• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

BACAAN ALKITAB 12-18 FEBRUARI 2018

Senin, 12 Februari 2018

Keluaran 19:7-25;

Mazmur 110:1-4; Markus 9:14-29

 

Selasa, 13 Februari 2018

Ayub 19:23-27;

Mazmur 110:1-4; Markus 9:30-37

 

Rabu, 14 Februari 2018

Yoel 2:1-2; 12-17; Mazmur 51:3-17;

2 Kor 5:20b-6:10; Lukas 9:22-25

 

Kamis, 15 Februari 2018

Daniel 9:15-25a;

Mazmur 25:1-10; Matius 9:14-15

 

Jumat, 16 Februari 2018

Mazmur 32; Mazmur 25:1-10;

Lukas 5:27-32

 

Sabtu, 17 Februari 2018

Mazmur 32; Mazmur 25:1-10;

Lukas 5:27-32

 

Minggu, 18 Februari 2018

Kejadian 9:8-17; Mazmur 25:1-10;

1 Petrus 3:18-32; Markus 1:12-15

10 Feb 2018 ,written by nikimaserika
 

Dengarkanlah Dia!

”Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu” (2 Raj. 2:9). Demikianlah permohonan Elisa kepada Elia, Sang Guru. Elisa minta warisan yang biasanya diberikan secara hukum kepada putra sulung (lih. Ul. 21:17). Dalam Alkitab BIMK (Bahasa Indonesia Masa Kini) tertera: ”Wariskanlah kuasa Bapak kepada saya, supaya saya dapat menjadi pengganti Bapak.”

Dalam permintaan Elisa itu tergambar jelas bahwa Elisa tidak merasa lebih hebat dari gurunya. Elisa ingin melanjutkan pelayanan yang telah dilakukan Sang Guru. Dia ingin memuliakan gurunya dengan jalan melanjutkan pekerjaan-Nya.

Itu jugalah yang seharusnya kita lakukan sebagai murid-murid Yesus. Kita dipanggil untuk terus memuliakan Yesus. Dan itu hanya akan terjadi ketika kita sungguh-sungguh melanjutkan pekerjaan Yesus di bumi ini.

Mungkinkah? Pasti mungkin! Caranya? Mulailah dengan mendengarkan Dia. Kita hanya mungkin menyatakan kemuliaan seseorang ketika kita sungguh-sungguh mendengarkan-Nya. Ketika kita peduli dengan apa yang menjadi kehendak-Nya, maka pada saat itulah kita sungguh-sungguh memuliakan-Nya.

Kalimat perintah ”Dengarkanlah Dia!” (Mrk. 9:7) sungguh-sungguh harus kita taati. Bagaimana mungkin kita memuliakan Yesus, kalau kita nggak sungguh-sungguh mendengarkan-Nya?

Jika diperhatikan dengan cermat, maka semua pekerjaan Yesus Orang Nazaret berujung pada kemuliaan Allah Bapa. Dan itu jugalah yang ditegaskan oleh Paulus dalam surat kepada Jemaat di Korintus: ”Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus” (2Kor. 4:5). Itu jugalah yang semestinya dilakukan para murid Yesus abad XXI.

Sebagai contoh ketika bercakap-cakap dengan orang lain, siapakah yang kita beritakan atau tonjolkan? Diri sendiri atau Yesus Orang Nazaret? Dengan kata lain: Siapa yang kita muliakan? Diri sendiri atau Yesus Kristus?

Jika kita merayakan peristiwa ”Yesus dimuliakan di atas gunung” (Mrk. 9:2-9), maka menjadi panggilan kita pula untuk terus memuliakan-Nya. Dan itu hanya akan terjadi ketika kita sungguh-sungguh melanjutkan pekerjaan Yesus di bumi ini. Oleh karena itu, dengarkanlah Dia!

 

Yoel M. Indrasmoro,

diambil dari satuharapan.com

10 Feb 2018 ,written by nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU TRANSFIGURASI - MINGGU, 11 EBRUARI 2018

Tema: “Pancarkan Terang-Nya Yang Bercahaya Di Dalam Hati Kita!”

P: Pemimpin Ibadah; Pnt: Penatua; Dkn: Diaken; U: Umat

 

PERSIAPAN

 Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

 Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

 Lonceng berbunyi

 Pembacaan warta gereja

 Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan “Abadi Tak Nampak” (PKJ 1:1-2)

 Prosesi Pengkhotbah, anggota majelis dan petugas ibadah masuk ke ruang ibadah

 Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

 Pendamping Pengkhotbah menyerahkan Alkitab besar kepada Pengkhotbah.

 

KATA PEMBUKA

PP: Minggu ini kita memasuki Minggu Transfigurasi, yang berarti perubahan bentuk dan rupa. Perubahan wajah Yesus yang memancarkan cahaya terang hendak mengatakan bahwa peristiwa sedih, yaitu penderitaan dan kematian-Nya akan berganti dengan sukacita, yaitu kebangkitan-Nya.. Tema : “Pancarkan Terang-Nya Yang Bercahaya Di Dalam Hati Kita!”, menjadi ajakan agar kita dapat membawa orang yang sedih dan berduka berubah menjadi bahagia dan sukacita karena cahaya terang Tuhan, yang kita pancarkan.

 

VOTUM

P: Ibadah Minggu Transfigurasi ini  kita awali dengan satu pengakuan bahwa: “Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi”. (Maz 124:8)

U: (Menyanyikan “Amin”)

 

SALAM

P: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara. (Flp 1:2)

U: Juga menyertai saudara

 

 

NYANYIAN: “Abadi Tak Nampak” (PKJ 1:3-4)

 

DOA PENGAKUAN DOSA (video) Umat Duduk

 

NYANYIAN: “Ya Allahku, Di Cahya-Mu” (KJ 25:1-5)

(Bait 1: semua; bait 2: perempuan; bait 3: laki-laki; bait 4 & 5: semua)

BERITA ANUGERAH

P: Kisah Para Rasul 2:17-21

 

(Umat berdiri menyanyikan “Bersuka Citalah Selalu”, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

 

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

-Doa Mohon Pertolongan Roh Kudus

P : ... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi manusia, kami berdoa

U : Amin

-Pembacaan Alkitab

 Bacaan I: 2 Raja-raja 2:1-12

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

 Bacaan Tanggapan:  Mazmur 50:1-6, didaraskan dari Bermazmurlah Bagi Tuhan-Tahun B,    halaman 74-75.

 Bacaan II : 2 Korintus 4:3-6

Pnt : Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

 Bacaan  III:  Markus 9:2-9

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U : (menyanyikan Haleluya!)

• Khotbah

• Nyanyian: “Berkumandang Suara Dari Seberang” (KJ 425:1-3)

 

PERKENALAN

 

PADUAN SUARA: Pk. 06.30 wib : PS Eklesia GKJ Brayat Kinasih

 

PENGAKUAN IMAN RASULI Umat Berdiri

 

PELAYANAN SAKRAMEN PERJAMUAN Umat Duduk

• Pembacaan Pertelaan

• Persembahan Perjamuan

o Nyanyian persembahan perjamuan:  Mari Mengikuti Perjamuan (GB 94:1-2)

o Kantong diedarkan (instrumen)

o Nyanyian :  Mari Mengikuti Perjamuan (GB 94:3)

o Prosesi penyerahan persembahan perjamuan, roti, dan anggur.

• Doa Bapa Kami (dinyanyikan berdiri bergandengan tangan – dalam versi Bonar Gultom)

• Pelayanan Sakramen Perjamuan (Umat duduk)

• (umat maju untuk mengambil roti dan anggur)

• Ucapan syukur

•   Nyanyian : Ucap Syukur Pada Tuhan (PKJ 149:1)

 

DOA SYAFAAT Umat Duduk

P: (doa diakhiri dengan ungkapan “…dalam pengasihan-Mu, kami mohon…”)

U: dengarkanlah permohonan kami. Amin.

 

PADUAN SUARA :

- Pk. 06.30 wib : PS Cipinang Muara

- Pk. 17.00 wib : Keroncong Nafiri

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Pengantar: Galatia 6:9-10

- Nyanyian: “Bawa Persembahan” (PKJ 146:1-2)

- Pengedaran kantong (diiringi instrumen)

- Nyanyian (Umat berdiri): “Bawa Persembahan” (PKJ 146:3)

- Doa

 

NYANYIAN: “Mari Jalan Dalam T’rang Tuhan” (GB 251:1-2)

 

PENGUTUSAN

P: Arahkanlah hatimu kepada dunia!

U: Kami mengarahkan hati kepada dunia.

P: Pancarkanlah terang Tuhan yang ada dalam hatimu.

U: Dengan pertolongan Tuhan kami akan memancarkan terang-Nya.

P: Terpujilah Allah – Bapa, Anak dan Roh Kudus!

U: Yang tidak pernah memisahkan kami dari kasih-Nya sekarang sampai selama-lamanya.

 

 

BERKAT

P: Kiranya berkat Allah Sang Pencipta, Sang Penolong Sejati, dan penyertaan Roh Kudus selalu menyertaimu sekarang dan selama-lamanya.

U: (Menyanyikan Amin)

 

Lagu: Dina Elisye Siahaan (STT Jakarta) 2015

 

SAAT TEDUH Umat Duduk

 

PENUTUP

-   Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping Pengkhotbah

-   Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

-   Lonceng Berbunyi

-   Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/02/’18

09 Feb 2018 ,written by nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU BIASA V Minggu, 4 Februari 2018

Tema: “Tuhan Tidak Menjadi Lelah & Tidak Menjadi Lesu”

P: Pemimpin Ibadah; Pnt: Penatua; Dkn: Diaken; U: Umat

 

PERSIAPAN

 Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

 Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

 Lonceng berbunyi

 Pembacaan warta gereja

 Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan “Bersyukurlah Pada Tuhan” (PKJ 7:1-3)

 Prosesi Pengkhotbah, anggota majelis dan petugas ibadah masuk ke ruang ibadah

 Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

 Pendamping Pengkhotbah menyerahkan Alkitab besar kepada Pengkhotbah.

 

KATA PEMBUKA

PP: Minggu ini kita memasuki Minggu Biasa V, dengan tema: “Tuhan Tidak Menjadi Lelah & Tidak Menjadi Lesu”, sebagai ajakan untuk memahami bahwa kita memiliki Tuhan Allah yang tidak pernah berhenti memperhatikan dan melakukan segala kuasa serta kasih-Mya untuk manusia dan ciptaan-Nya. Jika Tuhan tidak lelah dan lesu mengasihi kita, maka kita diajak untuk juga tidak menjadi lelah dan lesu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.

 

VOTUM

P:   Ibadah Minggu Biasa kelima ini  kita awali dengan satu pengakuan bahwa pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U:  (Menyanyikan “Amin”)

 

SALAM

P:   Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara. (Flp 1:2)

U:  Juga menyertai saudara

 

NYANYIAN: “Bagi-Mu Tuhan Nyayianku” (KJ 8:1,3,6,7)

 

DOA PENGAKUAN DOSA (video) Umat Duduk

 

NYANYIAN: “Ku Dosa dan Lemah” (KP 126:1-3)

BERITA ANUGERAH

P:   Yesaya 1:18-20

 

(Umat berdiri menyanyikan “Bersuka Citalah Selalu”, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

 

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Mohon Pertolongan Roh Kudus

P : ... dalam Kristus, Firman yang telah menjadi manusia, kami berdoa

U : Amin

- Pembacaan Alkitab

 Bacaan I: Yesaya 40:21-31

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

 Bacaan Tanggapan:  Mazmur 147:1-11, 20c  dinyanyikan dari Bermazmurlah Bagi Tuhan – Tahun B, hal. 176-179

 Bacaan II : 1 Korintus 9:16-23

Pnt : Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

 Bacaan  III:  Markus 1:29-39

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U : (menyanyikan Haleluya!)

• Khotbah

• Nyanyian: “Menakjubkan Benar” (PKJ 134:1-4)

 

PELEREHAN ANGGOTA MAJELIS  (Ibadah pk. 17.00 wib)

 

PEMILIHAN ANGGOTA MAJELIS

 

PENGAKUAN IMAN RASULI Umat Berdiri

 

DOA SYAFAAT Umat Duduk

P: (doa diakhiri dengan ungkapan “…dalam pengasihan-Mu, kami mohon…”)

U: dengarkanlah permohonan kami. Amin.

 

DOA BAPA KAMI (dinyanyikan berdiri bergandengan tangan – dalam versi Bonar Gultom)

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Pengantar: Mazmur 126:5-6

- Nyanyian: “Tabur Waktu Pagi” (NKB 2018:1-2)

- Pengedaran kantong (diiringi instrumen)

- Nyanyian (Umat berdiri): “Tabur Waktu Pagi” (NKB 2018:3)

- Doa

 

NYANYIAN: “Kupuji Kuasa Tuhan” (GB 203a:1-3)

 

PENGUTUSAN

P: Arahkanlah hatimu kepada dunia!

U: Kami mengarahkan hati kepada dunia.

P: Percayalah Tuhan tidak menjadi lelah dan lesu.

U: Kami rindu untuk tidak lelah dan lesu bekerja di ladang Tuhan.

P: Terpujilah Allah – Bapa, Anak dan Roh Kudus!

U: Yang tidak pernah memisahkan kami dari kasih-Nya sekarang sampai selama-lamanya.

 

BERKAT

P: Kiranya berkat Allah Sang Pencipta, Sang Penolong Sejati, dan penyertaan Roh Kudus selalu menyertaimu sekarang dan selama-lamanya.

 

U: (Menyanyikan Amin)

 

Lagu: Dina Elisye Siahaan (STT Jakarta) 2015

 

SAAT TEDUH Umat Duduk

 

PENUTUP

-  Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping Pengkhotbah

-  Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

-  Lonceng Berbunyi

-  Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/02/’18

03 Feb 2018 ,written by nikimaserika
 

Pribadi yang Sibuk

”Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu” (Mrk. 1:32-33). Agaknya inilah tekanan penginjil Markus: Yesus adalah Pribadi yang Sibuk.

Hakikat Allah Bapa

Kelihatannya Yesus—Allah yang menjadi manusia—hendak memperlihatkan bahwa itu jugalah hakikat Allah Bapa: sibuk melayani umat-Nya.

Bertaburannya kata kerja yang dipakai Pemazmur—”membangun”, ”mengumpulkan”, ”menyembuhkan”, ”membalut”, ”menentukan”, ”menyebut”, ”menegakkan”, ”merendahkan”, ”menutupi”, ”menyediakan”, ”membuat”, ”memberi makanan” (Mzm. 147)—menggambarkan Allah sebagai Pribadi yang sibuk melayani ciptaan-Nya.

Lelahkah Yesus? Jawabnya tentu saja! Yesus adalah manusia sejati. Dia bukan superman. Dan karena itu Dia lelah.

Rahasia di Balik Kesibukan Yesus

Akan tetapi, inilah rahasianya: semua pelayanan itu bersumber pada hubungan-Nya dengan Bapa. Markus mencatat: ”Keesokan harinya, waktu masih subuh, Yesus bangun lalu meninggalkan rumah. Ia pergi ke tempat yang sunyi di luar kota, dan berdoa di sana” (Mrk. 1:35, BIMK).

Kesibukan tidak membuat Sang Anak melupakan Bapa-Nya. Kesibukan justru mendorong Dia lebih intens dalam persekutuan dengan Bapa.

Ini mungkin persoalan banyak orang: mengira Allah sungguh maklum dengan kesibukannya. Akhirnya mereka menjadi lelah sendiri dan kehilangan orientasi. Ujung-ujungnya perasaan hampa.

Kesibukan bisa mendorong manusia hanya berorientasi pada hasil. Untuk hal macam begini, Bunda Teresa punya nasihat: ”Kita tidak dipanggil untuk berhasil, tetapi untuk setia”. Dan itu hanya mungkin terjadi dalam persekutuan dengan Allah.

Itulah yang dilakukan Sang Anak. Demam penyembuhan telah melanda Kota Kapernaum. Seusai hiruk pikuk dan urusan dengan orang banyak, Yesus mencari tempat sepi untuk merenungkan kehendak Bapa terhadap diri-Nya. Kesimpulannya: tak perlu lama-lama di Kapernaum. Kota-kota lain juga perlu disapa karena itulah maksud kedatangan-Nya!

Bagaimana dengan Kita?

Kita boleh sibuk, tetapi jangan larut! Terlalu sibuk hanya akan membuat kita lupa apa yang terpenting dalam hidup!

Terlalu sibuk juga dapat menjerumuskan kita pada pengandalan diri sendiri. Hudson Taylor, misionaris di Cina dan pendiri OMF mengatakan: ”Kalau kita bekerja, kita bekerja; tetapi kalau kita berdoa, Tuhan [turut] bekerja.” Terlalu sibuk, justru harus berdoa!

Yesaya bernubuat: ”orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru” (Yes. 40:30-31). Yesaya tidak menubuatkan bahwa orang-orang yang mengandalkan Tuhan itu tidak akan menjadi lelah. Tidak. Tetapi, mereka mendapat kekuatan baru, atau mendapat kesegaran baru.

Dengan kata lain, jangan hanya andalkan diri sendiri” Itu akan membawa kita pada kesombongan pribadi. Hanya orang yang tinggi hatilah yang bisa jatuh. Dan akhirnya frustasi karena manusia memang bukan superman.

Yoel M. Indrasmoro, diambil dari satuharapan.com

03 Feb 2018 ,written by nikimaserika
 


Page 6 of 55