

, written by Nikimaserika 18 Feb 2017
 

IBADAH RABU ABU

Rabu Abu adalah ibadah pembuka Masa PraPaskah, yaitu masa pertobatan, pemeriksaan batin (berdoa) dan berpuasa guna mempersiapkan diri untuk Kebangkitan Kristus dan Penebusan dosa kita.

Pada Hari Rabu Abu kita menerima abu di kening kita. Sejak lama, bahkan berabad-abad sebelum Kristus, abu telah menjadi tanda pertobatan. Misalnya, dalam Kitab Yunus dan Kitab Ester. Ketika Raja Niniwe mendengar nubuat Yunus bahwa Niniwe akan ditunggangbalikkan, maka turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu. (Yunus 3:6).  Dan ketika Ester menerima kabar dari Mordekhai, anak dari saudara ayahnya, bahwa ia harus menghadap raja untuk menyelamatkan bangsanya, Ester menaburi kepalanya dengan abu (Ester 4C:13). Bapa Pius Parsch, dalam bukunya "The Church's Year of Grace" menyatakan bahwa "Rabu Abu Pertama" terjadi di Taman Eden setelah Adam dan Hawa berbuat dosa. Tuhan mengingatkan mereka bahwa mereka berasal dari debu tanah dan akan kembali menjadi debu. Oleh karena itu, pendeta mengoleskan abu pada dahi kita sambil berkata: "Ingatlah, kita ini abu dan akan kembali menjadi abu" atau "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil". Dioleskan di dahi sebagai tanda bahwa dosa tidak untuk disembunyikan tetapi juga tidak untuk diperlihatkan atau dipertontonkan. Dioleskan di dahi menjadi tanda agar kita selalu ingat bahwa kita lemah dan mudah jatuh dalam dosa. Untuk itu, setiap kali kita berbuat dosa segeralah mengakui dan menyesali dan datang pada Tuhan untuk bertobat dan memohon pengampunan.

Abu yang digunakan pada Hari Rabu Abu berasal dari daun-daun palem yang telah dibagikan pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya dan disimpan oleh umat, kemudian dikumpulkan pada tahun ini dan dibakar. Umat menerima abu pada Hari Rabu Abu sebagai tanda kesediaan untuk bertobat, tanda akan ketidakabadian dunia, dan tanda bahwa satu-satunya Keselamatan ialah dari Tuhan Allah kita.

Mulainya masa pertobatan yang diisi dengan doa, puasa dan derma adalah hari Rabu sebelum Minggu PraPaskah I karena pada hari Rabu Yudas bersepakat dengan imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah untuk menjual Yesus. Peristiwa Yudas menjual Yesus menjadi gambaran betapa lemahnya manusia dalam melawan godaan. Demi sejumlah uang, Yudas, yang adalah murid Yesus, yang bersama-sama dengan Yesus melakukan berbagai macam pelayanan dan mendengarkan pengajaran-pengajaran Yesus, rela menjual Yesus. Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa pengakuan kita sebagai murid Yesus, ketekunan kita mengikuti ibadah setiap minggu, keaktifan kita dalam pelayanan di gereja, tidak menjadi jaminan kita kuat melawan godaan dunia ini. Demi pekerjaan, demi karier, demi pasangan hidup, demi keselamatan nyawa, kita mungkin saja menjadi Yudas yang menjual Yesus. Kemungkinan itu dapat terjadi karena kita manusia yang lemah, seperti abu yang mudah diterbangkan oleh tiupan angin.

Untuk itulah mulai dari Rabu Abu (1 Maret 2017) hingga Kamis Putih (13 April 2017) menjadi Masa Tobat atau Masa Puasa. Masa Tobat menjadi masa  pengakuan akan kelemahan kita, pengakuan akan segala dosa, kemudian menyesali dan bertobat agar mendapat pengampunan dan kekuatan dari Tuhan untuk melawan godaan. Masa Puasa menjadi masa untuk melatih diri kita melawan godaan dunia. Dalam kelemahan kita sebagai manusia, maka kita akan datang kepada Tuhan untuk memohon kekuatan dari-Nya dalam melawan godaan. Selamat memasuki dan menjalani Masa PraPaskah, sebagai Masa Tobat atau Masa Puasa.

Komibdh/GKJJkt/2017

, written by Nikimaserika 18 Feb 2017
 

TATA IBADAH MINGGU BIASA GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA Minggu, 19 Februari 2017

Tema: “Berusahalah Hidup Kudus dan Sempurna”

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng/gongberbunyi

Pembacaan warta gereja

SaatTeduh

Lonceng/gong berbunyi, umat berdiri, seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

 

VOTUM

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U:    (Menyanyikan “Amin, Haleluya!”  NKB.226)

 

SALAM

P: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.(1 Kor 1:3)

U: Juga menyertai saudara

 

NYANYIAN: Mulia, Mulia NamaNya (PKJ  2)

NASEHAT HIDUP KUDUS Umat Duduk

Pnt : I Yohanes 1 : 8-10

 

NYANYIAN: Hidup Yang Jujur (NKB 130 : 1- 4)

(Bait 1 : semua, bait 2: Laki-laki, bait 3: perempuan, bait 4: semua)

 

BERITA ANUGERAH

P: II Timotius 1: 9-10

 

(Umat berdiri menyanyikan Kidung Muda-Mudi 163: Bagimu Damai Sejaht’ra, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

P: ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa

P+U:Amin

- PembacaanAlkitab

Bacaan I: Imamat 19:1-2, 9-18

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

BacaanTanggapan:  Mazmur 119:33-40

Bacaan II :1 Korintus 3:10-11, 16-23

Pnt : Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

Bacaan  III: Matius 5: 38-48

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagiaialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya(Luk. 11:28). Haleluya!

U :   (menyanyikan “Haleluya, Pujilah Tuhanmu” PKJ 295)

 

Khotbah

Nyanyian respon : Biar ‘Ku Tumbuh Di Batangmu (KJ. 309: 1 & 4)

PENGAKUAN IMAN RASULI   Umat berdiri

 

SYAFAAT(Umat duduk)

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: Dengarkanlah permohonan kami. Amin

 

DOA BAPA KAMI (dinyanyikan)

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar:  Yunus 2 : 9

- Nyanyian: Apalah Arti Ibadahmu (PKJ. 264:1-2)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri) : Apalah Arti Ibadahmu (PKJ. 264:3)

- Doa

 

NYANYIAN: ’Ku Mulai Diri Sendiri (GB 69 : 1)      Umat Berdiri

 

BERKAT

P :   TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai

sejahtera. (Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

 

NYANYIAN: Maju, Laskar Kristus (KJ.339 : 1)

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

- Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada PP

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Lonceng/gong Berbunyi

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/2017

, written by Nikimaserika 18 Feb 2017
 

TATA IBADAH MINGGU BIASA GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA Minggu, 19 Februari 2017

Tema: “Berusahalah Hidup Kudus dan Sempurna”

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng/gongberbunyi

Pembacaan warta gereja

SaatTeduh

Lonceng/gong berbunyi, umat berdiri, seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

 

VOTUM

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U:    (Menyanyikan “Amin, Haleluya!”  NKB.226)

 

SALAM

P: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.(1 Kor 1:3)

U: Juga menyertai saudara

 

NYANYIAN: Mulia, Mulia NamaNya (PKJ  2)

NASEHAT HIDUP KUDUS Umat Duduk

Pnt : I Yohanes 1 : 8-10

 

NYANYIAN: Hidup Yang Jujur (NKB 130 : 1- 4)

(Bait 1 : semua, bait 2: Laki-laki, bait 3: perempuan, bait 4: semua)

 

BERITA ANUGERAH

P: II Timotius 1: 9-10

 

(Umat berdiri menyanyikan Kidung Muda-Mudi 163: Bagimu Damai Sejaht’ra, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

P: ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa

P+U:Amin

- PembacaanAlkitab

Bacaan I: Imamat 19:1-2, 9-18

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

BacaanTanggapan:  Mazmur 119:33-40

Bacaan II :1 Korintus 3:10-11, 16-23

Pnt : Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

Bacaan  III: Matius 5: 38-48

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagiaialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya(Luk. 11:28). Haleluya!

U :   (menyanyikan “Haleluya, Pujilah Tuhanmu” PKJ 295)

 

Khotbah

Nyanyian respon : Biar ‘Ku Tumbuh Di Batangmu (KJ. 309: 1 & 4)

PENGAKUAN IMAN RASULI   Umat berdiri

 

SYAFAAT(Umat duduk)

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: Dengarkanlah permohonan kami. Amin

 

DOA BAPA KAMI (dinyanyikan)

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar:  Yunus 2 : 9

- Nyanyian: Apalah Arti Ibadahmu (PKJ. 264:1-2)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri) : Apalah Arti Ibadahmu (PKJ. 264:3)

- Doa

 

NYANYIAN: ’Ku Mulai Diri Sendiri (GB 69 : 1)      Umat Berdiri

 

BERKAT

P :   TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai

sejahtera. (Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

 

NYANYIAN: Maju, Laskar Kristus (KJ.339 : 1)

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

- Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada PP

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Lonceng/gong Berbunyi

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/2017

, written by Nikimaserika 18 Feb 2017
 

TATA IBADAH MINGGU BIASA GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA Minggu, 19 Februari 2017

Tema: “Berusahalah Hidup Kudus dan Sempurna”

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng/gongberbunyi

Pembacaan warta gereja

SaatTeduh

Lonceng/gong berbunyi, umat berdiri, seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

 

VOTUM

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U:    (Menyanyikan “Amin, Haleluya!”  NKB.226)

 

SALAM

P: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.(1 Kor 1:3)

U: Juga menyertai saudara

 

NYANYIAN: Mulia, Mulia NamaNya (PKJ  2)

NASEHAT HIDUP KUDUS Umat Duduk

Pnt : I Yohanes 1 : 8-10

 

NYANYIAN: Hidup Yang Jujur (NKB 130 : 1- 4)

(Bait 1 : semua, bait 2: Laki-laki, bait 3: perempuan, bait 4: semua)

 

BERITA ANUGERAH

P: II Timotius 1: 9-10

 

(Umat berdiri menyanyikan Kidung Muda-Mudi 163: Bagimu Damai Sejaht’ra, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

P: ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa

P+U:Amin

- PembacaanAlkitab

Bacaan I: Imamat 19:1-2, 9-18

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

BacaanTanggapan:  Mazmur 119:33-40

Bacaan II :1 Korintus 3:10-11, 16-23

Pnt : Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

Bacaan  III: Matius 5: 38-48

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagiaialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya(Luk. 11:28). Haleluya!

U :   (menyanyikan “Haleluya, Pujilah Tuhanmu” PKJ 295)

 

Khotbah

Nyanyian respon : Biar ‘Ku Tumbuh Di Batangmu (KJ. 309: 1 & 4)

PENGAKUAN IMAN RASULI   Umat berdiri

 

SYAFAAT(Umat duduk)

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: Dengarkanlah permohonan kami. Amin

 

DOA BAPA KAMI (dinyanyikan)

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar:  Yunus 2 : 9

- Nyanyian: Apalah Arti Ibadahmu (PKJ. 264:1-2)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri) : Apalah Arti Ibadahmu (PKJ. 264:3)

- Doa

 

NYANYIAN: ’Ku Mulai Diri Sendiri (GB 69 : 1)      Umat Berdiri

 

BERKAT

P :   TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai

sejahtera. (Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

 

NYANYIAN: Maju, Laskar Kristus (KJ.339 : 1)

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

- Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada PP

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Lonceng/gong Berbunyi

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/2017

, written by Kristanto Dwi Nugroho 18 Feb 2017
 


Page 1 of 106