• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

TATA IBADAH MINGGU GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA Minggu, 21 Agustus 2016

Tema Bulan Kebangsaan: “Doa Untuk Negeriku, Indonesia”

 

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pelayan Firman dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng berbunyi 1x

Pembacaan warta gereja

Tayangan video tokoh pahlawan nasional (Kristen)

Saat Teduh

Lonceng berbunyi 3x, umat berdiri

Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

Menyanyikan lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”

Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Penyerahan Alkitab dan Pengkhotbah menuju ke mimbar

 

VOTUM

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

(Maz 124:8)

U:    (Menyanyikan “Amin, amin, amin” KJ 478c)

 

SALAM

P: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan Allah, Bapa kita dan dari putra-Nya, Yesus Kristus menyertai Saudara sekalian.

U: Juga beserta saudara

 

NYANYIAN: Bersoraklah, Hai Alam Semesta (PKJ 6:1-2)

Umat Duduk

PERINTAH MENGASIHI

Pnt : Matius 7: 12

 

NYANYIAN: Meski Tak Layak Diriku (KJ 27: 1,2 , 5)

BERITA ANUGERAH

P: Ibrani 12: 18-29

 

NYANYIAN: Bagimu Damai Sejaht’ra (KMM 163)

(Umat berdiri dan bersalam-salaman)

Umat Duduk

PELAYANAN FIRMAN

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

P     : ... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa

P+U: Amin

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I: Yesaya 58: 9b-14

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan Tanggapan:  Mazmur 103: 1-8

& Bacaan  II:  Lukas 13: 10-17

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia adalah mereka yang

mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U : (menyanyikan “Haleluya” KJ 473a)

 

Y Khotbah

 

Y Nyanyian Respon: Tuhan Allah T’lah Berfirman (KJ 53: 1-2)

DOA BAPA KAMI  (dinyanyikan)

SYAFAAT

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: Dengarkanlah permohonan kami. Amin.

 

PADUAN SUARA :  Sdr. Andang & Dita  -- pk. 06.30 wib

PERSEMBAHAN

- Ayat Pengantar: I Tawarikh 29: 17

- Nyanyian: Angkatlah Hatimu Pada Tuhan (PKJ 4:1)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri): Angkatlah Hatimu Pada Tuhan (PKJ 4:2)

- Doa

 

NYANYIAN: Dalam Dunia Penuh Kerusuhan (KJ 260:1-2) (Umat Berdiri)

 

PENGAKUAN IMAN RASULI

 

BERKAT

P :   TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

 

NYANYIAN: Dalam Dunia Penuh Kerusuhan (KJ 260:3)

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Penyerahan kembali Alkitab

- Lonceng Berbunyi

- Menyanyikan “Berkibarlah Benderaku”

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

- Tayangan video Pahlawan Nasional

 

Komibdh/gkjjkt/2016

20 Aug 2016 ,written by Nikimaserika
 

MASIH ADAKAH KEPEDULIAN?

Seorang anak muda dituntun oleh keluarganya menuju ruang IGD sebuah rumah sakit karena mengalami kecelakaan. Darah mengalir dari keningnya yang robek dan dia mengerang kesakitan sambil memegang tangan kanan, yang mengalami patah tulang sepertinya. “Tunggu ya, lagi banyak pasien”, demikian kata seorang perawat. Setelah menunggu cukup lama, barulah ditangani. Keningnya yang berlumuran darah dibersihkan dan tangan kanannya diperiksa. “Robeknya terlalu dalam. Harus operasi. Rumah sakit di sini tidak bisa melakukan operasi semacam ini.” Luka hanya dibersihkan dan ditutup perban. Pergilah keluarga itu mencari rumah sakit yang bisa melakukan operasi untuk luka tersebut. Tiga rumah sakit telah dimasuki. Berbagai alasan disampaikan hingga larut malam belum juga mendapat penanganan. Ada rumah sakit yang sudah menolak ketika di IGD dengan alasan ruang di IGD sudah penuh; ada rumah sakit yang mengatakan tidak ada kamar untuk rawat inap; ada rumah sakit yang mengatakan ruang ICU penuh, padahal setelah operasi harus masuk ruang ICU. Anehnya semua rumah sakit yang didatangi belum memeriksa sang pasien dan hanya mendengarkan penjelasan hasil pemeriksaan dari rumah sakit pertama. Anak muda ini makin lemah karena darah terus mengalir dan kehabisan tenaga menahan rasa sakit. Keluarga hampir putus asa untuk mencari rumah sakit lain. Salah satu keluarga teringat memiliki teman seorang kepala perawat di salah satu rumah sakit, maka segera teman tersebut dihubungi. Sekalipun sedang tidak bertugas teman tersebut mengarahkan untuk datang ke rumah sakit tempatnya bekerja dan sang teman berkomunikasi dengan bagian IGD. Dengan komunikasi tersebut maka anak muda itu segera ditangani dan setelah diperiksa ternyata tidak perlu operasi, hanya dijahit dibagian kening. Tangan kanan juga tidak perlu operasi karena hanya ada pergeseran saja. Bahkan tidak perlu rawat inap dan bisa pulang. Bagaimana jika Anda mengalami hal yang sama, dan tidak ada teman atau keluarga yang bekerja di rumah sakit?

“Kepedulian”, itulah kata kuncinya. Adakah kepedulian dalam kehidupan kita terhadap orang lain, terhadap lingkungan, terhadap penderitaan, terhadap kemiskinan dan lain-lain? Seorang perempuan yang sakit karena roh jahat, yang disembuhkan oleh Yesus, bukan baru kemarin ia sakit. Perempuan itu sakit selama delapan belas tahun. Bukan waktu yang pendek. Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitar perempuan itu? Tidak ada yang peduli. Protes kepala rumah ibadah kepada Yesus, bukan karena Yesus menyembuhkan perempuan itu tetapi karena saat Yesus menyembuhkan itu hari Sabat. Berarti, buat kepala rumah ibadat hari Sabat dan taat pada Hukum Taurat, jauh lebih penting daripada kesembuhan perempuan itu. Ia tidak peduli dengan perempuan itu: telah berapa lama sakit, karena apa sakit, menginginkan sembuh atau tidak.  Jawaban Yesus menegaskan bahwa adalah sebuah kemunafikan jika hidup taat pada Hukum Taurat tetapi tidak peduli dengan kehidupan orang yang membutuhkan bantuan. Bukan tidak penting melakukan kehidupan sebagai orang Kristen yang taat dan rajin beribadah, tetapi semua itu akan menjadi kemunafikan belaka jika kita tidak memiliki kepedulian dengan kehidupan di sekitar kita.

 

Pdt. Neny Suprihartati

20 Aug 2016 ,written by Nikimaserika
 

Bukan Damai, Melainkan Pedang

SATUHARAPAN.COM – ”Kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.” (Luk. 12:51).

Bagaimana sebaiknya kita membaca ayat ini? Lalu apa artinya ketika Yesus berkata, ”Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!” (Luk. 12:49-50).

Baiklah kita ingat bahwa Injil Lukas merupakan Injil termuda. Lukas menuliskan Injilnya, jauh sesudah peristiwa Penyaliban, Kematian, Kebangkitan, Kenaikan Yesus Kristus, dan Pentakosta. Inilah konteks Lukas.

 

Konteks Lukas

Ketika Lukas berbicara soal baptisan, ini bukanlah baptisan yang kita kenal sekarang. Lukas sedang berbicara soal sengsara Tuhan Yesus di sini. Dan menarik pula untuk disimak bahwa Yesus pun bersusah hati ketika peristiwa belum berlangsung. Artinya, Yesus sungguh-sungguh tahu bahwa kehadiran-Nya ke dunia memang untuk mati.

Dan ketika Yesus berbicara tentang api yang akan dilemparkannya ke bumi, tentulah yang dimaksud bukannya api biasa, tetapi kedatangan Roh Kudus yang memang dilambangkan sebagai api. Api yang dilemparkan ke bumi, menurut Rama Gianto, merupakan saat pemurnian keagamaan. Kehadiran Yesus memang untuk memurnikan. Dan api, pada masa itu, memang lambang pemurnian.

Nah, kalau ini konteksnya, maka kalimat bahwa Yesus bukan membawa damai, melainkan pertentangan, lebih mudah kita pahami. Yesus memang sumber damai. Tetapi, yang tidak boleh dilupakan ialah setiap orang memiliki kebebasan bersikap berkaitan dengan damai yang ditawarkan Yesus. Dan berkenaan dengan kehendak bebas itulah maka setiap orang bisa menerima atau menolak Yesus.

Dan pada titik ini tak heran jika ada orang-orang yang saling bertentangan. Ada pertentangan antara golongan orang yang menolak pemurnian dan orang yang dengan rela hati menyerahkan hidupnya untuk dimurnikan oleh Yesus.

 

Hakikat Pekabaran Injil

Inilah hakikat pekabaran Injil, yakni menolong orang untuk mengambil sikap terhadap Yesus Kristus. Dengan kata lain, pekabaran Injil seharusnya bermuara kepada pilihan: apakah orang tersebut mau dimurnikan atau tidak oleh Yesus Kristus.

Yesus menegaskan bahwa setiap orang harus mengambil sikap terhadap kehadiran-Nya. Apakah mereka akan mengikuti Yesus Kristus—menjadikan-Nya Tuhan dan Juruselamat mereka—atau menjadikan diri sendiri sebagai tuhan? Dan tentunya, orang-orang yang menjadikan diri sendiri sebagai tuhan akan bertentangan dengan orang-orang yang menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan dalam hidupnya.

Tugas pekabaran Injil ialah menghadapkan orang kepada Yesus. Perkara orang tersebut menerima atau menolak, itu merupakan ranah pribadi orang tersebut. Dan tidak boleh ada pemaksaan di sini. Mengenai hasilnya itu merupakan hubungan asasi  antara Allah dan orang tersebut. Gereja harus tegas di sini.

Bagaimanapun, orientasi pada jumlah orang yang percaya hanya akan membuat gereja terjebak dalam statistik. Bahayanya ialah gereja akan penuh sesak orang Kristen Tanpa Pertobatan.

 

Yoel M. Indrasmoro

 

13 Aug 2016 ,written by Nikimaserika
 

BACAAN ALKITAB 15-21 Agustus 2016

Senin, 15 Agustus 2016

2 Samuel 17:24-18:8; Mazmur 97;

Kisah P. Rasul 22:30-23:11; Markus 11:12-26

 

Selasa, 16 Agustus 2016

2 Samuel 18:9-18; Mazmur 30;

Kisah P. Rasul 23:12-24; Markus 11:27-12:12

 

Rabu, 17 Agustus 2016

2 Samuel 18:19-33; Mazmur 4;

Kisah P. Rasul 23:23-35; Markus 12:13-17

 

Kamis, 18 Agustus 2016

2 Samuel 19:1-23; Mazmur 27;

Kisah P. Rasul 24:1-23; Markus 12:28-34

 

Jumat,  19 Agustus 2016

2 Samuel 19:24-43; Mazmur 139;

Kisah P. Rasul 24:24-25:12; Markus 12:35-44

 

Sabtu, 20 Agustus 2016

2 Samuel 23:1-7, 13-17; Mazmur 111;

Kisah Para Rasul 25:13-27; Markus 13:1-13

 

Minggu, 21 Agustus 2016

Yesaya 58:9b-14; Mazmur 103:1-8;

Ibrani 12:18-29; Lukas 13:10-17

13 Aug 2016 ,written by Nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA Minggu, 14 Agustus 2016

Tema Bulan Kebangsaan: “DOA UNTUK NEGERIKU, INDONESIA”

 

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pelayan Firman dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng berbunyi 1x

Pembacaan warta gereja

Tayangan video tokoh pahlawan nasional (Kristen)

Saat Teduh

Lonceng berbunyi 3x, umat berdiri

Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

Menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa”

Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Penyerahan Alkitab dan Pengkhotbah menuju ke mimbar

 

VOTUM

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

(Maz 124:8)

U: (Menyanyikan “Amin, amin, amin” KJ 478c)

 

SALAM

P: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan Allah, Bapa kita dan dari putra-Nya, Yesus Kristus menyertai Saudara sekalian.

U: Juga beserta saudara

 

NYANYIAN: Hai Mari Sembah (KJ 4:1-3)

Umat Duduk

PERINTAH MENGASIHI

Pnt : Matius 5: 43-45

 

NYANYIAN: Mampirlah, Dengar Doaku (KJ 26: 2-3)

BERITA ANUGERAH

P: Ibrani 11: 29 – 12:2

 

NYANYIAN: Bagimu Damai Sejaht’ra (KMM 163)

(Umat berdiri dan bersalam-salaman)

Umat Duduk

PELAYANAN FIRMAN

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

P     : ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa

P+U: Amin

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I: Yeremia 23: 23-29

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan Tanggapan:  Mazmur 82

& Bacaan  II:  Lukas 12: 49 - 56

P: Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia adalah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U:   (menyanyikan “Haleluya” KJ 473a)

Y Khotbah

Y Nyanyian Respon: Muliakanlah, Hai Jiwaku (PKJ 304, dinyanyikan 3x)

PELAYANAN SAKRAMEN PERJAMUAN

- Pembacaan Pertelaan

- Nyanyian “Ambillah Roti Ini” (PKJ 155:1-2)

- Doa Bapa Kami (dinyanyikan, umat berdiri dan bergandengan tangan)

- Pelayanan Sakramen Perjamuan (umat duduk)

- Ungkapan Syukur

- Nyanyian “Ucap Syukur Pada Tuhan” (PKJ 149:1-3)

 

 

SYAFAAT

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: Dengarkanlah permohonan kami. Amin.

PADUAN SUARA:

- PS Cipinang Muara        --  pk. 06.30 wib

- PS Haleluya                    --  pk. 17.00 wib

PERSEMBAHAN

- Ayat Pengantar: Mazmur 22: 26 -27

- Nyanyian: Bapa Sorgawi (PKJ 228, dinyanyikan 3x)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri): Bapa Sorgawi (PKJ 228, dinyanyikan 1x)

- Doa

 

NYANYIAN: Ya Tuhan, Kuatkan Imanku (PKJ 249:1-2) (Umat Berdiri)

 

PENGAKUAN IMAN RASULI

 

BERKAT

P : TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

 

NYANYIAN: Ya Tuhan, Kuatkan Imanku (PKJ 249:3)

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Penyerahan kembali Alkitab

- Lonceng Berbunyi

- Menyanyikan “BAGIMU NEGERI” (pertama: PS Cipinang Muara/PS Haleluya; kedua: semua)

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

- Tayangan video Pahlawan Nasional

Komibdh/gkjjkt/2016

TATA IBADAH MINGGU

GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA

Minggu, 14 Agustus 2016

Tema Bulan Kebangsaan: “DOA UNTUK NEGERIKU, INDONESIA”

 

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pelayan Firman dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng berbunyi 1x

Pembacaan warta gereja

Tayangan video tokoh pahlawan nasional (Kristen)

Saat Teduh

Lonceng berbunyi 3x, umat berdiri

Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

Menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa”

Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Penyerahan Alkitab dan Pengkhotbah menuju ke mimbar

 

VOTUM

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

(Maz 124:8)

U: (Menyanyikan “Amin, amin, amin” KJ 478c)

 

SALAM

P: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan Allah, Bapa kita dan dari putra-Nya, Yesus Kristus menyertai Saudara sekalian.

U: Juga beserta saudara

 

NYANYIAN: Hai Mari Sembah (KJ 4:1-3)

Umat Duduk

PERINTAH MENGASIHI

Pnt : Matius 5: 43-45

 

NYANYIAN: Mampirlah, Dengar Doaku (KJ 26: 2-3)

BERITA ANUGERAH

P: Ibrani 11: 29 – 12:2

 

NYANYIAN: Bagimu Damai Sejaht’ra (KMM 163)

(Umat berdiri dan bersalam-salaman)

Umat Duduk

PELAYANAN FIRMAN

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

P     : ..... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa

P+U: Amin

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I: Yeremia 23: 23-29

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan Tanggapan:  Mazmur 82

& Bacaan  II:  Lukas 12: 49 - 56

P: Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia adalah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U:   (menyanyikan “Haleluya” KJ 473a)

 

Y Khotbah

Y Nyanyian Respon: Muliakanlah, Hai Jiwaku (PKJ 304, dinyanyikan 3x)

PELAYANAN SAKRAMEN PERJAMUAN

- Pembacaan Pertelaan

- Nyanyian “Ambillah Roti Ini” (PKJ 155:1-2)

- Doa Bapa Kami (dinyanyikan, umat berdiri dan bergandengan tangan)

- Pelayanan Sakramen Perjamuan (umat duduk)

- Ungkapan Syukur

- Nyanyian “Ucap Syukur Pada Tuhan” (PKJ 149:1-3)

 

 

SYAFAAT

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: Dengarkanlah permohonan kami. Amin.

PADUAN SUARA:

- PS Cipinang Muara        --  pk. 06.30 wib

- PS Haleluya                    --  pk. 17.00 wib

PERSEMBAHAN

- Ayat Pengantar: Mazmur 22: 26 -27

- Nyanyian: Bapa Sorgawi (PKJ 228, dinyanyikan 3x)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri): Bapa Sorgawi (PKJ 228, dinyanyikan 1x)

- Doa

 

NYANYIAN: Ya Tuhan, Kuatkan Imanku (PKJ 249:1-2) (Umat Berdiri)

 

PENGAKUAN IMAN RASULI

 

BERKAT

P : TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

(Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

 

NYANYIAN: Ya Tuhan, Kuatkan Imanku (PKJ 249:3)

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Penyerahan kembali Alkitab

- Lonceng Berbunyi

- Menyanyikan “BAGIMU NEGERI” (pertama: PS Cipinang Muara/PS Haleluya; kedua: semua)

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

- Tayangan video Pahlawan Nasional

Komibdh/gkjjkt/2016

13 Aug 2016 ,written by Nikimaserika
 


Page 8 of 36