• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

Menemukan Nilai yang Paling Berharga dalam Hidup

“Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya" (Mat. 13:52).

 

Supaya teguh melangkah dalam hidup, wajar kalau kita (seperti pemazmur, juga mungkin orang lain) perlu bebas dari kejahatan dan juga pemerasan. Karenanya, kita perlu memegang janji dan titah-titah-Nya serta belajar dan melakukan ketetapan-Nya (Maz. 119:133-135).  Dalam kesaksian kitab Raja-raja yang pertama, Allah memenuhi permohonan raja Salomo (sebagai yang takut akan Allah, Ams.1:7a, dan dalam kerendahan hati memohon 1 Raja 2. 3:6-8) akan pengetahuan, hikmat dan pengertian, “... maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, ...” (I Raja2. 3:12ab).   Salomo memohon kebijaksanaan untuk mendasari dan menghadirkan nilai kebenaran, keadilan dan kesejahteraan untuk kehidupan bangsanya dan bangsa lain yang lebih baik. Inilah sebagian pengalaman (dalam PL) yang menyaksikan karya Allah, dimana di dalamnya memuat harta lama, yaitu nilai-nilai surgawi melalui pengalaman hidup raja Salomo.

Dalam bacaan kitab Injil, Tuhan Yesus menggelar berbagai Perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Di dalamnya memuat dan mengajarkan serta menyatakan nilai tentang Kerajaan Allah. Seperti misalnya: mutiara, harta terpendam, sesuatu yang sangat berharga sekali, tetapi tidak mudah ditemukan, perlu pengorbanan dan perjuangan, membuang ketidakbaikan (Mat.13:44-48). Yang lain seperti: biji sesawi, kecil namun ketika tumbuh menghadirkan kenyamanan, ketenangan, pertolongan, keteduhan, kedamaian dan kesejahteraan serta kesukacitaan bagi ciptaan yang lain (Mat. 13:31-33).  Inilah Injil, Kerajaan Allah. Inilah yang Yesus ajarkan dan lakukan pada dan bagi banyak orang, semua manusia. Seperti ragi yang mengkhamirkan seluruh adonan, demikianlah kasih sukacita dan damai sejahtera bagi semua manusia, tidak pilih kasih (Mat.13:33).  Inilah nilai-nilai berharga yang Yesus sampaikan. Nilai tentang Injil dan Kerajaan Sorga. Dan inilah yang dimaksud Harta Baru.(Mat.13:52)

Meski demikian, Yesus tidak bermaksud mengabaikan atau meniadakan nilai-nilai lama (Mat. 5:17a). Oleh karenanya Tuhan Yesus mengatakan,  “... setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal (aslinya= yang menjadi murid) Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya”.   Dengan kata lain, setiap murid Tuhan Yesus (murid Kerajaan Allah) akan menerima dan mengeluarkan (menyatakan/ mewartakan/memberitakan) nilai-nilai Injil, tanda-tanda Kerajaan Allah ( sebagai harta yang baru atau lama) sesuai kebutuhan dan kepentingannya.

Contoh: Pakaian yang sudah robek dan usang itu dikeluarkan dari gudang istana raja untuk mengeluarkan Yeremia dari parigi/sumur (Yer. 38:10-13).  Berikut terkait dengan kehidupan GKJ Jakarta, kita dihadapkan masyarakat yang butuh roti dan ikan atau makanan/ sembako atau ekonomi. Namun juga terkait dengan keberagaman kita dituntut untuk menumbuhkembangkan sikap toleransi dalam perbedaan.

Sudahkah kita menemukan nilai yang berharga itu, sebagai harta (baru atau lama) ? Sejauh mana kita mengeleluarkan harta Kerajaan Allah dengan nilai-nilai baru ataupun lama untuk menjawab kebutuhan?  Mari bertumbuh, ... mari berjuang, ... mari mengeluarkannya. Tuhan memberkati. Amin

 

Pdt. Hosea Sudarna

29 Jul 2017 ,written by nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU BIASA XIV (Bhineka Tunggal Ika) MINGGU,9 JULI 2017

Tema: “Menjadi Sahabat Bagi Kaum yang Lemah”

 

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng berbunyi

Pembacaan warta gereja

Prosesi tarian Manuk Dadali

Saat Teduh

Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan “Marilah Bernyanyi Puji Tuhan” (GB 18: 1-4)

Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

 

KATA PEMBUKA

PP  :Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk karena terdiri atas berbagai suku bangsa, adat istiadat, bahasa daerah, serta agama yang berbeda. Keanekaragaman tersebut terdapat di berbagai wilayah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Perbedaan suku, adat istiadat, bahasa daerah, serta agama tidak dapat menjadi alasan untuk saling membedakan. Kita dipersatukan oleh Ibu Pertiwi yang adalah karunia dari Allah. Minggu demi minggu kita telah merayakan keberagaman budaya negeri, dan pada minggu ini kita hendak menutup rangkaian bulan Kebudayaan dengan mempersatukan aneka ragam suku dan budaya dalam Bhineka Tunggal Ika. Marilah dengan penuh rasa syukur kita ungkapkan :

PP&U:Kami bersyukur untuk negeri yang beraneka ragam suku dan budaya.  Kami merayakan karunia   Tuhan.

 

VOTUM

P: Ibadah Penutupan Bulan Kebudayaan GKJ Jakarta ini kita dasari atas pengakuan bahwa : “Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” (Maz 124:8)

U: Menyanyikan “Amin” KJ 478c

SALAM

P:Kasih karunia, dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita,dan dari Tuhan Yesus Kristus, serta persekutuan Roh Kudus menyertai saudara.

U:dan beserta Saudara juga.

 

NYANYIAN: Tuhan Memberikan Kita (PKJ 176: 1-4)

(refrein, bait 1&4: bersama; bait 2:laki-laki;bait 3: perempuan)

NASIHAT MENOLONG YANG LEMAH Umat Duduk

Pnt : Yesaya 35: 3

NYANYIAN: Aku Insan yang Lemah (GB 261: 1-2)

 

BERITA ANUGERAH

P: Amsal 19: 17

 

(Umat berdiri menyanyikan Bersukacitalah Selalu dinyanyikan satu kali tanpa bersalaman, selanjutnya berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

 

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

-Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

P: ... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa

P+U: Amin

-Pembacaan Alkitab

Bacaan I: Zakharia 9: 9-12

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

Bacaan Tanggapan:  Mazmur 145: 8-14, dinyanyikan dari Bermazmurlah Bagi Tuhan – Mazmur Pelengkap hal. 129-131.

Bacaan II : Roma 7: 15-25

Pnt : Demikianlah Sabda Tuhan

U: Puji Syukur kepada Allah

Bacaan  III:  Matius 11: 16-19, 25-30

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U:(menyanyikan “Haleluya Pujilah Tuhan-Mu” dari PKJ 295)

 

Khotbah

 

Nyanyian respon: Indonesia, Negaraku (KJ 336: 1-3)

PENGAKUAN IMAN RASULI  (Umat berdiri)

 

SYAFAAT (Umat duduk)

P:(doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U:Dengarkanlah permohonan kami. Amin

 

DOA BAPA KAMI (dinyanyikan)

 

PADUAN SUARA : Pk. 06.30 wib : Angklung Waradika

 

PERSEMBAHAN

-Ayat Penghantar: Ibrani 13: 16

-Nyanyian: Betapa Kita Tidak Bersyukur (KJ 337 : 1 - 2)

-Pengedaran kantong

-Nyanyian (Umat berdiri): Betapa Kita Tidak Bersyukur (KJ 337 : 3)

-Doa

 

NYANYIAN:                       Allah Sumber Rahmat (GB 345: 1-3)

(bait 1 & refrein: prokantor;bait 2,3, dan refrein: bersama)

PENGUTUSAN

P: Arahkanlah hatimu kepada Tuhan!

U: Kami mengarahkan hati  kepada Tuhan.

P: Perkenalkanlah Allah melalui hidupmu!

U: agar semua orang mengenal Allah yang kita sembah.

P: Terpujilah Allah—Bapa, Anak, dan Roh Kudus!

U: Yang tidak pernah memisahkan kami dari kasih-Nya sekarang  dan selama- lamanya.

 

Penutupan Bulan Kebudayaan (Khusus Ibadah Pk. 17.00 wib)

 

BERKAT

P: Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita  dengan wajahNya. (Maz 67:2)

U: Menyanyikan. Amin. (KJ 478c)

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

-Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada PP

-Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

-Lonceng/gong Berbunyi

-Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/2017

08 Jul 2017 ,written by Nikimaserika
 

Oma Juga Punya “CINTA” (Menjadi Sahabat Bagi Kaum Yang Lemah)

“ Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.  Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu...” (Mat. 11:25-26).

 

Ia seorang wanita, nama inisialnya EU. Wanita berdarah Manado ini usianya sudah diatas 70 tahun. Rekan-rekan relawan atau teman-teman (pengurus salah satu organisasi pelayanan masyarakat di Jakarta, di mana ia terlibat di dalamnya) biasa memanggil Oma. Ia tinggal paling jauh dari antara teman-teman sepelayanan, di Cikarang. Meskipun jarak jauh, kadang sakit gigi dan kaki, tidak melemahkan dan menyurutkan semangatnya untuk melayani. Suatu saat ia mendorong para pemuda yang terlibat dalam satu kegiatan untuk aktif dan semangat dalam wadah perkumpulan tersebut. Lalu salah satu pemuda bertanya, “Oma, ...oma kan sudah lama tinggal di Cikarang, bahkan kadang kakinya bengkak, pernah waktu itu giginya sakit, tapi tetap aktif dan gembira. Apa resepnya oma?” Oma itu langsung menjawab, “Ah, bapak-ibu dan oma-oma yang lain juga...” dan  bertanya , “Apa yang mendorong kamu mendaki gunung atau menyeberangi lautan ketika pacarmu di puncak gunung atau di sebrang lautan?” Tanpa pikir panjang pemuda itu langsung menjawab, ”Em..., rindu!, Cinta! Mengasihi”. Sambil tersenyum Oma itu menyampaikan, “ Hem ..., Oma juga punya CINTA to, hahaha...”. Sambil menatapkan muka yang ceria dan memasang taplak meja dengan pemuda itu, ia melanjutkan, “ Nah kalau kita sudah sadar, Tuhan sudah kasih kita CINTA, ... Nah, sudah!... Mari kita menCINTAI yang lemah, yang kurang sehat, gizinya buruk; yang kurang paham untuk hidup dalam perbedaan, ber-Bhineka Tunggal Ika, kurang menghargai perbedaan dan lain-lain”.  Sambil mengangguk-anggukkan kepala dan mengangkat jempolnya, pemuda itu mengatakan salut, “Oma hebat! ...”.

Percakapan Oma dan pemuda di atas, mengingatkan saya pada semangat beberapa pemuda GKJ Jakarta yang dengan sukacita menemani dan menolong anak-anak SD, SMP/SMA (adik-adiknya) belajar bahasa Inggris dan Matematika. Menjadi sahabat bagi yang lemah. Dua peristiwa di atas saya pikir pengalaman menarik dan baik. Kiranya menjadi inspirasi bagi kita untuk terus berjuang mengembangkan diri dalam menjadi sahabat bagi yang lemah, membangun persekutuan dan persaudaraan yang penuh cinta kasih.  Sebab itulah hidup dibawah Rahmat/ Anugerah-Nya. Hidup sebagai orang percaya karena telah mendapatkan CINTA-Nya, Kasih-Nya. Seperti halnya Paulus, yang ingat saat tubuhnya dalam dosa, dipenjara oleh kuasa maut. Dimana yang ia lakukan bukan yang ia sukai, bukan yang ia inginkan. Yang Ia lakukan justru yang Ia benci. Ia menghendaki yang baik, tapi bukan yang baik yang ia kerjakan (Rm. 7:15-19). Inilah kelemahannya, ia sadar akan dirinya, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?”

Namun Allah yang mengasihi mereka yang kecil, mau menjadi sahabat pada yang lemah dalam Yesus Kristus Tuhan (Mat. 11:25-27). Dan Yesus Kristus Tuhan berkenan menyatakan hal itu bagi Paulus yang waktu itu lemah, sehingga bebas beroleh selamat dan bersyukur, “ Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” (Rm. 7:25).

Itu sebabnya Paulus mengajak untuk hidup dibawah rahmat Allah dalam Tuhan Yesus Kristus. Dan Tuhan Yesus memanggil, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, ... Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”. Memikul salib memberitakan Injil. Memikul salib melakukan tugas/kewajiban menjadi sahabat bagi yang lemah.   Sudahkah? Mari kita teruskan. Tuhan memberkati dan menjanjikan kelegaan. Amin.

Pdt. Hosea Sudarna

08 Jul 2017 ,written by Nikimaserika
 

BACAAN ALKITAB TGL. 10-16 JULI 2017

Senin, 10 Juli 2017

Yeremia 27:1-11, 16-22;

Mazmur 131; Matius 8:18-22

 

Selasa, 11 Juli 2017

Yeremia 28:10-17;

Mazmur 14:4-6; Matius 8:23-27

 

Rabu, 12 Juli 2017

Yeremia 13:1-11;

Mazmur 135:1-14; Matius 16:13-19

 

Kamis, 13 Juli 2017

Yesaya 48:1-5;

Mazmur 65:9-13; Matius 9:1-8

 

Jumat,  14 Juli 2017

Yesaya 48:6-11;

Mazmur 119:105-112; Matius 11:25-30

 

Sabtu, 15 Juli 2017

Yesaya 52:1-6;

Mazmur 135:15-21; Matius 9:14-17

 

Minggu, 16 Juli 2017

Zakharia 9:9-12; Mazmur 145:8-14;

Roma 7:15-25a; Matius 11:16-19, 25-30

 

08 Jul 2017 ,written by Nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU BIASA XIII (Budaya Indonesia Timur) Minggu, 2 Juli 2017

Tema: “Ketaatan Menuntun Manusia Pada Kebenaran”

 

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng berbunyi

Pembacaan warta gereja

Saat Teduh

Prosesi tarian Papua memasuki ruang ibadah

Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan Basudara-Nyanyian GPM

Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

 

KATA PEMBUKA

PP:  Dalam kalender tahun gerejawi, Minggu ini adalah Minggu Biasa XIII. Pada minggu ini kita merayakan keberagaman budaya negeri kita dari daerah Indonesia Bagian Timur, antara lain Maluku dan Papua. Marilah dengan penuh rasa syukur kita ungkapkan:

PP & U : Kami bersyukur untuk negeri yang beraneka ragam suku dan budaya.  Kami merayakan karunia Tuhan.

 

VOTUM

P: Ibadah Bulan Budaya GKJ Jakarta ini kita dasari atas pengakuan bahwa, “Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” (Maz 124:8)

U: Menyanyikan “Amin” KJ 478c

SALAM

P: Kasih karunia, dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita,dan dari Tuhan Yesus Kristus, serta persekutuan Roh Kudus menyertai saudara.

U: Dan beserta Saudara juga.

 

NYANYIAN: Hanyalah Engkau Tuhan (Kidung Keesaan 24:1-2) (Lagu nuansa tradisional Papua)

NASIHAT HIDUP DALAM KETAATAN Umat Duduk

Pnt: Efesus 6:5

NYANYIAN: Tuhan, PadaMu Kuharapkan Pertolongan (PKJ 261: 1-2)

(lagu tradisional Insana, Timor)

BERITA ANUGERAH

P: Yehezkiel 36: 26

(Umat berdiri menyanyikan Bersukacitalah Selalu dinyanyikan satu kali tanpa bersalam-salaman, selanjutnya berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

 

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

P: ... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa

P+U: Amin

-Pembacaan Alkitab

Bacaan I: Yeremia 28: 5-9

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

Bacaan Tanggapan:  Mazmur 89:1-4, 15-18 (didaraskan)

Bacaan II : Roma 6: 12-23

Pnt : Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

Bacaan  III:  Matius 10: 40-42

P: Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang  mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U :  (menyanyikan “Haleluya” dari PKJ 295)

Khotbah

Nyanyian respon:Semua Orang Inginkan Kebenaran (PKJ 279: 1-3)

PENGAKUAN IMAN RASULI  (Umat berdiri)

SYAFAAT (Umat duduk)

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: Dengarkanlah permohonan kami. Amin

DOA BAPA KAMI (dinyanyikan)

PADUAN SUARA: Pk. 06.30 wib – PS KWD Rama B

PERSEMBAHAN

-Ayat Pengantar: 1 Tawarikh 16: 29

-Nyanyian:          Ucap Syukur Pada Tuhan(PKJ 149:1-2) Lagu tradisional Sangihe Talaud

-Pengedaran kantong

-Nyanyian (Umat berdiri): Ucap Syukur Pada Tuhan  (PKJ 149: 3)

-Doa

NYANYIAN:Tuhan Tolonglah Bangunkan Iman (PKJ 282: 1-2)

(Lagu tradisional Mai Falie dari Rote, Timor)

PENGUTUSAN

P:  Arahkanlah hatimu kepada Tuhan!

U:  Kami mengarahkan hati kepada Tuhan.

P:  Pasanglah telingamu kepada perintah-perintah-Nya!

U:  kami hendak taat mengikuti segala ketetapan-Nya.

P:  Terpujilah Allah—Bapa, Anak, dan Roh Kudus!

U:  Yang tidak pernah memisahkan kami dari kasih-Nya sekarang dan selama-lamanya.

 

BERKAT

P : Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajahNya. (Maz 67:2)

U : Menyanyikan. Amin. (KJ 478c)

 

SAAT TEDUH

PENUTUP

-Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada PP

-Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

-Lonceng  Berbunyi

-Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/2017

 

01 Jul 2017 ,written by Nikimaserika
 


Page 9 of 50