• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

Pemenuhan atau Pengosongan Diri?

SATUHARAPAN.COM – ”Terpujilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!” (Luk. 19:38). Demikianlah catatan Lukas mengenai seruan orang banyak itu ketika Yesus memasuki Yerusalem.

 

Menurut Stefan Leks, para murid memahami Yesus sebagai manusia ilahi. Damai yang dibawa Yesus adalah damai ilahi, damai sejati. Damai sejahtera di sini searti dengan penyelamatan dari Allah.

 

Dan itulah sesungguhnya yang ditawarkan Yesus dalam perjalanan ke Yerusalem. Yesus menawarkan keselamatan. Yesus sanggup memberikan keselamatan karena Dia merupakan Sumber Keselamatan itu sendiri. Dia adalah Juruselamat! Caranya memang unik: Allah menjadi manusia dan mati di kayu salib (Flp. 2:6-8).

 

Keselamatan itu terjadi ketika Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankannya. Persoalan terbesar manusia, yang membuatnya jauh dari rasa selamat atau sejahtera ialah karena mati-matian mempertahankan hak!

 

Keselamatan itu terjadi ketika Yesus mengosongkan diri! Pada kenyataannya, rasa damai akan mengalir dalam hidup kita ketika kita berupaya untuk mengosongkan diri dan bukan memenuhi diri dengan segala sesuatu.

 

Logis memang, betapa sering perasaan ingin memenuhi diri dengan segala sesuatu malah akan membuat kita resah sebelum sungguh-sungguh mendapatkannya. Bagaimana perasaan Saudara ketika belum mendapatkan apa yang Saudara inginkan? Cemas bukan? Bahkan, perasaan khawatir menguasai sebelum mendapatkannya. Dan karena perasaan ingin mendapatkan segala sesuatu sering kali membuat manusia jatuh ke dalam pencobaan. Sekali lagi karena ingin memenuhi diri dengan segala sesuatu.

 

Josemaria Escriva, pendiri Opus Dei, dalam bukunya Jalan, menulis: ”Lepaskanlah dirimu dari segala makhluk ciptaan di dunia ini hingga engkau benar-benar terbebas dari ikatannya. Sebab setan, demikian ujar Sri Paus St. Gregorius, tidak memiliki apa-apa di dunia ini dan dia maju ke medan pertempuran dalam keadaan telanjang. Jika engkau dengan ”mengenakan segala pakaian duniawi” berperang melawan setan, maka engkau akan segera tersungkur ke tanah, sebab engkau mengenakan sesuatu yang dapat dicengkram olehnya.” Pengosongan diri merupakan jalan untuk hidup dalam keselamatan.

 

Keselamatan itu terjadi ketika Yesus taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Dan ketaatan itulah yang dinubuatkan Yesaya (Yes. 50:4-9a). Lazimnya, rasa damai sejahtera akan mengalir dalam diri orang yang menjalankan laku ketaatan. Pelanggaran akan aturanlah yang membuat orang selalu gelisah—gelisah karena takut ketahuan. Dan Yesus taat, taat seperti seorang murid. Menarik diperhatikan bahwa kata discipline (disiplin) dekat dengan disciple (murid).

 

Jika pada Minggu Palma ini kita berteriak bersama dengan para murid—Berilah Keselamatan; maka kita hanya akan mendapatkannya kalau belajar untuk menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus (Flp. 2:5)

 

Yoel M. Indrasmoro

19 Mar 2016 ,written by Nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU PRAPASKAH IV GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA – 6 MARET 2016

Tema MRP 2016: “Ya Tuhan, B’riku Hati Yang Bersih & Pikiran Yang Jernih” (Yes 65:17)

--------------------------------------------------------------------------------------------------

(PF: Pelayan Firman Pnt: Penetua  N: Narator U: Umat)

PERSIAPAN

- Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

- Lonceng berbunyi 1x

- Pembacaan warta gereja

- Lonceng berbunyi 3x, umat berdiri

- Seorang anggota Majelis menyalakan Lilin Ibadah.

- Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

- Penyerahan Alkitab dan pengkhotbah menuju ke mimbar

 

VOTUM dan SALAM

PF: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN yang menciptakan langit dan bumi.

U  :  [menyanyikan KJ 478c Amin, Amin. Amin]

PF: Tuhan beserta kita.

U  : sekarang dan selama-lamanya

(menyanyikan Salam Damai, lagu PKJ 287, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

Salam damai, salam damai, salam, salam. Damai Kristus besertamu, salam, salam

 

PEMADAMAN LILIN MINGGU PRAPASKAH IV

 

NYANYIAN: Mari Kita Merenungkan (PS 480a:1, 3-4)   -- Umat Duduk

 

N: Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, tokoh-tokoh beken itu, bersungut-sungut atas sikap dan keputusan Yesus yang menerima para pemungut cukai dan para pendosa. Para pemimpin itu mungkin sengaja mencari-cari peluang untuk menemukan kesalahan Yesus. Iri hati dan dengki telah merasuki hati mereka. Iri karena Yesus menjadi semakin populer dan mendapat tempat di hati masyarakat yang terpinggirkan. Iri karena mungkin sebagai tokoh mereka berharap akan lebih mendapat perhatian dan hormat dari Yesus. Namun mereka tidak mendapatkannya. Justru orang-orang yang terpinggirkan itu, mereka yang semula tidak diperhitungkan, yang semula dipandang rendah, yang akhirnya mendapat perhatian dan kasih sayang dari Sang Mesias. Orang-orang itulah yang lebih membutuhkan Yesus.

Bukankah kadang kita bersikap sama seperti para Farisi dan ahli-ahli Taurat? Iri terhadap kebahagiaan dan keberhasilan orang lain.

Saat kita memadamkan lilin keempat ini, kita berdoa bagi dunia yang gelap, yang masih dikuasai iri dan kedengkian, daripada rasa syukur.

 

--------------------------------------sebuah lilin dipadamkan----------------------------------

 

 

 

Marilah berdoa:

N+U: Ya Yesus, b’riku hati yang bersih dan pikiran yang jernih, agar kami mampu bersyukur atas kasih setia-Mu kepada kami para pendosa. Hilangkan iri dan kedengkian dari hati kami, dan berilah kami hati yang bersyukur. Amin.

 

NYANYIAN Mari Kita Merenungkan (PS 480a:5-7)

 

PERINTAH UNTUK MENGASIHI

Pnt : Matius 7: 12

 

PADUAN SUARA : PSA Colibri – pk. 06.30 wib

 

NYANYIAN Bila Kurenung Dosaku (PKJ 37:1-2)

 

BERITA ANUGERAH & PETUNJUK HIDUP BARU

PF: 2 Korintus 5: 16 - 21

NYANYIAN (Umat Berdiri) Ku Diubahnya (PKJ 200)

 

PELAYANAN FIRMAN  -- Umat Duduk

- Doa Mohon Penerangan Roh Kudus

PF: Ya Roh Kudus,  terangilah pikiran kami dengan hikmatMu,  agar kami dapat memahami SabdaMu. Berilah kami keteguhan hati untuk melakukan kehendakMu dan menyambut langit yang baru dan bumi yang baru ciptaanMu.

PF+U:    Amin

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I: Yosua 5: 9 - 12

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Mazmur Tanggapan: Mazmur 32

& Bacaan Injil:   Lukas 15: 1 – 3, 11b - 32

PF: Demikianlah Injil Yesus Kristus.

[menyanyikan PKJ 229  Berbahagia Orang-orang]

PF: Berbahagia orang-orang yang mendengarkan FirmanNya

U :    Hosiana, hosiana, O Berbahagialah

PF: Berbahagia orang-orang yang pelihara FirmanNya

U :    Hosiana, hosiana, O Berbahagialah

 

Y Khotbah

Y Nyanyian respon: Kuheran, Allah Mau Memberi (KJ 387: 1-3)

 

DOA BAPA KAMI (dinyanyikan)

DOA SYAFAAT

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: Dengarkanlah permohonan kami. Amin.

 

PADUAN SUARA : PG Serafim – pk. 17.00 wib

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Pengantar: Lukas 15: 7

- Nyanyian: Tuhan, Betapa Banyaknya (KJ 393:1-2)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri) : Tuhan, Betapa Banyaknya (KJ 393:3)

- Doa

 

NYANYIAN: Utuslah Kami (GB 115: 1)              Umat Tetap Berdiri

 

PENGAKUAN IMAN RASULI

 

BERKAT

PF : TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.(Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

 

NYANYIAN Utuslah Kami (GB 115: 2)

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Lonceng Berbunyi

- Pengkhotbah & Anggota Majelis menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/2016

05 Mar 2016 ,written by Nikimaserika
 

BACAAN ALKITAB 7-13 MARET 2016

Senin, 7 Maret 2016

Yeremia 16:1-21; Mazmur 119:73-80;

Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15

 

Selasa, 8 Maret 2016

Yeremia 17:19-27; Mazmur 34;

Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27

 

Rabu, 9 Maret  2016

Yeremia 18:1-11; Mazmur 27;

Roma 8:1-11; Yohanes 6:27-40

 

Kamis, 10 Maret 2016

Yeremia 22:13-23; Mazmur 102;

Roma 8:12-17; Yohanes 6:41-51

 

Jumat, 11 Maret 2016

Yeremia 23:1-8; Mazmur 130;

Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59

 

Sabtu, 12 Maret 2016

Yeremia 23:9-15; Mazmur 143;

Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71

 

Minggu, 13 Maret 2016

Yesaya 43;16-21; Mazmur 126;

Filipi 3:4b-14; Yohanes 12:1-8

05 Mar 2016 ,written by Nikimaserika
 

Pergulatan Batin Si Anak Sulung

SATUHARAPAN.COM – ”Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: ’Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.’” Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka…” (Luk. 15:2-3).

 

Inilah konteks perumpamaan ”Anak yang Hilang”. Jika diperhatikan konteksnya, dan kisah terbuka di akhir cerita, Yesus agaknya mengarahkan perhatian pendengar pada Si Sulung.

 

Menurut Jirair Tashjian, mengutip Kenneth E. Bailey, Si Sulung lebih menganggap dirinya sebagai budak yang bekerja kepada sang Bapa, ketimbang seorang anak yang diberi kepercayaan memelihara harta milik ayahnya. Dia lebih suka menjadikan dirinya budak ketimbang anak.

 

Alasan budak melayani dengan penuh ketaatan bukanlah kasih. Sebagai budak, hidupnya terus dibayangi rasa was-was, takut pelayanannya tidak menyenangkan hati tuannya. Sulitlah mengharap kreatifitas dalam dirinya karena dia selalu takut salah.

 

Si Sulung menyatakan bahwa ayahnya tak pernah memberikan seekor anak kambing kepada dirinya. Agaknya dia lupa, sebagai anak dia memiliki segala sesuatu. Dia ingin anak kambing yang dapat disembelih dan dijadikan modal pesta dengan sahabat-sahabatnya. Jelaslah, dia menganggap orang-orang dalam rumahnya bukan sahabat-sahabatnya.

 

Si Sulung menyebut saudaranya ”anak Bapa”. Dia tidak menyebut saudaranya ”adikku”. Itu berarti dia tidak menganggap Si Bungsu sebagai saudaranya. Absurd memang, bagaimana mungkin menyebut seseorang sebagai anak bapaknya, tetapi tidak menganggapnya sebagai adik? Sejatinya, ini hanya terjadi pada hubungan saudara tiri?

 

Kemudian, Si Sulung menyatakan bahwa saudaranya telah menghambur-hamburkan harta ayahnya. Ini jelas memperlihatkan bahwa ia lebih baik ketimbang adiknya. Si Sulung membuat cerita yang membuatnya adiknya tampak lebih buruk ketimbang dirinya.

 

Namun demikian, Bapa tersebut memanggil Si Sulung dengan sebutan akrab: ”anakku”. Jelaslah, Si Sulung telah salah konsep. Sebagai hamba dia memang tidak akan dapat memiliki harta ayahnya. Tetapi, sang Bapa menyatakan bahwa dia adalah anak. Dan sebagai anak, apa yang dimiliki Bapa sejatinya merupakan miliknya.

 

Itu juga berarti, keterbukaan Yesus terhadap pemungut pajak dan pendosa janganlah diartikan sebagai penolakkan terhadap kaum Farisi dan ahli Taurat. Mereka diwakili oleh Si Sulung. Mereka tinggal di rumah dan memelihara tanah pertanian. Mereka menjaga hukum. Mereka bertanggung jawab. Itu merupakan hal baik. Kadang sebagai Kristen kita lebih suka mendiskreditkan kaum Farisi dan ahli Taurat.

 

Kenyataan bahwa Yesus membuat kisah-Nya berakhir terbuka berarti Dia membuat orang Farisi menanggapi pesan-Nya dan menerima pemungut pajak dan pendosa masuk ke dalam kerajaan Allah.

Demikian jugakah tanggapan kita?

 

Yoel M. Indrasmoro

 

05 Mar 2016 ,written by Nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU PRAPASKAH III GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA – 28 Februari 2016

 

Tema MRP 2016: “Ya Tuhan, B’riku Hati Yang Bersih & Pikiran Yang Jernih

(Yes 65:17)

(P: Pemimpin       PF: Pelayan Firman            Pnt: Penetua  Dkn: Diaken                U: Umat)

PERSIAPAN

- Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

- Lonceng berbunyi 1x

- Pembacaan warta gereja

- Lonceng berbunyi 3x, umat berdiri

- Seorang anggota Majelis menyalakan Lilin Ibadah.

- Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

- Penyerahan Alkitab dan pengkhotbah menuju ke mimbar

VOTUM dan SALAM

PF:  Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN yang menciptakan langit dan bumi.

U : [menyanyikan KJ 478c Amin, Amin. Amin]

PF: Tuhan beserta kita.

U : sekarang dan selama-lamanya

(menyanyikan Salam Damai, lagu PKJ 287, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

Salam damai, salam damai, salam, salam. Damai Kristus besertamu, salam, salam

PEMADAMAN LILIN MINGGU PRAPASKAH III

NYANYIAN                           Mari Kita Merenungkan (PS 480a:1, 3-4)  --  Umat Duduk

N: Beberapa orang mengadu kepada Yesus tentang dosa dan keburukan orang lain. Mereka sangka dirinya lebih baik dari orang-orang yang diadukan kepada-Nya. Yesus mengingatkan mereka, bahwa apabila mereka tidak bertobat, maka mereka akan binasa, sama seperti pohon yang tidak berbuah, akan ditebang sang pemiliknya.

Mungkin kita pun kadang berburuk sangka dengan saudara-saudara kita.  Betapa mudah terjebak dalam kesombongan rohani, merasa diri lebih baik di atas keburukan orang. Sungguh ngeri, ketika masyarakat menikmati kebobrokan dan kesalahan orang sebagai trending topic, dan lupa menilik dosa sendiri. Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya, maka TUHAN akan memperhitungkan pertobatannya.

Saat kita memadamkan lilin ketiga ini, kita mengakui kegelapan dunia, di mana kita masih sering menutupi kelemahan diri dalam bayang-bayang dosa orang lain.

--------------------------------------sebuah lilin dipadamkan----------------------------------

Marilah berdoa:

N+U:   Ya Yesus, b’riku hati yang bersih dan pikiran yang jernih, agar kami berani bertobat, dengan mengakui pelanggaran dan dosa kami, tanpa menjelekkan orang lain. Amin.

NYANYIAN                                          Mari Kita Merenungkan (PS 480a:5-7)

PERINTAH UNTUK MENGASIHI

Pnt  : Matius 7: 3 - 5

NYANYIAN Tuhan, Kami Berlumuran Dosa (PKJ 43:1-4)

BERITA ANUGERAH & PETUNJUK HIDUP BARU

PF: 1 Korintus 10: 1 - 13

NYANYIAN (Umat Berdiri) Semua Orang Inginkan Kebenaran (PKJ 279:1-3)

PELAYANAN FIRMAN  -- Umat Duduk

- Doa Mohon Penerangan Roh Kudus

PF  : Ya Roh Kudus, terangilah pikiran kami dengan hikmatMu,  agar kami dapat memahami SabdaMu. Berilah kami keteguhan hati untuk melakukan kehendakMu dan menyambut langit yang baru dan bumi yang baru ciptaanMu.

PF+U: Amin

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I: Yesaya 55: 1 - 9

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Mazmur Tanggapan: Mazmur 63: 1 - 8

& Bacaan Injil:   Lukas 13: 1 - 9

PF        :         Demikianlah Injil Yesus Kristus.

[menyanyikan PKJ 229  Berbahagia Orang-orang]

PF        :         Berbahagia orang-orang yang mendengarkan FirmanNya

U Hosiana, hosiana, O Berbahagialah

PF        :         Berbahagia orang-orang yang pelihara FirmanNya

U : Hosiana, hosiana, O Berbahagialah

Y Khotbah

Y Nyanyian respon: Ku DiubahNya (PKJ 200)

DOA BAPA KAMI (dinyanyikan)

DOA SYAFAAT

P:    (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U:    Dengarkanlah permohonan kami. Amin.

PADUAN SUARA:

- PS KWD Rama B      --  pk. 06.30 wib

- PS Cipinang Muara   --  pk. 17.00 wib

PERSEMBAHAN

- Ayat Pengantar: Roma 12: 1

- Nyanyian: Apalah Arti Ibadahmu (PKJ 264:1-2)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri) : Apalah Arti Ibadahmu (PKJ 264:3)

- Doa

NYANYIAN: Tuhan, Tolonglah Bangunkan Iman (PKJ 282:1-3) -- Umat tetap Berdiri

PENGAKUAN IMAN RASULI

BERKAT

PF :     TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.(Bil. 6:24-26)

U :   Amin. Syukur kepada Allah

NYANYIAN Tuhan, Tolonglah Bangunkan Iman (PKJ 282:4-6)

SAAT TEDUH

PENUTUP

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Lonceng Berbunyi

- Pengkhotbah & Anggota Majelis menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/2016

27 Feb 2016 ,written by Nikimaserika
 


Page 9 of 31