Khotbah

  • Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

TATA IBADAH BULAN KELUARGA MINGGU, 12 OKTOBER2014

Tema: “Keluarga Setia Mengucap Syukur”
==================================================
PERSIAPAN
-    Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.
-    Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.
-    Lonceng berbunyi
-    Pembacaan warta gereja
-    Saat Teduh
-    Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan  “Mari Semua, Mari Sembah Tuhan” (PKJ 20)
(Pertama dinyanyikan prokantor, kemudian berulang-ulang dinyanyikan bersama)
-    Seorang anggota Majelis menyalakan Lilin Ibadah.
-    Pengkhotbah, anggota majelis dan perwakilan keluarga masuk ke ruang ibadah
-    Penyerahan Alkitab dan pengkhotbah menuju ke mimbar

VOTUM
P    : Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.  
(Maz 124:8)
U    : (Menyanyikan “Amin, Amin, Amin, Amin, Amin” KMM 174) 3x

SALAM
P    : Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus
dengan kasih yang tidak binasa. (Flp 6:24)
U    : Juga menyertai saudara

(menyanyikan Kidung Muda-Mudi 163: Bagimu Damai Sejaht’ra, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

NYANYIAN                 Kita Masuk Rumah-Nya (PKJ 13:1-3)

HUKUM KASIH  (Umat duduk)
Pnt : Ulangan 6:1-5

NYANYIAN          Mahabesar,  Dengarkan Ratap Umat-Mu (PKJ 291:1-3)

BERITA ANUGERAH & PETUNJUK HIDUP BARU
P: Keluaran 20:1-6

NYANYIAN  (Umat Berdiri)     Keluarga Yang Damai  (PKJ 286:1-3)

PENYAMBUTAN & PENERIMAAN KELUARGA BARU      (Umat Duduk)



PENGUTUSAN & BERKAT   (ibadah pk. 06.30 wib)
(Pengkhotbah mengutus dan memberkati jemaat remaja dan pemuda untuk melanjutkan ibadah di ruang ibadah masing-masing)

PELAYANAN FIRMAN 
-    Nyanyian        Di Hatiku, Ya Yesus (PKJ 198:1-3)
-    Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus
P : ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa
U: Amin
-    Pembacaan Alkitab
Ø    Bacaan I : Keluaran 32:1-14 (dibaca oleh petugas)
Ptg: Demikianlah Sabda Tuhan
U : Puji Syukur kepada Allah
Ø    Bacaan Tanggapan:  Mazmur 106:1-6, 19-23
Ø    Bacaan II : Filipi 4:1-9
Pnt : Demikianlah sabda Tuhan
U   : Puji syukur kepada Allah
Ø    Bacaan Injil:  Matius 22:1-14
P : Demikianlah Injil Yesus Kristus
(menyanyikan PKJ 229:1-2) --  Berbahagia Orang-orang
P  : Berbahagia orang-orang yang mendengarkan firman-Nya.
U  : Haleluya, Haleluya! O, berbahagialah!
P  : Berbahagia orang-orang yang pelihara firman-Nya.
U : Haleluya. Haleluya! O, berbahagialah

-    Khotbah
-    Nyanyian respon:         Apakah Yang Kaulakukan (PKJ 213:1-2)   

PELAYANAN SAKRAMEN BAPTIS ANAK  (ibadah pk. 06.30 wib)
-    Pembacaan Pertelaan
-    Nyanyian :        Pandang, Ya Bapa, Dalam Rahmat-Mu (KJ 304:1)
-    Pelayanan Sakramen Baptis
-    Nyanyian :        Pandang, Ya Bapa, Dalam Rahmat-Mu (KJ 304:4)

PEMILIHAN CALON ANGGOTA MAJELIS
DOA BAPA KAMI (dinyanyikan oleh prokantor)
DOA SYAFAAT (Diawali dengan “Doa Seorang Anak”)

“Cita-Citaku”
Tuhan,
aku mempunyai banyak cita-cita
pernah mau jadi nakhkoda, pernah mau jadi pendeta,
kemarin mau jadi dokter, hari ini mau jadi penerbang,
pernah mau jadi petugas pemadam kebakaran,
pernah juga mau menjadi insinyur pertambangan.Cita-citaku ada segudang,
tetapi kalau orang bertanya aku mau jadi apa,
aku malah bingung.
Sering kali aku tidak tahu
Mau menjadi apa kalau sudah besar nanti.
Menurut Tuhan sebaiknya aku menjadi apa?
Kalau kutanya mama,
ia cuma tersenyum dan berkata: “Pokoknya jadi orang berguna”
Kalau kutanya papa,
ia menjawab: “Kamu jadi orang pandai dan berguna”
Tetapi apakah itu artinya?
Tuhan,
bersalahkan aku mempunyai banyak cita-cita?
Apakah cita-citaku cukup satu saja?
Apakah aku ini tukang mimpi?
Apakah aku berangan-angan muluk dan tinggi?
Tuhan,
Rupanya aku terlalu membayangkan urusan nanti.
Mungkin lebih baik aku mengerjakan urusan hari ini.
Hari ini ada banyak pekerjaan rumah.
Kata ibu guru ini persiapan untuk ujian.
Tuhan,
aku ingn naik kelas dan lulus ujian,
aku ingin menjadi murid yang pandai.
Mungkin ini yang perlu menjadi cita-citaku sekarang.
Kalau sudah besar menjadi apa,
itu urusan yang masih lama.
Sekarang lebih baik menyelasaikan tugas hari ini,
yaitu membuat pekerjaan rumah
sesuai petunjuk ibu guru.
Tuhan,
aku belum tahu mau jadi apa nanti,
tetapi tolonglah aku hari ini
mengerjakan semua soal pekerjaan rumah
tanpa ada satu pun yang salah.
Terima kasih Tuhan.                       
(Sumber:  Andar Ismail.  “Selamat Berteduh”  BPK Gunung Mulia)

(Doa dilanjutkan oleh Pengkhotbah)

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)
U: Dengarkanlah permohonan kami. Amin.    PADUAN SUARA:
-     PS Penggilingan – pk. 06.30 wib
-     PG Serafim  -- pk. 17.00 wib

PERSEMBAHAN
-    Ayat Penghantar:   Mazmur 75:2   
-    Nyanyian:     Hidup Kita Yang Benar (KJ 450:1-3)
-    Pengedaran kantong
-    Nyanyian (Umat berdiri) :  Hidup Kita Yang Benar (KJ 450: 4-5)
-    Doa

NYANYIAN             Mengucap Syukurlah (KJ 444) 2x   

PENGAKUAN IMAN RASULI

BERKAT
P :   TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.  (Bil. 6:24-26).
U :  Amin. Syukur kepada Allah

NYANYIAN             Inilah Rumah Kami   (PKJ 288:1-4)
SAAT TEDUH
PENUTUP
-    Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah
-    Lonceng Berbunyi
-    Pengkhotbah & Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

Komibdh/gkjjkt/2014I

11 Oct 2014 ,written by Nikimaserika
 

Bagai Bermain Layang-layang (WG-12-10-14)

Pada suatu hari saya memperhatikan anak-anak yang sedang bermain layang-layang. Mulai dari usaha mereka supaya layang-layang naik terbawa angin. Mereka mulai menarik benang layang-layang secara perlahan-lahan, bahkan dengan berlari-lari kecil, hingga layang-layang mulai terangkat dan  benang ditarik-tarik sambil sedikit demi sedikit diulur dan akhirnya layang-layang mulai naik dibawa oleh angin. Ketika layang-layang mulai tinggi, benang terus diulur sambil ditarik-tarik mengatur gerak layang-layang mengikuti arah angin. Benang terus diulur hingga layang-layang melayang begitu tinggi dan gerakannya sudah stabil sesuai gerakan angin. Saya memperhatikan anak-anak tetap memegang benang dan sedikit-sedikit menarik benang. Saat layang-layang sudah terbang begitu tinggi dan tenang, anak-anak tetap memegang benangnya. Saya berpikir, mengapa benang harus terus dipegang, bisa saja benang diikat pada sebuah batu atau tonggak dan mereka menikmati gerakan layang-layang ke kanan dan ke kiri ditiup angin. Dengan begitu mereka tidak harus lelah berdiri dan terus memegangi layang-layang. Tiba-tiba seorang anak berteriak kuat dengan penuh kekesalan karena layang-layangnya hilang. Apa yang terjadi? Ah…ternyata anak itu melakukan seperti yang saya bayangkan. Dia menahan kaleng tempat gulungan benang dengan batu dan ia asyik ngobrol dengan temannya. Tiba-tiba angin kencang menarik kuat layang-layang hingga benang terhempas bersama layang-layang. Tak lama kemudian suasana menjadi riuh, anak-anak terteriak-teriak. Ternyata ada layang-layang dari tempat rombongan lain yang berusaha memutuskan benang layang-layang seorang anak. Anak itu terus menarik dan mengulur benang berulang-ulang. Saya tidak paham, apakah ia berusaha untuk melepaskan layang-layangnya dari benang yang hendak memutuskan benangnya ataukah ia sedang berusaha agar benang lawannya yang putus. Tapi yang jelas ia sedang berupaya fokus dengan layang-layangnya dengan riuh disemangati suara teman-temannya. Akhirnya ia bisa membebaskan diri dari benang lawan dan ia bersorak girang disertai sorak sorai dari teman-teman sebagai tanda selamat. Dari peristiwa itu saya menjadi paham, mengapa benang layang-layang terus dipegang dan dijaga, terus diulur dan ditarik juga digerakan sesuai gerakan arah angin. Semua itu dilakukan untuk menjaga agar layang-layang tetap melayang dengan indahnya di udara.

Saya bayangkan cara orangtua dalam mendampingi dan mendidik anak, bagaikan bermain layang-layang. Mulai dari berusaha membuat layang-layang terbang di udara dan akhirnya membiarkan layang-layang meliuk-meliuk dengan bebas dibawa oleh angin, tetapi jangan pernah melepaskan benangnya. Harus tetap siaga karena angin bisa tiba-tiba datang membawa terbang jauh dan layang-layang bisa hilang. Juga bisa saja ada bahaya berupa benang layang-layang lain tersangkut atau dengan sengaja ingin memutuskannya. Orangtua memberikan keleluasaan pada anak-anak untuk berkarya, berkreasi dan berekspresi, tetapi tetap menjaganya apakah harus diulur atau ditarik benangnya. Demikianlah cara Tuhan dalam menjaga kita, umat pilihan-Nya. Ia memberikan kebebasan kepada kita, tetapi Ia juga tetap mengingatkan, menegur bahkan menyatakan murka-Nya jika kita bersikap tidak sesuai kehendak-Nya. Ia tetap memegang kita, mengulur dan menarik agar tetap meliuk dengan indah, bagaikan bermain layang-layang.

Pdt. Neny Suprihartati

11 Oct 2014 ,written by Nikimaserika
 

TATA IBADAH HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA DAN HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA (HPII DAN HPKD) TEMA: MENERIMA KRITIK Minggu, 5 Oktober 2014

------------------------------------------------------------------------------------------------

PERSIAPAN
-    Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.
-    Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.
-    Lonceng 1x berbunyi
-    Pembacaan warta gereja
-    Saat Teduh
-    Lonceng berbunyi 3x, umat berdiri.
-    Seorang anggota Majelis menyalakan Lilin Ibadah.
-    Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah
-    Penyerahan Alkitab dan pengkhotbah menuju ke mimbar

PERSIAPAN HATI
Menyanyi KJ. No. 10:1-2  “PUJILAH TUHAN, SANG RAJA”

Pujilah Tuhan, Sang Raja yang Maha mulia !
Segenap hati dan jiwaku, pujilah Dia!
Datang berkaum, b’rilah musikmu bergaung
Angkatlah  puji-pujian !

Pujilah Tuhan, segala kuasa padaNya!
Sayap kasihNya yang aman mendukung anakNya!
Tiada terp’ri yang kepadamu dib’ri   
Tidakkah itu kaurasa ?

TAHBISAN DAN SALAM
PF         :    Dengan nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Tuhan menyertai saudara sekalian.
Jemaat :    Dan Menyertai Saudara Juga!

NAS PEMBIMBING  (umat duduk)
PF         :    Yohanes 10 : 14 – 15

NYANYIAN BERSAMA KJ 144b:1- 2 “SUARA YESUS KU DENGAR”

Suara Yesus kudengar, “Hai mari yang penat,
Serahkanlah kepadaKu bebanmu yang berat”
Kepada Yesus, Tuhanku, ‘ku datang berserah;
Jiwaku yang letih lesu dibuatNya lega.

Suara Yesus kudengar, “Yesus haus, datanglah,
Dan air hidup Kuberi, hai mari, minumlah”
Kepada Yesus, Tuhanku, ‘ku datang berserah;
Kudapat air Alhayat dan hidup dalamNya.

PENGAKUAN DOSA
PF    :    Jikalau kita mengatakan bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran itu tidak ada  pada kita. Oleh karena itu, marilah kita mengakui dosa kita di hadapan Tuhan : ...

Menyanyi KJ. No.29:1-2 “DI MUKA TUHAN YESUS”

Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku
Kubawa dosa –dosaku di muka Tuhan Yesus

Di muka Tuhan Yesus tersungkur kar’na dosaku,
Kubuka kerinduanku di muka Tuhan Yesus

BERITA ANUGERAH ALLAH  (Umat berdiri)
PF    :    Dengarlah berita anugerah Allah:  Mazmur 103:8-12

Menyanyi KJ.No.395:1, 2 “BETAPA INDAH HARINYA”
Betapa indah harinya saat kupilih Penebus.
Alangkah sukacitanya, ‘ku memb’ritakannya terus
Reff.
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.
‘Ku diajari Penebus berjaga dan berdoa t’rus,
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.

Betapa indah janjiNya yang t’lah mengikat hatiku;
Kub’ri kasihku padaNya serta menyanyi bersyukur!
Reff…

PELAYANAN FIRMAN  (Umat duduk)
-    Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus
P : ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa
U: Amin
-    Pembacaan Alkitab
Ø    Bacaan I           : Keluaran 20:1-4, 7-9, 12-20
PP: Demikianlah Sabda Tuhan
U : Puji Syukur kepada Allah
Ø    Bacaan Tanggapan : Mazmur 19 (dinyanyikan dari PKJ 132:1-2)
Ø    Bacaan II    :  Filipi 3:4b-14
Pnt : Demikianlah sabda Tuhan
U   : Puji syukur kepada Allah
Ø    Bacaan Injil : Matius 21:33-46
P :     Demikianlah Injil Yesus Kristus. “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya. Haleluya.”
(Luk 11:28)
U : (menyanyikan “Haleluya” KJ 473a)
-    Khotbah

PADUAN SUARA:  P.S. Ibu Sarah (pk. 17.00 wib)

DOA SYUKUR DAN SYAFAAT

PENGAKUAN IMAN RASULI   (Umat berdiri)

PELAYANAN PERJAMUAN KUDUS

Kata – Kata Penetapan
PF    :    Dengarkanlah bagaimana Perjamuan Kudus ditentukan oleh Tuhan kita Yesus Kristus, seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 11 : 23 – 26 :
“Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus pada malam waktu Ia diserahkan mengambil roti dan sesudah itu Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuhku, yang diserahkan  bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan akan Aku!”. demikian juga ia mengambil cawan, sesudah makan lalu berkata: Cawan ini adalah perjanjian  baru yang dimateraikan oleh darahKu; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan meminum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang”.

Jemaat     :    KJ 460 : 1 “JIKA JIWAKU BERDOA”

Jika jiwaku berdoa kepadaMu, Tuhanku,
Ajar aku trima saja pemberian tanganMu
Dan mengaku, s’perti Yesus di depan sengsaraNya :
Jangan kehendakku Bapa kehendakMu jadilah.

Penjelasan Tentang Arti Perjamuan Kudus :
PF    :    Tuhan sendiri telah menentukan Perjamuan Kudus itu sebagai peringatan akan Dia. Kita tujukan pikiran kita kepada Tuhan Yesus dan mengingat bahwa Ia telah diutus oleh BapaNya ke dalam dunia ini dan menjadi sama dengan manusia dalam segala hal, kecuali dosa.
Ia telah menanggung kutuk dosa dari permulaan sampai akhir hidupNya.  Ia telah menanggung sengsara pedih, sehingga Ia berdoa kepada BapaNya di sorga : “Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu; tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki melainkan seperti yang Engkau kehendaki”.
Ia harus minum habis cawan itu dan harus diikat, supaya kita dilepaskan.
Ia dihukum mati, supaya kita yang bersalah dibebaskan di hadapan tahkta penghukuman Allah.
Ia telah menanggung segala kutuk kita di kayu salib supaya kita dipenuhi dengan berkatNya.
Ia ditinggalkan Allah, supaya kita tidak pernah ditinggalkan olehNya. Dan Ia telah menyelesaikan pekerjaanNya waktu berkata : “Sudah selesai !” dan menyerahkan nyawaNya.
Tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya di dalam Nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa.
Setiap kali kita makan roti dan minum air anggur dalam perjamuan Tuhan sebagai peringatan akan Dia, kita menerima itu sebagai suatu tanda dan materai kasih setiaNya kepada kita.
Kita memperoleh ketentuan di dalam iman, bahwa Ia telah menyerahkan tubuhNya dan menumpahkan darahNya di atas kayu salib, supaya kita diselamatkan dan memperoleh hidupnya yang kekal. Hal ini adalah benar, seperti yang kita lihat, bahwa roti dipecahkan dan anggur ditumpahkan, lalu kita makan dan minum, sebagai peringatan akan Dia.
Demikian arti Perjamuan Kudus itu : bahwa Tuhan kita Yesus Kristus, telah selesai mengadakan penyucian dosa oleh pengorbananNya di atas kayu salib. Sesudah itu Ia naik ke sorga, dari mana ia telah mencurahkan RohNya yang Kudus, agar supaya kita dapat hidup dengan Dia dalam persekutuan yang  benar. Lagi pula ia menghubungkan kita seorang dengan yang lain dalam kasih yang benar, yang patut kita aktakan bukan saja dengan perkataan tetapi juga dengan perbuatan.

Jemaat     :     Menyanyi KJ 361 : 1 “DI SALIBMU KU SUJUD”

Di salibMu ‘ku sujud, miskin , buta dan lemah;
Yesus, Kau harapanku, agar aku s’lamatlah
Reff.
‘Kupercaya padaMu, Anak domba Golgota.
Di salibMu ‘kusujud: diriku s’lamatkanlah!

Berdoa   
PF     :    Ya Allah, Bapa kami di sorga, kami mohon kepadaMu supaya di dalam Perjamuan Kudus ini Engkau bekerja melalui kuasa Roh Kudus-Mu di dalam hati kami semua yang hadir di sini, agar kami menyerahkan diri dengan penuh kepercayaan kepada AnakMu Yesus Kristus Tuhan kami.
Kenyangkanlah dan segarkanlah hati kami lewat perjamuan ini. Kuatkanlah kami agar kami tidak hidup di dalam dosa, melainkan supaya Kristus hidup dalam kami dan kami di dalam Dia.
Berikanlah kepada kami iman yang teguh, bahwa Tuhanlah Bapa Yang Murah Hati, yang tidak menghendaki kami binasa. Karuniakanlah anugerahMu supaya kami mendapat penghiburan untuk memikul salib kami karena Kristus dan untuk menyangkal diri kami dan mengaku Dikau sebagai Juruselamat kami. Kiranya kami selalu mempertaruhkan pengharapan kami kepadaMu, baik dalam suka cita maupun dalam duka cita, sambil menantikan kedatangan Yesus Kristus di dalam kemuliaanNya. Amin.

NYANYIAN BERSAMA KJ 33 : 1, 2 “SUARAMU KUDENGAR”
(Sementara itu Pengkhotbah turun dari mimbar
dan Majelis mempersiapkan meja perjamuan)

SuaraMu kudengar memanggil diriku
Supaya ‘ku di Golgota dibasuh darahMu!
Reff.
Aku datanglah, Tuhan, padaMu;
Dalam darahMu kudus sucikan diriku.

Kendati ‘ku lemah, tenaga Kauberi;
Kau hapus aib dosaku, hidupku pun bersih.
Reff…

Undangan
PF    :      Supaya kita dipelihara oleh roti sorgawi, Yaitu Yesus Kristus, maka janganlah kita melekat pada roti dan anggur yang kelihatan ini, melainkan hendaklah kita dengan iman yang sungguh mengangkat hati kita kepada Yesus Kristus, Tuhan kita. “MARILAH KARENA SEGALA SESUATU SUDAH SEDIA !”
Doa
PF    :     Ya TUHAN, kasihanilah kami, orang-orang yang berdosa ini. Amin.

Pembagian Roti Dan Anggur
PF     :    (Sambil mengangkat dan memecahkan roti)
Roti yang dipecah-pecahkan ini adalah persekutuan dengan Tubuh Kristus.

AMBILLAH,...... Makanlah kamu sekalian, ingat dan percayalah bahwa Tubuh Tuhan kita Yesus Kristus telah dipecahkan sebagai jalan keampunan dosa.

(Selesai makan roti, Khadim mengambil cawan anggur, mengangkatnya)
Cawan minuman syukur ini adalah persekutuan dengan darah Kristus.

AMBILLAH, ...... Minumlah kamu sekalian, ingat dan percayalah bahwa darah Tuhan kita Yesus Kristus telah ditumpahkan sebagai jalan keampunan dosa.

(sesudah semua selesai minum anggur, Khadim membaca beberapa ayat dari kitab Mazmur)

PERSEMBAHAN
Jemaat    :    Menyanyi KJ 368 : 1, 3 dan 4 “PADA KAKI SALIBMU”
(Sementara itu Kantong Persembahan dijalankan)

Pada kaki salibMu, Yesus , ‘ku berlindung;
Air hayat Golgota pancaran yang agung.
Reff.
SalibMu, salibMu yang kumuliakan 
Hingga dalam sorga k’lak ada perhentian

Pada kaki salibMu kasihMu kut’rima;
Sinar Bintang Fajar t’rang yang memb’ri cahaya. 
Reff…


Pada kaki salibMu kuingat kurbanMu
Dalam jalan hidupku kukenang selalu. 
Reff…
DOA SYUKUR
PF    :    Ya Allah, Bapa Yang Mahakuasa dan Yang Kekal, dengan segenap hati kami bersyukur kepada-Mu sebab oleh kemurahan-Mu yang besar, Engkau telah mengaruniakan kepada kami Anak-Mu yang Tunggal Yesus Kristus, supaya kami beroleh keampunan dosa.
Di dalam Perayaan Perjamuan Kudus ini kami telah kembali mengingat serta menghayati sengsara dan kematian Tuhan Yesus Kristus dan oleh kuasa Roh Kudus-Mu, iman kami dan persekutuan kami dengan Kristus telah dikuatkan.
Kami mohon semua ini di dalam nama Tuhan kami Yesus Kristus, yang telah mengajar kami berdoa: BAPA KAMI YANG ADA DI SORGA ......

PENGUTUSAN DAN BERKAT    (Umat berdiri)

Menyanyi  KJ 400: 1, 4 “KUDAKI JALAN MULIA”

Kudaki jalan mulia; tetap doaku inilah:
“Ke tempat tinggi dan teguh, Tuhan mantapkan langkahku!”

Reff.
Ya Tuhan, angkat diriku lebih dekat kepadaMu;
Di tempat tinggi dan teguh, Tuhan mantapkan langkahku!

Ingin kucapai puncak t’rang yang paling agung cemerlang.
Ya Tuhan, bombing diriku makin dekat kepadaMu. Reff…

PF    :    Pulanglah dengan damai sejahtera dan terimalah berkat Tuhan dalam perjalanan hidupmu :
“Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, kasih Allah Bapa, persekutuan dengan Roh Kudus, menyertai kamu sekalian. Amin”.
Jemaat:  Menyanyi KJ 478 c) “AMIN”

PENUTUP
-    Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah
-    Lonceng Berbunyi
-    Pengkhotbah & Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar


(Menggunakan Tata Ibadah Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud)

04 Oct 2014 ,written by Nikimaserika
 

Mari Berpikir Positif

Ada pohon mawar sedang berbunga. Bunga mawarnya sedang merekah, begitu indah. Pohon mawar itu dikelilingi oleh semak belukar berduri.
Orang yang berpikir  negatif akan menyesali dan mengatakan: "Sayang sekali bunga mawar seindah itu dikelilingi semak belukar berduri."
Sedangkan orang yang berpikir positif akan mensyukuri dan mengatakan: "Betapa indahnya alam ini. Di antara semak berduri, tumbuh pohon mawar dengan bunganya yang sangat indah."

Dari keadaan yang sama bisa terjadi respon yang berbeda tergantung dari cara pandang dan pola pikir.
Kita tidak jarang mendengar perkataan: "masalah buat elo..." atau "emang gue pikirin..." atau "ya itu emang gue, kalau nggak gitu ya bukan gue...". Perkataan-perkataan semacam itu biasanya merupakan respon ketika orang mendapat teguran atau kritik.

Orang yang berpikir negatif, sulit untuk menerima saran, teguran maupun kritik dari orang lain sehingga muncullah perkataan- perkataan tersebut. Tetapi orang yang berpikir positif akan dengan senang hati menerima saran, teguran dan kritik dengan respon: "terima kasih sarannya..." atau "terima kasih sudah mengingatkan/menegur saya...".

Bangsa Israel berpikir negatif tentang Allah Israel, yang membebaskan mereka. Mereka berpikir bahwa Allah adalah Allah yang bisa menggunakan kekuasaanNya dengan sewenang- wenang, sehingga mereka katakan kepada Musa: "Engkaulah yang berbicara kepada kami, sebab jika Allah yang berbicara maka kami mati". Begitu juga dengan para pekerja kebun yang berpikir negatif tentanng tuannya, sehingga mereka membunuh semua orang suruhan tuannya. Bahkan terhadap anak tuannya, mereka berpikir negatif sehingga dibunuh juga.

Marilah kita berpikir positif, sehingga kita dapat menerima setiap saran, teguran dan kritik sebagai sesuatu yang baik untuk hidup kita. Bahkan kita juga berpikir positif bahwa Allah memakai banyak cara dan banyak orang untuk memberi saran, teguran dan kritik kepada kita. Dengan demikian kita mampu melihat keindahan bunga mawar di antara semak duri; mampu melihat keindahan hidup kita di tengah berbagai persoalan yang berat.

NSR/X/2014

04 Oct 2014 ,written by Nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU, 28 SEPTEMBER 2014

TATA IBADAH MINGGU
BULAN KATEKESE LITURGI GKJ – BULAN ALKITAB
GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA
Minggu, 28 September 2014
Tema: “Mengenal Kuasa Allah Dalam Kerendahan Hati”


PERSIAPAN
-    Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.
-    Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.
-    Lonceng 1x berbunyi
-    Pembacaan warta gereja
-    SaatTeduh
-    Lonceng berbunyi 3 x, umat berdiri.
-    Seorang anggota Majelis menyalakan Lilin Ibadah.
-    Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah
-    Penyerahan Alkitab dan pengkhotbah menuju ke mimbar

VOTUM
P    : Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan
bumi. (Maz 124:8)
U    : (Menyanyikan “Amin,Haleluya!” NKB 226)

SALAM
P    : Kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan Allah, Bapa kita dan dari putra-Nya,
Yesus Kristus menyertai Saudara sekalian.
U    : Juga beserta saudara

(menyanyikan Kidung Muda-Mudi 163: Bagimu Damai Sejaht’ra, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

NYANYIAN         Hai, Puji Nama-Nya (PKJ 55:1-5)
(Bait 1: Umat; bait 2: Prokantor; bait 3: Perempuan; bait 4: Laki-laki; bait 5: Umat; Refrein: Semua)

PENJELASAN TEMA  (Umat Duduk)
P:    Minggu terakhir dari bulan Katekese Liturgi ini didedikasikan sebagai hari doa bagi petani dan lahan pertanian. Bagi petani – dan juga mahluk hidup pada umumnya, air merupakan bagian penting bagi keberlangsungan hidup. Kekeringan atau sebaliknya, banjir, tidak pernah kita harapkan untuk terjadi, namun tokh keduanya kerap kita alami. Sikap umat Israel ketika di Masa & Meriba acapkali merupakan cermin keseharian hidup kita. Bacaan hari ini akan menuntun kita untuk lebih mengenal kuasa dan pemeliharaan Allah. Persoalannya sederhana: apakah kita cukup rendah hati untuk mengenal-Nya?

NYANYIAN        Apakah Yang Kaulakukan (PKJ 213:1-2)

HUKUM KASIH
Pnt : Ulangan 6:4-5

NYANYIAN         Kasihanilah Aku Yang Lemah (PKJ 40:1-2)
(Bait 1: Prokantor; bait 2: Umat)

BERITA ANUGERAH & PETUNJUK HIDUP BARU
P: Zakharia 10:1 dan Ulangan 6:16

NYANYIAN (Umat Berdiri)    SabdaTuhan Allah (KJ 52:1-3)

PELAYANAN FIRMAN  (Umat Duduk)
-    Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus
P : ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa
U: Amin
-    PembacaanAlkitab
Ø    Bacaan I :     Keluaran 17:1-7
PP: Demikianlah Sabda Tuhan
U : Puji Syukur kepada Allah
Ø    Bacaan Tanggapan: Mazmur 78:1-4; 12-16
Ø    Bacaan II  :    Filipi 2:1-13
Pnt : Demikianlah sabdaTuhan
U   : Puji syukur kepada Allah
Ø    Bacaan Injil: Matius 21: 23-32
P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. “Yang berbahagiaialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya. Haleluya.”(Luk 11:28)
U : (menyanyikan “Haleluya, PujilahTuhanmu” PKJ 295)

-    Khotbah
-    Nyanyian respon:     Manusia Yang Meluku (KJ 335:1-3)   

PELEPASAN & PENEGUHAN ANGGOTA MAJELIS        (Ibadah pk. 06.30 wib)
-    Pembacaan Pertelaan
-    Pelepasan Anggota Majelis yang Lereh
-    Pembacaan Pertelaan Peneguhan
-    Pengucapan Janji Anggota Majelis Baru
-    Nyanyian :         Pada-Mu, Yesus, Kami Serahkan  ( KJ 319:1-3)
-    Pelayanan Berkat
-    Penandatanganan PPA GKJ
-    Penyampaian Panggilan Pelayanan
-    Penyerahan kepada Jemaat

DOA BAPA KAMI (diakhiri doxologi KJ 475)
DOA SYAFAAT
P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)
U: Dengarkanlah permohonan kami. Amin.

PADUAN SUARA
-    Swara Kemuliaan & PS Gita Pradata – pk. 06.30 wib
-    PS Cipinang Muara – pk. 17.00 wib
PERSEMBAHAN
-    Ayat Penghantar:     Yeremia 5:24   
-    Nyanyian:         Aku Melangkah Ke Rumah Tuhan (PKJ 145:1-2)
-    Pengedaran kantong
-    Nyanyian (Umat berdiri : Aku Melangkah Ke Rumah Tuhan (PKJ 145:3-4)
-    Doa

NYANYIAN         Tahukah Kamu Jumlah Bintang (KJ 68:1-2)   
PENGAKUAN IMAN RASULI
BERKAT
P : TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.  (Bil. 6:24-26)
U : Amin. Syukur kepada Allah

NYANYIAN         Tahukah Kamu Jumlah Bintang  (KJ 68:3)   
SAAT TEDUH
PENUTUP
-    Pengkhotbah turun mimbar
-    Penyerahan Alkitab|
-    Seorang  Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah
-    Lonceng  Berbunyi
-    Pengkhotbah & Anggota Majelis menuju pintu keluar

Komibdh/gkjjkt/2014

28 Sep 2014 ,written by Nikimaserika
 


Page 8 of 10