• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

TATA IBADAH BULAN KELUARGA GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA Minggu, 30 Oktober 2016, pk. 06.30 wib

Tema: “Keluarga Yang Berani Membuka Topeng”

PERSIAPAN

· Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

· Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

· Lonceng berbunyi

· Pembacaan Warta Gereja

· Saat Teduh

· Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan “Angkatlah Hatimu Pada Tuhan” (PKJ 4:1-2)

· Seorang pemuda bersama orangtua menyalakan lilin ibadah

· Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

 

PANGGILAN BERIBADAH

Pnt/Dkn : Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran,

U : Aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.

Pnt/Dkn : Inilah pintu gerbang TUHAN,

U : Orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.

Pnt/Dkn : Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku

U : Dan telah menjadi keselamatanku. (Maz 118:19-21)

Pnt/Dkn : Inilah hari yang dijadikan TUHAN,

U : Marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!

Pnt/Dkn : Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan!

U : Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!  (Maz.118:24-25)

 

VOTUM

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U: (Menyanyikan “Amin, amin, amin” KJ 478c)

 

SALAM

P: Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih. (2 Yoh 1:3).

 

Jemaat Anak dan Pra Remaja menyanyikan lagu tema: “As For Me And My House”.

 

 

NYANYIAN: Bersama Keluargaku (2x)

(Pertama: PS/Prokantor, Kedua : Umat; Refr.: Semua)

 

Kami datang di hadirat-Mu,  dalam satu kasih dengan bersehati.

Berjanji setia sampai akhir, mengasihi-Mu, Tuhan.

Reff  : Bersama keluargaku melayani Tuhan.

Bersatu s’lamanya mengasihi Engkau

Tiada yang dapat melebihi, kasih-Mu ya Tuhan.

Bagi kami Engkau segalanya

 

Gelombang badai hidup, coba menghalangi

namun kuasa Tuhan buka jalan kami

PENYALAAN LILIN KELUARGA Umat Duduk

(Sepasang orangtua menyalakan “Lilin Keluarga” dengan mengambil api dari “Lilin Ibadah”. Khusus ibadah pukul 06.30 wib diikuti seorang remaja, praremaja dan anak yang mengambil api dari Lilin Keluarga untuk dibawa ke ruang ibadah masing-masing).

Ortu : Kami nyalakan “Lilin Keluarga” sebagai harapan Terang Kristus hadir dalam keluarga untuk memampukan kami berani membuka diri atas segala dosa dan kelemahan kami.

Rmj : Kami datang kepada-Mu, ya Tuhan, dalam doa memohon agar Terang-Mu menyadarkan kami untuk berani hidup dalam ketulusan dan bukan kepura-puraan atau kemunafikan.

PrRmj : Kami datang kepada-Mu, ya Tuhan, dalam  doa memohon agar Terang-Mu membuat kami berani untuk meminta maaf karena kesalahan yang telah kami perbuat.

Anak : Kami datang kepada-Mu, ya Tuhan, dalam doa memohon agar Terang-Mu menjadikan kami sebagai anak-anak yang berani berkata jujur.

(Khusus ibadah pukul 06.30 wib Pengkhotbah mempersilahkan umat yang membawa anak-anak ke ruang ibadah anak, memanggil anak-anak usia pra-remaja dan remaja untuk berdiri dan mempersilahkan mengikuti ibadah din ruang ibadah pra-remaja dan remaja).

 

KELUARGA YANG MAU BERTOBAT

(tayangan video kisah keluarga yang hidup mau bertobat atau saling memaafkan)

 

NYANYIAN: Buatlah Hatiku Lapang Dan Bersih (PKJ 47) 2x

 

BERITA ANUGERAH

P: 2 Tesalonika 1:1-4, 11-12

 

NYANYIAN: Bersukacitalah Selalu -Umat Berdiri

(Dinyanyikan berulang-ulang. Pertama tidak bersalam-salaman, kedua dan ketiga baru saling bersalam-salaman)

PELAYANAN FIRMAN -Umat Duduk

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

P     : ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa

P+U: Amin

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I: Yesaya 1:10-18

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U  : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan Tanggapan:   Mazmur 32:1-7 (Petugas)

& Bacaan  II:   Lukas 19:1-10  (Petugas)

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U : (menyanyikan “Haleluya, Pujilah Tuhanmu” PKJ 295)

 

Y Khotbah

Y Nyanyian respon: Segala Puji Syukur (NKB 160:1-4)

(Bait 1: Prokantor; bait 2: semua; bait 3: prokantor; bait 4: semua)

DOA BAPA KAMI

SYAFAAT

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: dengarlah permohonan kami. Amin

 

PADUAN SUARA : Pukul 06.30 wib  - PS Ibu Sarah

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar: Lukas 19:8

- Nyanyian: Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan (NKB 199:1-3)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri) : Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan (NKB 199:4)

- Doa

NYANYIAN: Berbahagia Tiap Rumah Tangga (KJ 318:1-2)

 

PENGAKUAN IMAN RASULI Umat Berdiri

 

BERKAT

P :   TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

 

NYANYIAN: Salam Kawanku (PKJ 287) 3x

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

· Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping Pengkhotbah

· Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

· Lonceng Berbunyi

· Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/10/’16

TATA IBADAH BULAN KELUARGA

GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA

Minggu, 30 Oktober 2016, pk. 06.30 wib

Tema: “Keluarga Yang Berani Membuka Topeng”

PERSIAPAN

· Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

· Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

· Lonceng berbunyi

· Pembacaan Warta Gereja

· Saat Teduh

· Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan “Angkatlah Hatimu Pada Tuhan” (PKJ 4:1-2)

· Seorang pemuda bersama orangtua menyalakan lilin ibadah

· Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

 

PANGGILAN BERIBADAH

Pnt/Dkn : Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran,

U : Aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.

Pnt/Dkn : Inilah pintu gerbang TUHAN,

U : Orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.

Pnt/Dkn : Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku

U : Dan telah menjadi keselamatanku. (Maz 118:19-21)

Pnt/Dkn : Inilah hari yang dijadikan TUHAN,

U : Marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!

Pnt/Dkn : Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan!

U : Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!  (Maz.118:24-25)

 

VOTUM

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U: (Menyanyikan “Amin, amin, amin” KJ 478c)

 

SALAM

P: Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih. (2 Yoh 1:3).

 

Jemaat Anak dan Pra Remaja menyanyikan lagu tema: “As For Me And My House”.

 

 

NYANYIAN: Bersama Keluargaku (2x)

(Pertama: PS/Prokantor, Kedua : Umat; Refr.: Semua)

 

Kami datang di hadirat-Mu,  dalam satu kasih dengan bersehati.

Berjanji setia sampai akhir, mengasihi-Mu, Tuhan.

Reff  : Bersama keluargaku melayani Tuhan.

Bersatu s’lamanya mengasihi Engkau

Tiada yang dapat melebihi, kasih-Mu ya Tuhan.

Bagi kami Engkau segalanya

 

Gelombang badai hidup, coba menghalangi

namun kuasa Tuhan buka jalan kami

PENYALAAN LILIN KELUARGA Umat Duduk

(Sepasang orangtua menyalakan “Lilin Keluarga” dengan mengambil api dari “Lilin Ibadah”. Khusus ibadah pukul 06.30 wib diikuti seorang remaja, praremaja dan anak yang mengambil api dari Lilin Keluarga untuk dibawa ke ruang ibadah masing-masing).

Ortu : Kami nyalakan “Lilin Keluarga” sebagai harapan Terang Kristus hadir dalam keluarga untuk memampukan kami berani membuka diri atas segala dosa dan kelemahan kami.

Rmj : Kami datang kepada-Mu, ya Tuhan, dalam doa memohon agar Terang-Mu menyadarkan kami untuk berani hidup dalam ketulusan dan bukan kepura-puraan atau kemunafikan.

PrRmj : Kami datang kepada-Mu, ya Tuhan, dalam  doa memohon agar Terang-Mu membuat kami berani untuk meminta maaf karena kesalahan yang telah kami perbuat.

Anak : Kami datang kepada-Mu, ya Tuhan, dalam doa memohon agar Terang-Mu menjadikan kami sebagai anak-anak yang berani berkata jujur.

(Khusus ibadah pukul 06.30 wib Pengkhotbah mempersilahkan umat yang membawa anak-anak ke ruang ibadah anak, memanggil anak-anak usia pra-remaja dan remaja untuk berdiri dan mempersilahkan mengikuti ibadah din ruang ibadah pra-remaja dan remaja).

 

KELUARGA YANG MAU BERTOBAT

(tayangan video kisah keluarga yang hidup mau bertobat atau saling memaafkan)

 

NYANYIAN: Buatlah Hatiku Lapang Dan Bersih (PKJ 47) 2x

 

BERITA ANUGERAH

P: 2 Tesalonika 1:1-4, 11-12

 

NYANYIAN: Bersukacitalah Selalu -Umat Berdiri

(Dinyanyikan berulang-ulang. Pertama tidak bersalam-salaman, kedua dan ketiga baru saling bersalam-salaman)

PELAYANAN FIRMAN -Umat Duduk

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

P     : ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa

P+U: Amin

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I: Yesaya 1:10-18

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U  : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan Tanggapan:   Mazmur 32:1-7 (Petugas)

& Bacaan  II:   Lukas 19:1-10  (Petugas)

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U : (menyanyikan “Haleluya, Pujilah Tuhanmu” PKJ 295)

 

Y Khotbah

Y Nyanyian respon: Segala Puji Syukur (NKB 160:1-4)

(Bait 1: Prokantor; bait 2: semua; bait 3: prokantor; bait 4: semua)

DOA BAPA KAMI

SYAFAAT

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: dengarlah permohonan kami. Amin

 

PADUAN SUARA : Pukul 06.30 wib  - PS Ibu Sarah

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar: Lukas 19:8

- Nyanyian: Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan (NKB 199:1-3)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri) : Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan (NKB 199:4)

- Doa

NYANYIAN: Berbahagia Tiap Rumah Tangga (KJ 318:1-2)

 

PENGAKUAN IMAN RASULI Umat Berdiri

 

BERKAT

P :   TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

 

NYANYIAN: Salam Kawanku (PKJ 287) 3x

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

· Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping Pengkhotbah

· Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

· Lonceng Berbunyi

· Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/10/’16

29 Oct 2016 ,written by Nikimaserika
 

JADWAL PELAYANAN KESEHATAN Minggu, 06 November 2016

dr. Sri Udaneni

Ibu Prabowo

Ibu Mamiek Santoso

Ibu Bambang HP

29 Oct 2016 ,written by Nikimaserika
 

BACAAN ALKITAB 31 Oktober - 6 November 2016

Senin, 31 Oktober 2016

Zakharia 1:7-17(Yeremia 45:1-5);

Mazmur 73; Wahyu 1:4-20;

Matius 12:43-50

 

Selasa, 01 November 2016

Ratapan 1:1-12; Mazmur 36;

Wahyu 4:1-11; Matius 13:1-9

 

Rabu, 02 November 2016

Ratapan 2:8-15; Mazmur 132;

Wahyu 5:1-10; Matius 13:10-17

 

Kamis, 03 November 2016

Ratapan 2:16-22; Mazmur 26;

Wahyu 5:11-6:11; Matius 13:18-23

 

Jumat,  04 November 2016

Yesaya 26:1-21; Mazmur 40;

Ibrani 11:32-12:2; Matius 5:1-13

 

Sabtu, 05 November 2016

Nehemia 4:1-23; Mazmur 90;

Wahyu 7:4-17; Matius 13:31-35

 

Minggu, 06 November 2016

Daniel 7:1-18; Mazmur 149;

Efesus 1:11-23; Lukas 6:20-31

29 Oct 2016 ,written by Nikimaserika
 

MEWUJUDKAN PERTOBATAN DENGAN MENYATAKAN KEADILAN (DIAKEN PERDANA)

Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Luk.19:8)

Pertobatan tidak hanya terjadi dalam hati atau secara rohani, namun mesti terwujud secara nyata dalam seluruh hidup: perkataan, perbuatan, sikap, dan relasi dengan sesama. Secara khusus bacaan Alkitab hari ini menggambarkan terjadinya ketidakadilan sosial dalam masyarakat pada zaman Yesus. Dalam situasi seperti ini pertobatan yang nyata berarti mewujudkan keadilan sosial, yang diawali dari diri sendiri.

Pada zaman Yesus, ada dua macam pajak. Pertama, pajak yang ditetapkan atau pajak yang harus dibayar oleh setiap orang, setiap tahun, yang terdiri dari dua macam pajak: pajak kepala dan pajak tanah. Kedua, pajak atau bea untuk penjualan barang-barang (misalnya pakaian, makanan, ikan, kerajinan, budak).

Pajak untuk mengangkut barang melalui jalan darat atau laut ditagih oleh kepala pemungut cukai (bahasa Yunani: architelones), yang membayar jumlah tertentu kepada pemerintah Romawi untuk mendapat hak menagih cukai ini. Tentu saja ia mengambil keuntungan dengan cara memungut jumlah yang lebih besar dari yang sudah ditetapkan. Untuk menagih pajak tersebut, ia mempekerjakan para pemungut cukai (Bahasa Yunani: telones), yang juga mengambil keuntungan dengan menagih sedikit lebih banyak dari apa yang dituntut oleh atasan mereka. Maka dapat dibayangkan betapa tingginya jumlah pajak yang harus dibayar oleh rakyat dan para pedagang.

Di kalangan orang Yahudi, pemungut cukai dikategorikan sebagai orang berdosa. Maka Zakheus, yang merupakan seorang kepala pemungut cukai yang kaya, termasuk orang yang dikucilkan dan dihindari oleh orang-orang Yahudi. Ia ingin melihat Yesus yang dikenal sebagai sahabat orang berdosa (band. Lukas 15:1-3). Yesus tahu, sehingga Ia memanggil Zakheus. Bagaimana Yesus tahu nama Zakheus? Barangkali orang-orang di sekitar Yesus juga melihat Zakheus di atas pohon dan mulai menyorakinya untuk mengejek.

Kata-kata Yesus tidak menunjukkan kemarahan atau kritik. Ia hanya berkata bahwa Ia harus menumpang di rumah Zakheus. Menumpang berarti bermalam, makan dan tidur. Makan merupakan simbol persekutuan yang mendalam, sehingga orang-orang Yahudi yang saleh tidak mau menumpang di rumah pemungut cukai yang dianggap berdosa. Namun justru Yesus sendiri merasa Ia HARUS menumpang di rumah Zakheus. Kata ”harus” di sini digunakan Lukas dalam arti ”sesuai dengan rencana Allah dan kehendak-Nya (band. Lukas 9:22; 13:33; 24:26).

Penerimaan Yesus atas Zakheus apa adanya menggerakkan hati Zakheus untuk melakukan pembaharuan hidup yang drastis. Zakheus SEGERA turun dari pohon dan menerima Yesus di rumahnya dengan penuh sukacita. Zakheus berjanji memberikan separuh hartanya untuk orang miskin, dan ia berjanji tidak akan memeras lagi. Jika ia sampai memeras, akan dikembalikannya empat kali lipat – jauh lebih besar daripada tuntutan Hukum Taurat yang hanya 120% (Imamat 6:5 tentang ganti rugi semua yang diperoleh orang secara tidak jujur). Zakheus tidak hanya membayar 120%, melainkan 400% dari jumlah uang yang pernah diperolehnya secara tidak jujur! Zakheus bertindak melampaui hukum atau peraturan di dalam keagamaan Yahudi. Zakheus seorang kaya melepaskan diri dari harta miliknya, dan menjadi warga Kerajaan Allah (band. 18:24-27). Perubahan hidup Zakheus disebut Yesus sebagai keselamatan, dan pemulihan sebagai anak (keturunan) Abraham. Jadi, keselamatan pada perikop ini bukanlah hal batiniah (dalam hati) belaka, melainkan tindakan kongkret perubahan hidup yang menyeluruh. Menyatakan keadilan bagi orang lain. Orang-orang yang seperti Zakheus inilah yang dicari dan diselamatkan Yesus. Pertobatan Zakheus inilah perwujudan pelayanan (pada yang tidak mampu). DIAKONIA. Mari belajar dari Diakonos perdana ini dan menyatakan nilai-nilai kehidupan yang dinyatakannya. Amin.

Doa : Tuhan tuntun dan mampukan kami melakukan keadilan sebagai pertobatan. Amin.



Pdt. Hosea Sudarna, S.Th.


29 Oct 2016 ,written by Nikimaserika
 

Benar atau Dibenarkan Allah?

Perumpamaan itu dikemukakan Yesus dalam menanggapi orang yang menganggap diri benar dan memandang rendah orang lain. Persoalan orang Farisi itu ialah menganggap diri benar dan lebih baik dari pemungut cukai.

 

Tindakan orang Farisi itu pastilah tidak akan melukai hati sang pemungut cukai karena diucapkan dalam hati. Namun, kesucian Allah tak mungkin menoleransi tindakan tersebut! Lagi pula, kesombongan pribadi akan menghancurkan dirinya sendiri.

 

Sebab, secara tidak langsung, orang Farisi itu menegaskan bahwa dia mampu hidup benar berdasarkan kekuatan sendiri. Dia tidak butuh orang lain, juga Tuhan! Dia agaknya juga lupa, kalau pun dia orang pilihan, tentulah ada yang memilihnya. Dan yang memilihnya adalah Tuhan.

 

Di bait Allah itu orang Farisi itu sedang memuji-muji dirinya sendiri. Tampaknya, dia lupa bahwa dia sedang berada di rumah Allah. Kemungkinan besar, dia pun lupa akan mazmur ini: ”Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau.” (Mzm. 84:5).

 

Dalam bayangan pemazmur, sungguh merupakan anugerah jika manusia berdosa diperkenankan berhadapan dengan hadirat Allah Yang Mahakudus. Tuhanlah yang melayakkan manusia untuk menghadap Dia. Tuhanlah yang telah membenarkannya.

 

Merasa benar sendiri memang berbeda dengan dibenarkan Allah. Sekali lagi, orang Farisi itu lupa bahwa dia telah dibenarkan Allah sehingga boleh menghadap hadirat-Nya. Karena itu, tak perlulah dia membenarkan diri sendiri; lebih-lebih menganggap rendah orang lain.

 

Kisah Paulus

 

Menarik disimak, sebagai Farisi, yang telah dibenarkan Allah, Paulus tak merasa perlu membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain.

 

Perhatikan suratnya kepada Timotius: ”Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” (2 Tim. 4:7-8).

 

Kepercayaan diri Paulus cukup tinggi; dan percaya diri berbeda dengan sombong. Dia menyatakan telah memelihara iman. Tetapi, Paulus tidak merasa bahwa mahkota kebenaran itu hanya untuknya semata. Paulus mengakui, mahkota itu juga disediakan bagi orang lain yang telah memelihara imannya. Paulus tidak merasa hebat sendiri.

 

Ya, pembenaran oleh Allah itu seharusnya membuat kita makin rendah hati dan memohon— seperti van den Berg: ”Ya Tuhanku, percayaku kiranya Kautumbuhkan, hingga teguh di kasih-Mu yang baik kulakukan.”

 

 

Yoel  M. Indrasmoro

(Diambil dari satuharapan.com)

25 Oct 2016 ,written by Nikimaserika
 


Page 2 of 33