• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

Cinta Uang

SATUHARAPAN.COM – Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (1Tim. 6:9-10). Apa yang hendak dikatakan Paulus di sini?

 

Pertama, uang atau kekayaan bersifat netral pada dirinya sendiri. Tetapi, menjadi tidak netral, malah berbahaya, tatkala uang menjadi tuan atas diri kita. Tak salah menjadi kaya, tetapi menjadi masalah tatkala kekayaan itu malah membuat kita terikat, bahkan bergantung total, kepadanya.

 

Serikat Yesuit mempunyai istilah yang bagus untuk hal ini: kelekatan. Kelekatan pada sesuatu akan membuat seseorang menjadi jauh dari Tuhan. Itulah yang ditekankan Paulus: ”Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman”.

 

Ingatlah kisah Yudas Iskariot. Bunda Teresa pernah berkata, ”Cinta akan uanglah yang membuat Yudas mengkhianati gurunya!”

 

Kedua, uang bukan sumber hidup kita! Orang kadang berpikir tak bisa hidup tanpa uang. Benarkah orang tak bisa hidup tanpa uang? Apakah Saudara pernah kehausan di puncak gunung? Di sana uang tak ada artinya.

 

Ketiga, uang hanya alat, bukan tujuan. Uang hanyalah sarana. Oleh karena itu, kita perlu mengelolanya, menguasainya, dan bukan sebaliknya. Nah, ini persoalannya, kadang orang berpikir bahwa dia menguasai harta, tetapi sering kali, malah dikuasai harta. Pengkhotbah jelas menyatakan: ”Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya.”

(Pkh. 5:9).

 

Bahkan, lagi-lagi menurut Paulus, beberapa orang telah menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Ingatlah Paman Gober, dalam Majalah Donald Bebek, yang tidak bisa tidur karena takut orang mencuri hartanya.

 

Menjadi kaya bukan soal, cinta uanglah yang merupakan masalah utama manusia. Persoalan utama bukanlah pada uang itu sendiri, tetapi pada cinta akan uang. Dan ketika orang cinta akan uang, pada titik itulah dia telah menjadi hamba uang.

Yoel M. Indrasmoro
24 Sep 2016 ,written by Nikimaserika
 

TATA IBADAH BULAN KATAKESE LITURGI GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA Minggu, 25 September 2016

Tema: “Beribadah Yang Disertai Rasa Syukur”

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng berbunyi

Seorang anggota Majelis membacakan warta gereja

Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan ”Hai Mari Sembah” (NKB 2:1-2)

Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Pendamping Pengkhotbah, Pengkhotbah dan anggota Majelis masuk ruang ibadah

 

VOTUM Umat Berdiri

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U:    (Menyanyikan “Amin, Amin, Amin” KMM 174) 3x

 

SALAM

P : Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. (Ef 6:23)

U : Dan besertamu juga

NYANYIAN: Hai Mari Sembah (NKB 2:3-5)

Umat Duduk

KATA PEMBUKA

Pnt : Saudara-saudara, minggu ini adalah Minggu Biasa XXVI, minggu penutupan Bulan Katakese Liturgi, yang dipersembahkan Gereja-gereja Kristen Jawa. Tema Minggu ini “Ibadah Yang Disertai Rasa Syukur”, mengajak kita untuk senantiasa bersyukur dengan pemberian Tuhan. Orang mampu bersyukur bukan hanya karena kekayaan tetapi karena kecukupan yang Tuhan berikan. Kekayaan yang Tuhan berikan kepada seseorang memiliki maksud agar orang tersebut dapat mencukupkan orang lain. Itulah ibadah yang disertai rasa syukur.

 

HUKUM KASIH

Pnt: 1 Yohanes 4:7-11

NYANYIAN: Tolong Aku, Tuhan (KJ 462:1-4)

BERITA ANUGERAH

P : 1 Timotius 6:12

 

NYANYIAN: Bersukacitalah Selalu

(Umat berdiri dan saling bersalaman)

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I: Amos 6:1a, 4-7

Ptg: Demikianlah Sabda Tuhan

U   : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan Tanggapan: Mazmur 146

& Bacaan II : 1 Timotius 6:6-19

& Bacaan  III: Lukas 16:19-31

P: Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U : (menyanyikan “Haleluya” KJ 473b)

Y Khotbah

Y Nyanyian respon: Lawanlah Godaan (KJ 436:1-3)

DOA UMAT (SYAFAAT)

PADUAN SUARA :  Andang & Dita   ---  pk. 06.30 wib

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar: Matius 6:25-26

- Nyanyian: Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu (KJ 439: 1-3)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri): Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu (KJ 439:4)

- Doa

 

NYANYIAN: Marilah, Marilah, Hai Saudara  (KJ 338:1-2)

DOA BAPA KAMI    (umat tetap berdiri, berdoa dengan bergandengan tangan)

PENGAKUAN IMAN RASULI

PENGUTUSAN

P : Pergilah dan jadikanlah sepanjang hidupmu sebagai ibadah kepada Tuhan.

U : Kami akan senantiasa menjadikan hidup kami sebagai ibadah kepada Tuhan.

P : Nyatakanlah kasih kepada sesama bukan hanya dengan perkataan tetapi juga dengan perbuatan.

U : Kami akan beribadah kepada Tuhan, dengan mengasihi sesama.

P : Berikanlah dirimu sebagai persembahan kepada Tuhan, itulah ibadah yang sejati.

U : Kami akan memberikan diri kami untuk menanggung segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

(1 Kor 13:7)

P : Terimalah berkat Tuhan:

 

BERKAT

P :  TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

NYANYIAN: Marilah, Marilah, Hai Saudara (KJ 338:3-4)

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

- Seorang anggota Majelis mematikan lilin ibadah

- Lonceng berbunyi

- Pendamping Pengkhotbah dan Pengkhotbah keluar ruang ibadah

Sin-gkj/komibdh-gkjjkt/09/’16

24 Sep 2016 ,written by Nikimaserika
 

BACAAN ALKITAB 19-25 September 2016

 

Senin, 19 September 2016

2 Raja-raja 5:1-19; Mazmur 57;

1 Kor.4:8-21; Matius 5:21-26

 

Selasa, 20 September 2016

2 Raja-raja 5:20-27; Mazmur 54;

1 Kor.5:1-8; Matius 5:27-37

 

Rabu, 21 September 2016

2 Raja-raja 6:1-23; Mazmur 65;

1 Korintus 5:9-6:11; Matius 5:38-48

 

Kamis, 22 September 2016

2 Raja-raja 9:1-16; Mazmur 143;

1 Kor.6:12-20; Matius 6:1-6, 16-18

 

Jumat,  23 September 2016

2 Raja-raja 9:17-37; Mazmur 88;

1 Kor.7:1-9; Matius 6:7-15

 

Sabtu, 24 September 2016

2 Raja-raja 11:11:1-20a; Mazmur 122;

1 Kor.7:10-24; Matius 6:19-24

 

Minggu, 25 September 2016

Amos 6:1a, 4-7; Mazmur 146;

1 Tim.6:6-19; Lukas 16:1-3

17 Sep 2016 ,written by Nikimaserika
 

TATA IBADAH BULAN KATEKESE LITURGI GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA Minggu, 18 September 2016

Tema: “Liturgi: Peduli Pada yang Membutuhkan”

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng berbunyi

Seorang anggota Majelis membacakan warta gereja

Lonceng berbunyi, umat berdiri dan menyanyikan “Haleluya! Pujilah” (KJ 1:1-2)

Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Pendamping Pengkhotbah, Pengkhotbah dan anggota Majelis masuk ruang ibadah

 

VOTUM (Umat Berdiri)

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U: (Menyanyikan “Amin, Amin, Amin” KMM 174) 3x

 

SALAM

P : Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. (Ef 6:23)

U : dan beserta saudara juga

 

NYANYIAN Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan (PKJ 14)

Umat Duduk

KATA PEMBUKA

Pnt : Saudara-saudara, minggu ini adalah Minggu Biasa XXV, minggu ketiga di bulan September, yang dipersembahkan Gereja-gereja Kristen Jawa sebagai  Bulan Katekese Liturgi. Tema Minggu ini “Liturgi: Peduli Pada yang Membutuhkan”, mengajak kita untuk menjadikan hidup kita sebagai ibadah dengan tidak mementingkan diri sendiri, melainkan bersedia untuk peduli kepada mereka yang membutuhkan doa, sapaan, perhatian, pembelaan, dan kasih.

 

TELADAN KASIH

Pnt : Yohanes 13:13-17

 

DOA PENYESALAN

Pnt : Ya Bapa, melalui Putera-Mu, Engkau menganugerahkan kepada kami perintah mulia supaya karya penyelamatan-Mu terus berlangsung. Namun, karena dosa dan kelemahan kami, seringkali kami tidak menaati perintah-Mu. Bukan hidup penuh kasih yang kami lakukan, tetapi sering menindas dan meminggirkan orang lain. Mereka yang lebih lemah dari kami sering menjadi sasaran untuk kami tindas. Mereka yang tidak sepaham dengan kami, seringkali kami pinggirkan. Ya TUHAN, ampunilah kami dengan belas kasihan-Mu.

U : [menyanyikan KJ 39:1]

Ku diberi belas kasihan, walau tak layak hatiku,

Tadi ku angkuh, kini heran: Tuhan besarlah rahmat-Mu!

Kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia,

Kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia

 

Pnt : Ya Bapa, betapa pun hinanya diri kami, karena pikiran, perkataan dan perbuatan kami yang nista, janganlah kiranya kasih-Mu menjauh dari kami. Karena kami tidak bisa hidup tanpa belas kasih-Mu. TUHAN, kasihanilah kami.

U : [menyanyikan KJ 39:5]

Ya Tuhan, jangan ambil rahmat yang Kauberi kepadaku,

Karna dengannya aku slamat sampai ke dalam rumah-Mu:

Di sana kumuliakanlah rahmat-Mu slama-lamanya,

Di sana kumuliakanlah rahmat-Mu slama-lamanya!

Pnt+U : Amin

 

BERITA ANUGERAH

P : 1 Timotius 2:5-6

 

NYANYIAN Bersukacitalah Selalu

(Umat berdiri dan saling bersalaman)

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Mohon Penerangan Roh Kudus

P : “Engkau berbicara kepadaku, dan aku mendengarkan setiap perkataan-Mu. Aku milik-Mu, ya TUHAN Allah Yang Mahakuasa, karena itu perkataan-perkataan-Mu menyenangkan dan membahagiakan aku.” (Yeremia 15:16 – BIS)

Dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa...

U : Amin

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I:  Amos 8:4-8

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan Tanggapan:  Mazmur 113

& Bacaan II : 1 Timotius 2:1-7

Pnt/Dkn: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan  III:  Lukas 16:1-13

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U : (menyanyikan “Haleluya” PKJ 296)

 

Y Khotbah

Y Nyanyian respon: Aku Tuhan Semesta  (PKJ 177:1-3)

(Bait 1-3: Pengkhotbah & Prokantor; Ref.: Umat)

 

PELAYANAN SAKRAMEN BAPTIS ANAK & DEWASA (Ibadah Jam 06.30 wib)

- Pembacaan Pertelaan

- Nyanyian “Pandang, Ya Bapa, Dalam Rahmat-Mu” (KJ 304:1,4)

- Pelayanan Sakramen Baptis Anak

- Pembacaan Pertelaan

- Nyanyian  “Besar Untungku” (NKB 197:1,3)

- Pelayanan Sakramen Baptis Dewasa

DOA BAPA KAMI (Dinyanyikan. Umat berdiri & bergandengan tangan)

 

PENGAKUAN IMAN RASULI (Umat tetap berdiri)

DOA UMAT (SYAFAAT) (Umat Duduk)

 

PADUAN SUARA :

- Ibu Sutardi           --  pk. 06.30 wib

- PS Penggilingan  --  pk.  17.00 wib

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar: Matius 5:7

- Nyanyian: Apalah Arti Ibadahmu (PKJ 264: 1-2)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri) : Apalah Arti Ibadahmu (PKJ 264:3)

- Doa

 

NYANYIAN Marilah, Marilah, Hai Saudara (KJ 338:1-2)

BERKAT

P : Arahkanlah hatimu kepada Tuhan

U : kami mengarahkan hati kepada Tuhan

P : Rayakanlah liturgi kehidupan

U : kini dan selamanya

P : Terimalah berkat Tuhan

P :  TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

 

NYANYIAN Marilah, Marilah, Hai Saudara (KJ 338:3-4)

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

- Seorang anggota Majelis mematikan lilin ibadah

- Lonceng berbunyi

- Pendamping Pengkhotbah dan Pengkhotbah keluar ruang ibadah

 

Sin-gkj/Komibdh-gkjjkt/09/16

17 Sep 2016 ,written by Nikimaserika
 

Kecerdikan Sang Bendahara

SATUHARAPAN.COM – Bendahara dalam perumpamaan Yesus (Luk. 16:1-13) tak lagi pantas disebut bendahara. Dia tidak mengerjakan tugasnya dengan baik. Tak hanya lalai dalam perhitungan, dia sengaja menghamburkan harta majikan.

Dengan kata lain, bendahara itu telah mengangkat dirinya sendiri sebagai pemilik harta. Dia tak lagi menjadi pengelola, dia telah menjadi pemilik.

Di sinilah persoalan besar Sang Bendahara. Dia telah lupa, bisa jadi melupakan,  hakikat diri sebagai hamba. Tak hanya itu, dia malah mengangkat dirinya sendiri sebagai ”tuan”. Memang bukan tuan dalam arti sebenarnya. Tetapi, apa bukan tuan namanya jika dia merasa boleh menggunakan harta yang bukan miliknya sesuka hatinya? Dan dia siap dipecat!

Perumpamaan ini mengingatkan kita untuk menjalani tugas kehambaan kita dengan setia. Artinya, saya dan Saudara dipanggil untuk setia terhadap profesi yang kita emban. Sebab, profesi berarti kepercayaan.

 

Aksi

Jika begitu, mengapa Yesus memujinya? Yesus memuji kecerdikan Sang Bendahara karena dia mampu menyadari keberadaannya dan cekatan mengambil tindakan-tindakan nyata.

Dia ingin selamat. Itulah visinya sekarang. Agar tetap hidup, dia harus berbuat sesuatu. Demi mempertahankan hidupnya, dia mengambil jalan untuk mengambil hati orang-orang yang mempunyai utang terhadap tuannya. Dengan cara demikian, dia telah berupaya menyelamatkan nyawanya. Tindakannya itu membuat dia mempunyai piutang budi.

Kemungkinan besar Sang Bendahara ingin menghapus semua jejak kesalahannya. Bisa jadi, dia telah melakukan tindakan korup yang membuat dia kaya sendiri. Utang yang dihapuskannya itu, bisa jadi tidak masuk ke kantong tuannya, tetapi ke kantongnya sendiri. Dengan cara menguranginya kemungkinan besar dia sedang menghapus jejak kesalahannya.

Itu berarti, jejak kecurangannya terhapus sudah. Ini sama halnya orang yang mengembalikan uang yang dikorupsinya ke kas negara. Tujuannya, tentu saja agar mendapatkan pengampunan.

Kita memang tidak tahu bagaimana nasib bendahara itu selanjutnya, tetapi dengan semua tindakan itu agaknya dia hanya mengharapkan anugerah tuannya.

Ah, bukankah semua pengampunan—entah dari manusia, apa lagi Tuhan—memang anugerah belaka?

Yoel M Indrasmoro

Kecerdikan Sang Bendahara

 

SATUHARAPAN.COM – Bendahara dalam perumpamaan Yesus (Luk. 16:1-13) tak lagi pantas disebut bendahara. Dia tidak mengerjakan tugasnya dengan baik. Tak hanya lalai dalam perhitungan, dia sengaja menghamburkan harta majikan.

Dengan kata lain, bendahara itu telah mengangkat dirinya sendiri sebagai pemilik harta. Dia tak lagi menjadi pengelola, dia telah menjadi pemilik.

Di sinilah persoalan besar Sang Bendahara. Dia telah lupa, bisa jadi melupakan,  hakikat diri sebagai hamba. Tak hanya itu, dia malah mengangkat dirinya sendiri sebagai ”tuan”. Memang bukan tuan dalam arti sebenarnya. Tetapi, apa bukan tuan namanya jika dia merasa boleh menggunakan harta yang bukan miliknya sesuka hatinya? Dan dia siap dipecat!

Perumpamaan ini mengingatkan kita untuk menjalani tugas kehambaan kita dengan setia. Artinya, saya dan Saudara dipanggil untuk setia terhadap profesi yang kita emban. Sebab, profesi berarti kepercayaan.

 

Aksi

Jika begitu, mengapa Yesus memujinya? Yesus memuji kecerdikan Sang Bendahara karena dia mampu menyadari keberadaannya dan cekatan mengambil tindakan-tindakan nyata.

Dia ingin selamat. Itulah visinya sekarang. Agar tetap hidup, dia harus berbuat sesuatu. Demi mempertahankan hidupnya, dia mengambil jalan untuk mengambil hati orang-orang yang mempunyai utang terhadap tuannya. Dengan cara demikian, dia telah berupaya menyelamatkan nyawanya. Tindakannya itu membuat dia mempunyai piutang budi.

Kemungkinan besar Sang Bendahara ingin menghapus semua jejak kesalahannya. Bisa jadi, dia telah melakukan tindakan korup yang membuat dia kaya sendiri. Utang yang dihapuskannya itu, bisa jadi tidak masuk ke kantong tuannya, tetapi ke kantongnya sendiri. Dengan cara menguranginya kemungkinan besar dia sedang menghapus jejak kesalahannya.

Itu berarti, jejak kecurangannya terhapus sudah. Ini sama halnya orang yang mengembalikan uang yang dikorupsinya ke kas negara. Tujuannya, tentu saja agar mendapatkan pengampunan.

Kita memang tidak tahu bagaimana nasib bendahara itu selanjutnya, tetapi dengan semua tindakan itu agaknya dia hanya mengharapkan anugerah tuannya.

Ah, bukankah semua pengampunan—entah dari manusia, apa lagi Tuhan—memang anugerah belaka?

Yoel M Indrasmoro

17 Sep 2016 ,written by Nikimaserika
 


Page 8 of 38