Khotbah

  • Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

TATA IBADAH HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA DAN HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA (HPII DAN HPKD) TEMA: MENERIMA KRITIK Minggu, 5 Oktober 2014

------------------------------------------------------------------------------------------------

PERSIAPAN
-    Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.
-    Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.
-    Lonceng 1x berbunyi
-    Pembacaan warta gereja
-    Saat Teduh
-    Lonceng berbunyi 3x, umat berdiri.
-    Seorang anggota Majelis menyalakan Lilin Ibadah.
-    Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah
-    Penyerahan Alkitab dan pengkhotbah menuju ke mimbar

PERSIAPAN HATI
Menyanyi KJ. No. 10:1-2  “PUJILAH TUHAN, SANG RAJA”

Pujilah Tuhan, Sang Raja yang Maha mulia !
Segenap hati dan jiwaku, pujilah Dia!
Datang berkaum, b’rilah musikmu bergaung
Angkatlah  puji-pujian !

Pujilah Tuhan, segala kuasa padaNya!
Sayap kasihNya yang aman mendukung anakNya!
Tiada terp’ri yang kepadamu dib’ri   
Tidakkah itu kaurasa ?

TAHBISAN DAN SALAM
PF         :    Dengan nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Tuhan menyertai saudara sekalian.
Jemaat :    Dan Menyertai Saudara Juga!

NAS PEMBIMBING  (umat duduk)
PF         :    Yohanes 10 : 14 – 15

NYANYIAN BERSAMA KJ 144b:1- 2 “SUARA YESUS KU DENGAR”

Suara Yesus kudengar, “Hai mari yang penat,
Serahkanlah kepadaKu bebanmu yang berat”
Kepada Yesus, Tuhanku, ‘ku datang berserah;
Jiwaku yang letih lesu dibuatNya lega.

Suara Yesus kudengar, “Yesus haus, datanglah,
Dan air hidup Kuberi, hai mari, minumlah”
Kepada Yesus, Tuhanku, ‘ku datang berserah;
Kudapat air Alhayat dan hidup dalamNya.

PENGAKUAN DOSA
PF    :    Jikalau kita mengatakan bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran itu tidak ada  pada kita. Oleh karena itu, marilah kita mengakui dosa kita di hadapan Tuhan : ...

Menyanyi KJ. No.29:1-2 “DI MUKA TUHAN YESUS”

Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku
Kubawa dosa –dosaku di muka Tuhan Yesus

Di muka Tuhan Yesus tersungkur kar’na dosaku,
Kubuka kerinduanku di muka Tuhan Yesus

BERITA ANUGERAH ALLAH  (Umat berdiri)
PF    :    Dengarlah berita anugerah Allah:  Mazmur 103:8-12

Menyanyi KJ.No.395:1, 2 “BETAPA INDAH HARINYA”
Betapa indah harinya saat kupilih Penebus.
Alangkah sukacitanya, ‘ku memb’ritakannya terus
Reff.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.
‘Ku diajari Penebus berjaga dan berdoa t’rus,
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.

Betapa indah janjiNya yang t’lah mengikat hatiku;
Kub’ri kasihku padaNya serta menyanyi bersyukur!
Reff…

PELAYANAN FIRMAN  (Umat duduk)
-    Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus
P : ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa
U: Amin
-    Pembacaan Alkitab
Ø    Bacaan I           : Keluaran 20:1-4, 7-9, 12-20
PP: Demikianlah Sabda Tuhan
U : Puji Syukur kepada Allah
Ø    Bacaan Tanggapan : Mazmur 19 (dinyanyikan dari PKJ 132:1-2)
Ø    Bacaan II    :  Filipi 3:4b-14
Pnt : Demikianlah sabda Tuhan
U   : Puji syukur kepada Allah
Ø    Bacaan Injil : Matius 21:33-46
P :     Demikianlah Injil Yesus Kristus. “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya. Haleluya.”
(Luk 11:28)
U : (menyanyikan “Haleluya” KJ 473a)
-    Khotbah

PADUAN SUARA:  P.S. Ibu Sarah (pk. 17.00 wib)

DOA SYUKUR DAN SYAFAAT

PENGAKUAN IMAN RASULI   (Umat berdiri)

PELAYANAN PERJAMUAN KUDUS

Kata – Kata Penetapan
PF    :    Dengarkanlah bagaimana Perjamuan Kudus ditentukan oleh Tuhan kita Yesus Kristus, seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 11 : 23 – 26 :
“Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus pada malam waktu Ia diserahkan mengambil roti dan sesudah itu Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuhku, yang diserahkan  bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan akan Aku!”. demikian juga ia mengambil cawan, sesudah makan lalu berkata: Cawan ini adalah perjanjian  baru yang dimateraikan oleh darahKu; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan meminum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang”.

Jemaat     :    KJ 460 : 1 “JIKA JIWAKU BERDOA”

Jika jiwaku berdoa kepadaMu, Tuhanku,
Ajar aku trima saja pemberian tanganMu
Dan mengaku, s’perti Yesus di depan sengsaraNya :
Jangan kehendakku Bapa kehendakMu jadilah.

Penjelasan Tentang Arti Perjamuan Kudus :
PF    :    Tuhan sendiri telah menentukan Perjamuan Kudus itu sebagai peringatan akan Dia. Kita tujukan pikiran kita kepada Tuhan Yesus dan mengingat bahwa Ia telah diutus oleh BapaNya ke dalam dunia ini dan menjadi sama dengan manusia dalam segala hal, kecuali dosa.
Ia telah menanggung kutuk dosa dari permulaan sampai akhir hidupNya.  Ia telah menanggung sengsara pedih, sehingga Ia berdoa kepada BapaNya di sorga : “Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu; tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki melainkan seperti yang Engkau kehendaki”.
Ia harus minum habis cawan itu dan harus diikat, supaya kita dilepaskan.
Ia dihukum mati, supaya kita yang bersalah dibebaskan di hadapan tahkta penghukuman Allah.
Ia telah menanggung segala kutuk kita di kayu salib supaya kita dipenuhi dengan berkatNya.
Ia ditinggalkan Allah, supaya kita tidak pernah ditinggalkan olehNya. Dan Ia telah menyelesaikan pekerjaanNya waktu berkata : “Sudah selesai !” dan menyerahkan nyawaNya.
Tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya di dalam Nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa.
Setiap kali kita makan roti dan minum air anggur dalam perjamuan Tuhan sebagai peringatan akan Dia, kita menerima itu sebagai suatu tanda dan materai kasih setiaNya kepada kita.
Kita memperoleh ketentuan di dalam iman, bahwa Ia telah menyerahkan tubuhNya dan menumpahkan darahNya di atas kayu salib, supaya kita diselamatkan dan memperoleh hidupnya yang kekal. Hal ini adalah benar, seperti yang kita lihat, bahwa roti dipecahkan dan anggur ditumpahkan, lalu kita makan dan minum, sebagai peringatan akan Dia.
Demikian arti Perjamuan Kudus itu : bahwa Tuhan kita Yesus Kristus, telah selesai mengadakan penyucian dosa oleh pengorbananNya di atas kayu salib. Sesudah itu Ia naik ke sorga, dari mana ia telah mencurahkan RohNya yang Kudus, agar supaya kita dapat hidup dengan Dia dalam persekutuan yang  benar. Lagi pula ia menghubungkan kita seorang dengan yang lain dalam kasih yang benar, yang patut kita aktakan bukan saja dengan perkataan tetapi juga dengan perbuatan.

Jemaat     :     Menyanyi KJ 361 : 1 “DI SALIBMU KU SUJUD”

Di salibMu ‘ku sujud, miskin , buta dan lemah;
Yesus, Kau harapanku, agar aku s’lamatlah
Reff.
‘Kupercaya padaMu, Anak domba Golgota.
Di salibMu ‘kusujud: diriku s’lamatkanlah!

Berdoa   
PF     :    Ya Allah, Bapa kami di sorga, kami mohon kepadaMu supaya di dalam Perjamuan Kudus ini Engkau bekerja melalui kuasa Roh Kudus-Mu di dalam hati kami semua yang hadir di sini, agar kami menyerahkan diri dengan penuh kepercayaan kepada AnakMu Yesus Kristus Tuhan kami.
Kenyangkanlah dan segarkanlah hati kami lewat perjamuan ini. Kuatkanlah kami agar kami tidak hidup di dalam dosa, melainkan supaya Kristus hidup dalam kami dan kami di dalam Dia.
Berikanlah kepada kami iman yang teguh, bahwa Tuhanlah Bapa Yang Murah Hati, yang tidak menghendaki kami binasa. Karuniakanlah anugerahMu supaya kami mendapat penghiburan untuk memikul salib kami karena Kristus dan untuk menyangkal diri kami dan mengaku Dikau sebagai Juruselamat kami. Kiranya kami selalu mempertaruhkan pengharapan kami kepadaMu, baik dalam suka cita maupun dalam duka cita, sambil menantikan kedatangan Yesus Kristus di dalam kemuliaanNya. Amin.

NYANYIAN BERSAMA KJ 33 : 1, 2 “SUARAMU KUDENGAR”
(Sementara itu Pengkhotbah turun dari mimbar
dan Majelis mempersiapkan meja perjamuan)

SuaraMu kudengar memanggil diriku
Supaya ‘ku di Golgota dibasuh darahMu!
Reff.
Aku datanglah, Tuhan, padaMu;
Dalam darahMu kudus sucikan diriku.

Kendati ‘ku lemah, tenaga Kauberi;
Kau hapus aib dosaku, hidupku pun bersih.
Reff…

Undangan
PF    :      Supaya kita dipelihara oleh roti sorgawi, Yaitu Yesus Kristus, maka janganlah kita melekat pada roti dan anggur yang kelihatan ini, melainkan hendaklah kita dengan iman yang sungguh mengangkat hati kita kepada Yesus Kristus, Tuhan kita. “MARILAH KARENA SEGALA SESUATU SUDAH SEDIA !”
Doa
PF    :     Ya TUHAN, kasihanilah kami, orang-orang yang berdosa ini. Amin.

Pembagian Roti Dan Anggur
PF     :    (Sambil mengangkat dan memecahkan roti)
Roti yang dipecah-pecahkan ini adalah persekutuan dengan Tubuh Kristus.

AMBILLAH,...... Makanlah kamu sekalian, ingat dan percayalah bahwa Tubuh Tuhan kita Yesus Kristus telah dipecahkan sebagai jalan keampunan dosa.

(Selesai makan roti, Khadim mengambil cawan anggur, mengangkatnya)
Cawan minuman syukur ini adalah persekutuan dengan darah Kristus.

AMBILLAH, ...... Minumlah kamu sekalian, ingat dan percayalah bahwa darah Tuhan kita Yesus Kristus telah ditumpahkan sebagai jalan keampunan dosa.

(sesudah semua selesai minum anggur, Khadim membaca beberapa ayat dari kitab Mazmur)

PERSEMBAHAN
Jemaat    :    Menyanyi KJ 368 : 1, 3 dan 4 “PADA KAKI SALIBMU”
(Sementara itu Kantong Persembahan dijalankan)

Pada kaki salibMu, Yesus , ‘ku berlindung;
Air hayat Golgota pancaran yang agung.
Reff.
SalibMu, salibMu yang kumuliakan 
Hingga dalam sorga k’lak ada perhentian

Pada kaki salibMu kasihMu kut’rima;
Sinar Bintang Fajar t’rang yang memb’ri cahaya. 
Reff…


Pada kaki salibMu kuingat kurbanMu
Dalam jalan hidupku kukenang selalu. 
Reff…
DOA SYUKUR
PF    :    Ya Allah, Bapa Yang Mahakuasa dan Yang Kekal, dengan segenap hati kami bersyukur kepada-Mu sebab oleh kemurahan-Mu yang besar, Engkau telah mengaruniakan kepada kami Anak-Mu yang Tunggal Yesus Kristus, supaya kami beroleh keampunan dosa.
Di dalam Perayaan Perjamuan Kudus ini kami telah kembali mengingat serta menghayati sengsara dan kematian Tuhan Yesus Kristus dan oleh kuasa Roh Kudus-Mu, iman kami dan persekutuan kami dengan Kristus telah dikuatkan.
Kami mohon semua ini di dalam nama Tuhan kami Yesus Kristus, yang telah mengajar kami berdoa: BAPA KAMI YANG ADA DI SORGA ......

PENGUTUSAN DAN BERKAT    (Umat berdiri)

Menyanyi  KJ 400: 1, 4 “KUDAKI JALAN MULIA”

Kudaki jalan mulia; tetap doaku inilah:
“Ke tempat tinggi dan teguh, Tuhan mantapkan langkahku!”

Reff.
Ya Tuhan, angkat diriku lebih dekat kepadaMu;
Di tempat tinggi dan teguh, Tuhan mantapkan langkahku!

Ingin kucapai puncak t’rang yang paling agung cemerlang.
Ya Tuhan, bombing diriku makin dekat kepadaMu. Reff…

PF    :    Pulanglah dengan damai sejahtera dan terimalah berkat Tuhan dalam perjalanan hidupmu :
“Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, kasih Allah Bapa, persekutuan dengan Roh Kudus, menyertai kamu sekalian. Amin”.
Jemaat:  Menyanyi KJ 478 c) “AMIN”

PENUTUP
-    Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah
-    Lonceng Berbunyi
-    Pengkhotbah & Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar


(Menggunakan Tata Ibadah Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud)

04 Oct 2014 ,written by Nikimaserika
 

Mari Berpikir Positif

Ada pohon mawar sedang berbunga. Bunga mawarnya sedang merekah, begitu indah. Pohon mawar itu dikelilingi oleh semak belukar berduri.
Orang yang berpikir  negatif akan menyesali dan mengatakan: "Sayang sekali bunga mawar seindah itu dikelilingi semak belukar berduri."
Sedangkan orang yang berpikir positif akan mensyukuri dan mengatakan: "Betapa indahnya alam ini. Di antara semak berduri, tumbuh pohon mawar dengan bunganya yang sangat indah."

Dari keadaan yang sama bisa terjadi respon yang berbeda tergantung dari cara pandang dan pola pikir.
Kita tidak jarang mendengar perkataan: "masalah buat elo..." atau "emang gue pikirin..." atau "ya itu emang gue, kalau nggak gitu ya bukan gue...". Perkataan-perkataan semacam itu biasanya merupakan respon ketika orang mendapat teguran atau kritik.

Orang yang berpikir negatif, sulit untuk menerima saran, teguran maupun kritik dari orang lain sehingga muncullah perkataan- perkataan tersebut. Tetapi orang yang berpikir positif akan dengan senang hati menerima saran, teguran dan kritik dengan respon: "terima kasih sarannya..." atau "terima kasih sudah mengingatkan/menegur saya...".

Bangsa Israel berpikir negatif tentang Allah Israel, yang membebaskan mereka. Mereka berpikir bahwa Allah adalah Allah yang bisa menggunakan kekuasaanNya dengan sewenang- wenang, sehingga mereka katakan kepada Musa: "Engkaulah yang berbicara kepada kami, sebab jika Allah yang berbicara maka kami mati". Begitu juga dengan para pekerja kebun yang berpikir negatif tentanng tuannya, sehingga mereka membunuh semua orang suruhan tuannya. Bahkan terhadap anak tuannya, mereka berpikir negatif sehingga dibunuh juga.

Marilah kita berpikir positif, sehingga kita dapat menerima setiap saran, teguran dan kritik sebagai sesuatu yang baik untuk hidup kita. Bahkan kita juga berpikir positif bahwa Allah memakai banyak cara dan banyak orang untuk memberi saran, teguran dan kritik kepada kita. Dengan demikian kita mampu melihat keindahan bunga mawar di antara semak duri; mampu melihat keindahan hidup kita di tengah berbagai persoalan yang berat.

NSR/X/2014

04 Oct 2014 ,written by Nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU, 28 SEPTEMBER 2014

TATA IBADAH MINGGU
BULAN KATEKESE LITURGI GKJ – BULAN ALKITAB
GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA
Minggu, 28 September 2014
Tema: “Mengenal Kuasa Allah Dalam Kerendahan Hati”


PERSIAPAN
-    Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.
-    Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.
-    Lonceng 1x berbunyi
-    Pembacaan warta gereja
-    SaatTeduh
-    Lonceng berbunyi 3 x, umat berdiri.
-    Seorang anggota Majelis menyalakan Lilin Ibadah.
-    Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah
-    Penyerahan Alkitab dan pengkhotbah menuju ke mimbar

VOTUM
P    : Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan
bumi. (Maz 124:8)
U    : (Menyanyikan “Amin,Haleluya!” NKB 226)

SALAM
P    : Kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan Allah, Bapa kita dan dari putra-Nya,
Yesus Kristus menyertai Saudara sekalian.
U    : Juga beserta saudara

(menyanyikan Kidung Muda-Mudi 163: Bagimu Damai Sejaht’ra, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

NYANYIAN         Hai, Puji Nama-Nya (PKJ 55:1-5)
(Bait 1: Umat; bait 2: Prokantor; bait 3: Perempuan; bait 4: Laki-laki; bait 5: Umat; Refrein: Semua)

PENJELASAN TEMA  (Umat Duduk)
P:    Minggu terakhir dari bulan Katekese Liturgi ini didedikasikan sebagai hari doa bagi petani dan lahan pertanian. Bagi petani – dan juga mahluk hidup pada umumnya, air merupakan bagian penting bagi keberlangsungan hidup. Kekeringan atau sebaliknya, banjir, tidak pernah kita harapkan untuk terjadi, namun tokh keduanya kerap kita alami. Sikap umat Israel ketika di Masa & Meriba acapkali merupakan cermin keseharian hidup kita. Bacaan hari ini akan menuntun kita untuk lebih mengenal kuasa dan pemeliharaan Allah. Persoalannya sederhana: apakah kita cukup rendah hati untuk mengenal-Nya?

NYANYIAN        Apakah Yang Kaulakukan (PKJ 213:1-2)

HUKUM KASIH
Pnt : Ulangan 6:4-5

NYANYIAN         Kasihanilah Aku Yang Lemah (PKJ 40:1-2)
(Bait 1: Prokantor; bait 2: Umat)

BERITA ANUGERAH & PETUNJUK HIDUP BARU
P: Zakharia 10:1 dan Ulangan 6:16

NYANYIAN (Umat Berdiri)    SabdaTuhan Allah (KJ 52:1-3)

PELAYANAN FIRMAN  (Umat Duduk)
-    Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus
P : ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa
U: Amin
-    PembacaanAlkitab
Ø    Bacaan I :     Keluaran 17:1-7
PP: Demikianlah Sabda Tuhan
U : Puji Syukur kepada Allah
Ø    Bacaan Tanggapan: Mazmur 78:1-4; 12-16
Ø    Bacaan II  :    Filipi 2:1-13
Pnt : Demikianlah sabdaTuhan
U   : Puji syukur kepada Allah
Ø    Bacaan Injil: Matius 21: 23-32
P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. “Yang berbahagiaialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya. Haleluya.”(Luk 11:28)
U : (menyanyikan “Haleluya, PujilahTuhanmu” PKJ 295)

-    Khotbah
-    Nyanyian respon:     Manusia Yang Meluku (KJ 335:1-3)   

PELEPASAN & PENEGUHAN ANGGOTA MAJELIS        (Ibadah pk. 06.30 wib)
-    Pembacaan Pertelaan
-    Pelepasan Anggota Majelis yang Lereh
-    Pembacaan Pertelaan Peneguhan
-    Pengucapan Janji Anggota Majelis Baru
-    Nyanyian :         Pada-Mu, Yesus, Kami Serahkan  ( KJ 319:1-3)
-    Pelayanan Berkat
-    Penandatanganan PPA GKJ
-    Penyampaian Panggilan Pelayanan
-    Penyerahan kepada Jemaat

DOA BAPA KAMI (diakhiri doxologi KJ 475)
DOA SYAFAAT
P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)
U: Dengarkanlah permohonan kami. Amin.

PADUAN SUARA
-    Swara Kemuliaan & PS Gita Pradata – pk. 06.30 wib
-    PS Cipinang Muara – pk. 17.00 wib
PERSEMBAHAN
-    Ayat Penghantar:     Yeremia 5:24   
-    Nyanyian:         Aku Melangkah Ke Rumah Tuhan (PKJ 145:1-2)
-    Pengedaran kantong
-    Nyanyian (Umat berdiri : Aku Melangkah Ke Rumah Tuhan (PKJ 145:3-4)
-    Doa

NYANYIAN         Tahukah Kamu Jumlah Bintang (KJ 68:1-2)   
PENGAKUAN IMAN RASULI
BERKAT
P : TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.  (Bil. 6:24-26)
U : Amin. Syukur kepada Allah

NYANYIAN         Tahukah Kamu Jumlah Bintang  (KJ 68:3)   
SAAT TEDUH
PENUTUP
-    Pengkhotbah turun mimbar
-    Penyerahan Alkitab|
-    Seorang  Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah
-    Lonceng  Berbunyi
-    Pengkhotbah & Anggota Majelis menuju pintu keluar

Komibdh/gkjjkt/2014

28 Sep 2014 ,written by Nikimaserika
 

Menurut Keperluannya

Banyak orang tergoda menjadi serakah. Bukan mengutamakan kebutuhan,
melainkan keinginan.

SATUHARAPAN.COM – Kemerdekaan ternyata tidak melepaskan Israel dari masalah. Kemerdekaan membawa konsekuensi baru. Mereka memang telah merdeka dari Mesir, dan sekarang mereka sedang menuju Kanaan. Itu berarti mereka harus mencukupi segala sesuatunya sendiri. Dan pada saat itulah masalah demi masalah mulai dirasakan.

Kemerdekaan bukanlah berarti lepas dari masalah. Para Bapak, juga Ibu, Bangsa Indonesia paham akan hal itu. Dalam pembukaan UUD’45 mereka merumuskan bahwa kemerdekaan bukanlah titik akhir, tetapi pintu gerbang, yang harus dijalani untuk mewujudkan negara sejahtera.

Masalah pertama yang langsung menimpa Israel ialah minuman dan makanan. Ketika masalah muncul yang keluar pertama kali dari mulut umat Israel adalah keluhan. Mereka membandingkan antara kehidupan di padang gurun dan Mesir. Lebih menarik lagi, ternyata mereka lebih suka menjadi budak ketimbang menjadi bangsa merdeka yang tidak memiliki makanan.

Tampaknya, mental budak telah berurat akar dalam hati, sehingga mereka merasa lebih nyaman sebagai budak. Kenyataannya memang demikian. Sebagai budak, mereka tidak perlu memikirkan makanan dan minuman. Asal mereka kerja baik, Sang Tuan akan memberi makanan.

Kepada Musa dan Harun mereka berujar, ”Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan Tuhan ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab mau membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan!” (Kel. 16:3)

Ternyata, meski sama-sama mati, orang Israel lebih suka mati dalam kondisi perut kenyang daripada mati dalam keadaan perut keroncongan. Padahal, mati dalam kondisi perut kenyang atau keroncongan sama-sama mati.

Mendengar uneg-uneg itu, Allah menunjukkan kesabaran-Nya. Allah pun agaknya memahami bahwa bangsa bermental budak itu sedang belajar menjadi bangsa merdeka. Dan belajar merupakan sebuah proses. Artinya, perlu waktu. Allah tidak menghukum Israel. Dia sendiri menyediakan manna dan burung puyuh, namun dengan satu syarat: setiap orang mengambil menurut keperluannya.

Ini merupakan pokok penting karena banyak orang tergoda menjadi serakah. Bukan mengutamakan kebutuhan, melainkan keinginan. Dan keinginan manusia memang tak terbatas. Syarat itu pun menjadi pokok Doa Bapa Kami: ”Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya!”


Yoel M. Indrasmoro

22 Sep 2014 ,written by Nikimaserika
 

POTRET PERIBADAHAN NATAL YANG FENOMENAL

POTRET PERIBADAHAN NATAL YANG FENOMENAL

Oleh : Yon Maryono


Fenomena dari bahasa Yunani; phainomenon, "apa yang terlihat", dalam bahasa Indonesia bisa berarti: gejala, fakta, kejadian yang dirasakan dengan pancaindra. Kata turunan adjektif, fenomenal, berarti: "sesuatu yang luar biasa". Peribadahan Natal dikatakan fenomenal karena Gereja dipenuhi jemaat yang beribadah tidak seperti ibadah mingguan biasanya. Ketika gereja-gereja di landa oleh fenomena ini, Pelayan atau petugas Gereja selalu mempersiapkan ruangan lebih luas dan tempat duduk lebih banyak dari biasanya. Mereka menyambut jemaat bagaikan anak yang hilang dalam kisah Alkitab..

Jemaat beribadah dengan kekhusukan, kekhidmatan untuk memuji dan menyembah kepada Tuhan. Demikian pula gerakan rasa simpati maupun empati kepada sesama juga tampak ketika aksi Natal itu ditransformasikan ke pelayanan sosial. Kesalehan personal seolah-olah menjadi lebih utuh baik hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesamanya. Seolah kesalehan dan kebangunan rohani personal terbentuk pada puncaknya . Seolah pengakuan percaya bukan verbal yang hanya di mulut tetapi Pengakuan percaya didasarkan pengetahuan intelektual yakni pernyataan rohani yang seiring dengan perbuatan sebagai tanda ketaatan kepada Tuhan. Tampaklah peribadahan dan kegiatan Natal yang damai dan penuh suka cita. Itulah yang diharapkan dalam Tema dan Pesan Natal PGI dan KWI 2012 "Allah Telah Mengasihi Kita (1 Yoh. 4:19), yaitu terjadi spirit rohani dalam terang Kasih. Jemaat yang hadir di ibadah itu diajak untuk menanggapi kasih Allah dengan bertobat. Dan sungguh-sungguh mewujudkan kasih dalam perilaku yang bertanggung jawab terhadap alam ciptaan Tuhan dan melibatkan diri dalam persoalan kemanusiaan dan kemasyarakatan. Ini adalah kemauan yang diharapkan berkelanjutan.

Tetapi begitu peribadahan dan kegiatan Natal selesai, saat kembali dalam realita kehidupan sehari-hari, kita menghadapi fakta social yang tidak banyak berubah. Sebagian jemaat tetap bergumul dalam masalah ekonomi keluarga yang dirasa cukup berat, sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga mereka melenyapkan kedamaian dan suka cita yang diperolehnya. Ada yang masih terlibat kekerasan Rumah Tangga, bahkan kriminal dan korupsi. Seolah, fenomena Rohani Natal yang begitu luar biasa itu bukan spirit Rohani yang terimpartasi dalam kehidupan sosial sehari-hari. Tetapi hanya terbatas pengalaman dan pengetahuan religius tentang makna Natal dalam pikiran dan tindakan sekejap, Fenomena rohani yang bersifat spiritual need yang semu, dalam arti ada diantara mereka datang untuk beribadah mencari Allah mungkin hanya ingin mengisi kekosongan dirinya sendiri yang bersifat pengalaman rohani pribadi. Atau ada jemaat datang ke Gereja karena beban social, kebiasaan, adat istiadat atau faktor lingkungan semata.

Tengoklah diri sendiri, mungkin kita paham firman Tuhan dan dasar-dasar iman Kristen yang benar. Mungkin kita juga tergerak untuk melakukan aksi social natal, tetapi kemauan untuk mewujudkan kasih secara konsisten kepada Tuhan dan sesama kenyataannya adalah hal yang lain pada saat melaksanakannya. Hal ini terjadi ketika manusia dihadapkan dengan masalah-masalah, kesulitan-kesulitan dan pertentangan dilingkungannya. Rasul Petrus pernah berkata : Sekalipun aku harus mati bersama-sama engkau, aku takkan menyangkal Engkau (Mat :26:35). Namun ia gagal mempertahankan kemauannya, ketika menghadapi rasa takut disebabkan ketegangan saat Yesus ditangkap. Tetapi keteguhan hati Petrus semakin mantap dan tetap mengikut Yesus tampak sampai akhir hidupnya Demikian juga Rasul Paulus mengakui aku bersifat daging, terjual dibawah kuasa dosa. Kemampuannya untuk melihat yang baik tetapi gagal melakukannya dan kemampuannya melihat yang jahat tetapi tidak mampu menahannya. Tetapi Paulus menyatakan dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani dosa (bdk Roma 7:25).

Apakah kita akan mengatakan tantangan jaman Petrus dan Paulus berbeda dengan jaman sekarang ? Pastilah berbeda, tetapi besar kecilnya tantangan bukan masalahnya. Kita bukan Rasul Petrus maupun Rasul Paulus, tetapi kita dapat meneladani Ketetapan hati mereka. Ketetapan atau keteguhan hati manusia yang sungguh-sungguh untuk selalu bersandar kepada Kristus adalah kata kuncinya.

Fenomena Natal semoga bukan cerminan dari keberagamaan semu, keberagamaan musiman, yang dilakukan karena beban sosial atau faktor lingkungan semata. Fenomena Natal bukan kemewahan tanpa arti, seperti dunia yang hanya cahaya indah, ternyata menipu. Oleh karena itu, membangun ketetapan hati yang sungguh-sungguh melalui firman Tuhan dan membangun hubungan pribadi denganNya melalui Gereja dan jemaat-Nya setiap hari adalah cara paling tepat untuk terhindar dari semua itu.

10 Jan 2013 ,written by Siswanto S.N.
 


Page 2 of 4