• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

BERTAHANLAH AGAR MEMPEROLEH HIDUP

Ketika sebuah gereja yang sedang dibangun dan lingkungan sekitar menolak, kemudian menghancurkan atau sebuah gereja yang sudah berdiri bangunannya harus habis terbakar karena penolakan lingkungan sekitar, atau sebuah bangunan gereja menjadi rata dengan tanah karena bencana alam yang terjadi, apakah persekutuan orang percaya yang ada dalam gedung gereja tersebut juga ikut hancur, ikut habis terbakar atau ikut lenyap rata dengan tanah? “Apa yang kamu lihat di situ – akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan” (Luk 21:6). Yesus mengatakan itu di saat orang banyak, termasuk para murid, mengagumi keindahan, kekokohan dan kemegahan Bait Allah, yang rasanya tidak ada yang mampu untuk meruntuhkan. Tetapi Yesus justru mengatakan tentang keruntuhan Bait Allah tersebut, sebagai peringatan akan hari kesudahan yang akan datang. Perkataan Yesus hendak menekankan bahwa kekokohan dan kemegahan sebuah gereja bukan dari bangunan gereja yang terlihat, melainkan yang utama adalah kekokohan dan kemegahan persekutuan orang-orang percaya yang ada di dalamnya.

 

Yesus menyampaikan tanda-tanda yang bisa membuat keruntuhan, yaitu munculnya ajaran sesat, terjadinya peperangan dan pemberontakan; bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, akan terjadi gempa bumi yang dahsyat, juga terjadi penyakit sampar dan kelaparan dimana-mana (Luk 21:8-11). Sebelum semua itu terjadi, orang percaya akan ditangkap dan dianiaya, diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan akan diperhadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama Tuhan (ay 12-13). Tetapi semua itu justru menjadi kesempatan bagi kita untuk bersaksi dan tidak perlu memikirkan untuk mencari pembelaan (ay 13-14), sebab Tuhan sendiri yang akan memberikan kata-kata hikmat sehingga tidak dapat ditentang atau dibantah oleh lawan-lawan kita (ay 15). Yesus tegaskan hal yang paling penting dan paling utama dari semua keadaan tersebut adalah kita harus tetap bertahan, dengan demikian kita memperoleh hidup (ay 19).

 

Bait Allah dan gedung gereja yang kokoh dan megah bisa runtuh karena situasi dan keadaan sekitar atau pun alam, tetapi gereja dalam arti persekutuan orang-orang percaya,yang ada di dalam bangunan tersebut, jika tetap bertahan maka tidak akan runtuh melainkan akan memperoleh hidup. Demikian halnya dengan tubuh kita, yang digambarkan sebagai Bait Allah, bisa runtuh karena penyakit dan usia, bahkan akan hancur dan kembali menjadi debu. Tetapi kehidupan iman kita tidak akan pernah runtuh dan hancur jika kita mampu bertahan menghadapi berbagai situasi dan keadaan di dunia ini. Usaha yang perlu dilakukan adalah memperkokoh dan memperindah kehidupan persekutuan orang-orang percaya, yang ada dalam bangunan gereja, akan mampu bertahan untuk tetap hidup sebagai persekutuan orang percaya. Usaha yang perlu kita lakukan dalam hidup ini adalah memperkokoh dan memperindah kehidupan beriman kita agar tidak mudah diruntuhkan, melainkan bertahan dalam iman kepada Kristus, sehingga kita memperoleh hidup kekal bersama-Nya.

 

Pdt. Neny Suprihartati

12 Nov 2016 ,written by Nikimaserika
 

Orang Saduki Tak Percaya Kebangkitan

”Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia” (Luk. 22:30). Demikianlah pertanyaan beberapa orang Saduki kepada Yesus.

Sejatinya, pertanyaan itu timbul bukan karena mau tahu. Mereka hanya ingin mendapatkan peneguhan akan kepercayaan yang dianut. Orang Saduki tidak percaya akan kebangkitan. Dan mereka yakin kasus yang mereka ajukan akan membuat Guru dari Nazaret itu mau tak mau mengakui bahwa orang mati tidak akan pernah bangkit.

 

Tiga Golongan Masyarakat Yahudi

Pada waktu itu masyarakat Yahudi terbagi dalam tiga golongan. Pertama, golongan Farisi yang sangat menaati perintah Taurat secara rinci. Kedua, golongan Eseni yang mengundurkan diri dari keramaian untuk menyatukan diri dengan Allah dalam doa dan meditasi. Ketiga, golongan Saduki yang terkesan lebih liberal dan kerap melanggar Taurat.

Dengan tegas Yesus berkata, ”Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup” (Luk. 20:38). Dengan penjelasan ini Yesus hendak menyatakan bahwa orang Saduki berpikir menurut pikiran manusia. Mereka agaknya lupa bahwa manusia sesungguhnya hanyalah ciptaan. Dan memang tak gampang bagi ciptaan untuk sungguh-sungguh memahami Allah.

Dalam Alkitab BIMK (Bahasa Indonesia Masa Kini), Yesus menjelaskan: ”Nah, Allah itu bukan Allah orang mati! Ia Allah orang-orang yang hidup! Sebab untuk Allah, semua orang hidup.” Dengan kata lain, orang yang hidup di dunia untuk Allah akan mengalami hidup kekal yang ditujukan bagi Allah. Mereka hidup abadi untuk Allah.

Di sinilah letak masalahnya: orang Saduki tidak ingin hidup untuk Allah, namun di luar aturan Allah. Dan ketidakinginan hidup bagi Allah—seturut dengan kehendak Allah—di dunialah yang membuat mereka akhirnya mengembangkan ajaran bahwa orang mati tidak akan bangkit lagi.

 

Hanya Pindah Tempat

Lalu, bagaimana sekarang? Paulus mengajak warga jemaat di Tesalonika untuk tidak terlalu memusingkan tentang perkara surga. Paulus menasihatkan: ”Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba” (2Tes. 2:1-2).

Di sini kita perlu memahami bahwa tak perlulah kita mempersoalkan dengan jelimet bagaimana keadaan surga selama kita hidup baik selama di dunia. Bagaimanapun, surga dan bumi cuma perkara tempat. Dan ketika kita ke surga, sejatinya pun hanya pindah tempat. Jika kita hidup bersama dengan Allah di muka bumi ini, maka kelak kita pun akan hidup bersama dengan Dia di surga sana. Sehingga Paulus mendorong warga jemaat untuk tetap menjalankan pekerjaan dan perkataan yang baik. Mengapa? Sebab, sekali lagi, surga dan bumi cuma perkara tempat. Sehingga, ke surga hanya pindah tempat!

 

Tetap Bekerja

Itu jugalah nasihat Allah, melalui Hagai, kepada orang Israel yang sedang sibuk membangun Bait Suci-”Bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam” (Hag. 2:5).

 

Pada waktu itu umat Israel yang baru pulang dari pembuangan mencoba merenovasi Bait Suci. Dan di tengah perjalanan mereka menyadari, betapa pun kerasnya usaha mereka, ternyata masih kalah megah dibandingkan dengan Bait Suci yang dibangun Salomo.

Tetapi, Allah terus mendorong mereka untuk tetap bekerja karena Dialah yang akan menyempurnakan pekerjaan mereka. Kebersamaan dengan Allah memang lebih dari apa pun. Allah, sebagaimana pernah diutarakan Bunda Teresa, memang tidak menuntut kita untuk berhasil, melainkan untuk setia!

Yoel M. Indrasmoro (diambil dari satuharapan.com)

05 Nov 2016 ,written by Nikimaserika
 

BACAAN ALKITAB 7-13 November 2016

Senin, 07 November 2016

Nehemia 6:1-19; Mazmur 5;

Wahyu 10:1-11; Matius 13:36-43

 

Selasa, 08 November 2016

Nehemia 12:27-31a, 42b-47; Mazmur 42; Wahyu 11:1-19; Matius 13:44-52

 

Rabu, 09 November 2016

Nehemia 13:4-22; Mazmur 33;

Wahyu 12:1-12; Matius 13:53-58

 

Kamis, 10 November 2016

Ezra 7:1-26; Mazmur 16;

Wahyu 14:1-13; Matius 14:1-12

 

Jumat,  11 November 2016

Ezra 5:1-17; Mazmur 142;

Wahyu 15:1-8; Matius 14:13-21

 

Sabtu, 12 November 2016

Ezra 9:1-15; Mazmur 138;

Wahyu 17:1-14; Matius 14:22-36

 

Minggu, 13 November 2016

Maleakhi 4:1-2a; Mazmur 98;

2 Tesalonika 3:6-13; Lukas 21:5-19

05 Nov 2016 ,written by Nikimaserika
 

BACAAN ALKITAB 7-13 November 2016

Senin, 07 November 2016

Nehemia 6:1-19; Mazmur 5;

Wahyu 10:1-11; Matius 13:36-43

 

Selasa, 08 November 2016

Nehemia 12:27-31a, 42b-47; Mazmur 42; Wahyu 11:1-19; Matius 13:44-52

 

Rabu, 09 November 2016

Nehemia 13:4-22; Mazmur 33;

Wahyu 12:1-12; Matius 13:53-58

 

Kamis, 10 November 2016

Ezra 7:1-26; Mazmur 16;

Wahyu 14:1-13; Matius 14:1-12

 

Jumat,  11 November 2016

Ezra 5:1-17; Mazmur 142;

Wahyu 15:1-8; Matius 14:13-21

 

Sabtu, 12 November 2016

Ezra 9:1-15; Mazmur 138;

Wahyu 17:1-14; Matius 14:22-36

 

Minggu, 13 November 2016

Maleakhi 4:1-2a; Mazmur 98;

2 Tesalonika 3:6-13; Lukas 21:5-19

05 Nov 2016 ,written by Nikimaserika
 

TATA IBADAH BULAN KELUARGA GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA Minggu, 6 November 2016 (Pukul 06.30 wib)

Tema: “Keluarga Yang Kuat Hati”

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng berbunyi

Pembacaan warta gereja

Saat Teduh

Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan “Marilah Memuji” (PKJ 23) 2x

Sepasang orangtua bersama anak-anak menyalakan lilin ibadah

Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

 

PANGGILAN BERIBADAH

Pnt/Dkn : Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya

U : Apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Pnt/Dkn : Seperti minyak yang baik di atas kepala

U : Meleleh ke janggut

Pnt/Dkn : Yang meleleh ke janggut Harun

U : Dan ke leher jubahnya.

Pnt/Dkn : Seperti embun gunung Hermon yang turun

U : ke atas gunung-gunung Sion.

Pnt/Dkn : Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat,

U : Kehidupan untuk selama-lamanya  (Maz.133)

 

VOTUM

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U: (Menyanyikan “Amin, amin, amin” KJ 478c)

 

SALAM

P: Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih. (2 Yoh 1:3)

 

NYANYIAN: “Bersama Keluargaku”(2x)

(Pertama: PS, Kedua : Umat; Refr.: Semua)

 

Kami datang di hadirat-Mu,  dalam satu kasih dengan bersehati.

Berjanji setia sampai akhir, mengasihi-Mu, Tuhan.

Reff.  : Bersama keluargaku melayani Tuhan.

Bersatu s’lamanya mengasihi Engkau

Tiada yang dapat melebihi, kasih-Mu ya Tuhan.

Bagi kami Engkau segalanya

 

Gelombang badai hidup, coba menghalangi

namun kuasa Tuhan buka jalan kami

PENYALAAN LILIN KELUARGA: Umat Duduk

(Sepasang orangtua menyalakan “Lilin Keluarga” dengan mengambil api dari “Lilin Ibadah”. Khusus ibadah pukul 06.30 wib diikuti seorang remaja, praremaja dan anak yang mengambil api dari Lilin Keluarga untuk dibawa ke ruang ibadah masing-masing).

Ortu : Kami nyalakan “Lilin Keluarga” sebagai bentuk keyakinan dan kekuatan hati kami bahwa Terang-Mu akan senantiasa ada dalam kehidupan keluarga kami.

Rmj : Kami datang kepada-Mu, ya Tuhan, dalam doa memohon agar Terang-Mu senantiasa menolong kami untuk memiliki pengharapan masa depan yang baik.

PrRmj : Kami datang kepada-Mu, ya Tuhan, dalam  doa memohon agar Terang-Mu membuat kami menjadi anak-anak yang memiliki cita-cita yang tinggi.

Anak : Kami datang kepada-Mu, ya Tuhan, dalam doa memohon agar Terang-Mu menjadikan kami sebagai anak-anak yang baik dan tidak nakal.

(Khusus ibadah pukul 06.30 wib Pengkhotbah mempersilahkan umat yang membawa anak-anak ke ruang ibadah anak, memanggil anak-anak usia pra-remaja dan remaja untuk berdiri dan mempersilahkan mengikuti ibadah din ruang ibadah pra-remaja dan remaja).

 

KELUARGA YANG KUAT HATI

(tayangan video kisah keluarga yang hidup penuh harapan untuk masa depan)

 

NYANYIAN: Dalam Rumah Yang Gembira (KJ 447:1-3)

 

BERITA ANUGERAH

P: 2 Tesalonika 2:1-5, 13-17

 

NYANYIAN: Bersukacitalah Selalu Umat Berdiri

(Dinyanyikan berulang-ulang. Pertama tidak bersalam-salaman, kedua dan ketiga baru saling bersalam-salaman)

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

P     : ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa

P+U: Amin

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I: Hagai 2:1b-10

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan Tanggapan:  Mazmur 98 (Petugas)

& Bacaan  II:   Lukas 20:27-40 (Petugas)

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U :   (menyanyikan “Haleluya, Pujilah Tuhanmu” PKJ 295)

Y Khotbah

Y Nyanyian respon: Keluarga Yang Damai (PKJ 286:1-3)

 

DOA BAPA KAMI

SYAFAAT

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: dengarlah permohonan kami. Amin

 

PENGISI PUJIAN :   Andang & Dita

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar: Mazmur 128:5-6

- Nyanyian: Syukur Pada-Mu, Ya Allah (NKB 133:1-2)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri): Syukur Pada-Mu, Ya Allah (NKB 133:3)

- Doa

 

NYANYIAN: Inilah Rumah Kami (PKJ 288:1-4)

(Bait 1: semua; bait 2: perempuan; bait 3: laki-laki; bait 4: semua; Refr.: semua)

 

PENGAKUAN IMAN RASULI   Umat Berdiri

 

BERKAT

P :   TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

 

NYANYIAN: Salam Kawanku (PKJ 287) 3x

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

- Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping

Pengkhotbah

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Lonceng Berbunyi

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/11/’16

TATA IBADAH BULAN KELUARGA

GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA

Minggu, 6 November 2016 (Pukul 06.30 wib)

Tema: “Keluarga Yang Kuat Hati”

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng berbunyi

Pembacaan warta gereja

Saat Teduh

Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan “Marilah Memuji” (PKJ 23) 2x

Sepasang orangtua bersama anak-anak menyalakan lilin ibadah

Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

 

PANGGILAN BERIBADAH

Pnt/Dkn : Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya

U : Apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Pnt/Dkn : Seperti minyak yang baik di atas kepala

U : Meleleh ke janggut

Pnt/Dkn : Yang meleleh ke janggut Harun

U : Dan ke leher jubahnya.

Pnt/Dkn : Seperti embun gunung Hermon yang turun

U : ke atas gunung-gunung Sion.

Pnt/Dkn : Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat,

U : Kehidupan untuk selama-lamanya  (Maz.133)

 

VOTUM

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U: (Menyanyikan “Amin, amin, amin” KJ 478c)

 

SALAM

P: Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih. (2 Yoh 1:3)

 

NYANYIAN: “Bersama Keluargaku”(2x)

(Pertama: PS, Kedua : Umat; Refr.: Semua)

 

Kami datang di hadirat-Mu,  dalam satu kasih dengan bersehati.

Berjanji setia sampai akhir, mengasihi-Mu, Tuhan.

Reff.  : Bersama keluargaku melayani Tuhan.

Bersatu s’lamanya mengasihi Engkau

Tiada yang dapat melebihi, kasih-Mu ya Tuhan.

Bagi kami Engkau segalanya

 

Gelombang badai hidup, coba menghalangi

namun kuasa Tuhan buka jalan kami

PENYALAAN LILIN KELUARGA: Umat Duduk

(Sepasang orangtua menyalakan “Lilin Keluarga” dengan mengambil api dari “Lilin Ibadah”. Khusus ibadah pukul 06.30 wib diikuti seorang remaja, praremaja dan anak yang mengambil api dari Lilin Keluarga untuk dibawa ke ruang ibadah masing-masing).

Ortu : Kami nyalakan “Lilin Keluarga” sebagai bentuk keyakinan dan kekuatan hati kami bahwa Terang-Mu akan senantiasa ada dalam kehidupan keluarga kami.

Rmj : Kami datang kepada-Mu, ya Tuhan, dalam doa memohon agar Terang-Mu senantiasa menolong kami untuk memiliki pengharapan masa depan yang baik.

PrRmj : Kami datang kepada-Mu, ya Tuhan, dalam  doa memohon agar Terang-Mu membuat kami menjadi anak-anak yang memiliki cita-cita yang tinggi.

Anak : Kami datang kepada-Mu, ya Tuhan, dalam doa memohon agar Terang-Mu menjadikan kami sebagai anak-anak yang baik dan tidak nakal.

(Khusus ibadah pukul 06.30 wib Pengkhotbah mempersilahkan umat yang membawa anak-anak ke ruang ibadah anak, memanggil anak-anak usia pra-remaja dan remaja untuk berdiri dan mempersilahkan mengikuti ibadah din ruang ibadah pra-remaja dan remaja).

 

KELUARGA YANG KUAT HATI

(tayangan video kisah keluarga yang hidup penuh harapan untuk masa depan)

 

NYANYIAN: Dalam Rumah Yang Gembira (KJ 447:1-3)

 

BERITA ANUGERAH

P: 2 Tesalonika 2:1-5, 13-17

 

NYANYIAN: Bersukacitalah Selalu Umat Berdiri

(Dinyanyikan berulang-ulang. Pertama tidak bersalam-salaman, kedua dan ketiga baru saling bersalam-salaman)

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

P     : ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa

P+U: Amin

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I: Hagai 2:1b-10

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan Tanggapan:  Mazmur 98 (Petugas)

& Bacaan  II:   Lukas 20:27-40 (Petugas)

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U :   (menyanyikan “Haleluya, Pujilah Tuhanmu” PKJ 295)

Y Khotbah

Y Nyanyian respon: Keluarga Yang Damai (PKJ 286:1-3)

 

DOA BAPA KAMI

SYAFAAT

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: dengarlah permohonan kami. Amin

 

PENGISI PUJIAN :   Andang & Dita

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar: Mazmur 128:5-6

- Nyanyian: Syukur Pada-Mu, Ya Allah (NKB 133:1-2)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri): Syukur Pada-Mu, Ya Allah (NKB 133:3)

- Doa

 

NYANYIAN: Inilah Rumah Kami (PKJ 288:1-4)

(Bait 1: semua; bait 2: perempuan; bait 3: laki-laki; bait 4: semua; Refr.: semua)

 

PENGAKUAN IMAN RASULI   Umat Berdiri

 

BERKAT

P :   TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

(Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

 

NYANYIAN: Salam Kawanku (PKJ 287) 3x

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

- Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping

Pengkhotbah

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Lonceng Berbunyi

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/11/’16

05 Nov 2016 ,written by Nikimaserika
 


Page 10 of 42