• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

TATA IBADAH MINGGU PRA PASKAH III TGL. 4 MARET 2018

Tema: “Kamu adalah Bait Allah”

P: Pemimpin Ibadah; Pnt: Penatua; Dkn: Diaken; U: Umat

 

PERSIAPAN

- Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

- Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

- Lonceng berbunyi

- Pembacaan warta gereja

- Lonceng berbunyi, umat berdiri menyanyikan “Kita Masuk Rumah-Nya (PKJ 13:1-3)

- Prosesi Pengkhotbah, anggota majelis dan petugas ibadah masuk ke ruang ibadah

- Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

- Pendamping Pengkhotbah menyerahkan Alkitab besar kepada Pengkhotbah.

 

KATA PEMBUKA

Pnt: Bait Allah yang mestinya menjadi tempat perjumpaan dengan semangat kasih, kerap menjadi tempat yang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, menjadi tempat yang asing dan menakutkan bagi orang lemah. Yesus hadir untuk merombak hal itu. Bait Allah harus dikembalikan fungsinya untuk hal-hal yang membuat setiap orang merasakan kasih Allah. Kasih Allah yang dialami menjadikan umat mampu menebar kasih kepada sesama. Pada Minggu Pra-Paska ke-tiga ini marilah kita menjadikan hidup kita sebagai bait Allah yang mendatangkan kasih Allah bagi sesama.

 

NYANYIAN UMAT “Masuklah Semua Menghadap Tuhan” (GB 12: 1-2)

Bait 1 : Prokantor, bait 2: Semua)

 

VOTUM

P: Ibadah Minggu Pra Paskah ke-tiga ini berlangsung dengan pengakuan bahwa pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.

U: (Menyanyikan “Amin” - PKJ 292)

 

SALAM

P: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara. (1 Kor 1:3)

U: Juga menyertai saudara

 

REFLEKSI PENGAKUAN DOSA Umat Duduk

Pnt: Marilah kita merendahkan diri di hadapan Allah dan mengakui dosa-dosa kita:

Ya Allah, kami mengaku bahwa di dalam kehidupan kami, sering kali kami gagal menyelami maksud yang Tuhan nyatakan. Dalam kekurangan, kami lebih sering mengeluh dari pada berseru pada-Mu. Dalam keterbatasan pikiran, kami lebih sering bersandar pada kemampuan kami sendiri dari pada percaya sepenuhnya pada Allah. Kepada-Mu kami memohon:

U: Tuhan, kasihani. Kristus kasihani. Tuhan kasihani kami (KJ 42)

 

Pnt: Ya Allah, di tengah tantangan zaman yang begitu pesat dan hebat, kami sering kali menganggap bahwa kami juga hebat dan mampu menghadapi tantangan demi tantangan sendirian. Kami tak sadar bahwa kehebatan Allah yang mengatasi segala yang ada di langit dan di bumi. Oleh sebab itu selayaknya kami memohon pertolongan dalam menjalani kehidupan kami hari lepas hari. Kepada-Mu kami mohon:

U : Tuhan, kasihani. Kristus kasihani. Tuhan kasihani kami (KJ 42)

Pnt: Ya Allah, kami mengakui kemalasan kami untuk terus menggumuli sabda-Mu. Kami mudah merasa bangga dengan pengetahuan yang telah kami miliki dan menutup diri terhadap penyataan-penyataan-Mu yang terus terjadi dalam kehidupan kami. Kami kurang menginsyafi bahwa beriman kepada-Mu bukanlah proses yang instan, melainkan suatu ziarah tanpa akhir. Akibatnya kami cepat berpuas diri dan berhenti belajar tentang-Mu. Kepada-Mu kami memohon:

U: Tuhan, kasihani. Kristus kasihani. Tuhan kasihani kami (KJ 42)

Pnt: Ya Allah, Engkau telah menyatakan kasih yang tak terbatas di dalam Kristus bagi umat manusia, tetapi kami justru membatasi kasih-Mu itu hanya untuk diri dan kelompok kami sendiri. Kami sering menghakimi orang lain bahwa mereka tidak layak menerima kasih-Mu. Kami gagal menjadi saluran kasih yang memberi penghiburan bagi mereka yang tidak berdaya. Kepada-Mu kami mohon:

U: Tuhan, kasihani. Kristus kasihani. Tuhan kasihani kami (KJ 42)

Pnt: Ya Allah, kami sering menutup diri dan gagal menunjukkan kebaikan kami kepada orang lain. Seperti kecapi yang digantung di pohon gandarusa sehingga terbungkam suaranya. Seperti muka Bait Allah yang tertutup hiruk-pikuk pasar dan kepentingan manusia-manusia. Kami pun gagal menunjukkan wajah Allah lewat kehidupan kami kepada orang lain. Kepada-Mu kami mohon:

U: Tuhan, kasihani. Kristus kasihani. Tuhan kasihani kami (KJ 42)

 

BERITA ANUGERAH           Umat Berdiri

P: Mazmur 118:24-26

(... Demikianlah berita Anugerah dari Tuhan.)

U: Syukur Kepada Allah!

 

(Umat berdiri menyanyikan “Salam Damai”- KP 200”, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

 

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa mohon penerangan Roh Kudus

- Pembacaan Alkitab

      Bacaan I: Keluaran 20:1-17

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U  : Puji Syukur kepada Allah

Bacaan Tanggapan:  Mazmur 19, dinyanyikan dari Buku Bermazmurlah Bagi Tuhan-Tahun B, Halaman 14-16.

Bacaan II : 1 Korintus 1:18-25

Pnt: Demikianlah Sabda Tuhan

U  :  Puji Syukur kepada Allah

Bacaan  III:  Yohanes 2:13-22

P  : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Hosiana!

U  :   (menyanyikan “Hosiana” GB 397 )

 

• Khotbah

 

• Nyanyian Respons  (Bait 1: Prokantor; Bait 2: Semua; Bait 3: Prokantor; Bait 4: Semua)

 

Marilah kita membangun rumah dimana kasih ditabur

Tiap anak-Nya berani berharap dirangkul kasih Kristus

Salib-Nya adalah saksi dan lambang cinta Tuhan.

Dalam Yesus kita ‘pun serukan:

“Mari datang, semua orang! Kau disambut disini!”

 

Marilah kita membangun rumah tempat kasih ditemukan.

Di perjamuan, ditempat yang kudus, yang hinapun diundang-Nya.

S’bab disanalah bertemu damai dan keadilan.

Mari kita sambut panggilanNya:

“Mari datang, semua orang! Kau disambut disini!”

 

Marilah kita membangun rumah yang siap menjangkau dunia.

Yang merangkul dan membalut luka, yang terasing, dan tersisih.

Kar’na di wajah mereka tercermin citra Allah

Keterasingan kita enyahkan:

“Mari datang, semua orang! Kau disambut disini!”

 

PENGAKUAN IMAN RASULI (Penatua mempersilahkan umat berdiri dan setelah PI, umat duduk kembali)

 

PELAYANAN PENEGUHAN ANGGOTA MAJELIS (pk.17.00 WIB)

1. Pembacaan Pertelaan

2. Pengucapan Janji

3. Peneguhan Anggota Majelis

4. Nyanyian “Syukur Kami Pada-Mu” (KJ 320; 1 - 2)

5. Penandatanganan PPA GKJ

 

DOA SYAFAAT Umat Duduk

P: (doa diakhiri dengan ungkapan “…dalam pengasihan-Mu, kami mohon…”)

U: dengarkanlah permohonan kami. Amin.

 

DOA BAPA KAMI (diakhiri dengan doxology, Karena Engkaulah - KJ 475)

 

PADUAN SUARA : Pk. 17.00 wib: PS KWD Rama B

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Pengantar: 1 Petrus 2:5

- Nyanyian: Inilah Ungkapan Syukurku (GB 84: 1)

- Pengedaran kantong (diiringi instrumen)

- Nyanyian (Umat berdiri) : Inilah Ungkapan Syukurku (GB 84: 2)

- Doa

NYANYIAN: Tuhan Ambil Hidupku (KJ 365B: 1-3)

 

PENGUTUSAN

P: Arahkanlah hatimu kepada dunia!

U: Kami mengarahkan hati kepada dunia.

P: Pakailah seluruh hidupmu selayaknya Bait Allah!

U: Ya, kami persembahkan  hidup kami kepada Tuhan!

P: Terpujilah Allah – Bapa, Anak dan Roh Kudus!

U: Yang tidak pernah memisahkan kami dari kasih-Nya sekarang sampai selama-lamanya.

 

BERKAT

P: Kiranya berkat Allah Sang Pencipta, Sang Penolong Sejati, dan penyertaan Roh Kudus selalu menyertaimu sekarang dan selama-lamanya.

U: (menyanyikan “Amin” NKB 228d)

 

SAAT TEDUH Umat Duduk

 

PENUTUP

-   Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping Pengkhotbah

-   Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

-   Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

-   Lonceng Berbunyi

 

Komibdh/gkjjkt/02/18

03 Mar 2018 ,written by nikimaserika
 

Kamu Adalah Bait Allah

“Main hakim sendiri” tampaknya menjadi marak belakangan ini. Bus Trans Jakarta habis dirusak massa karena menabrak sepeda motor, seorang pencuri babak belur bahkan bisa sampai mati diamuk massa, dan yang baru saja terjadi, sebuah mobil habis dirusak para pengemudi ojek online. Kemarahan yang dilanjutkan amukan dan berdampak pengrusakan bahkan sampai pada korban kematian disebabkan karena orang ingin menyelesaikan masalah menurut kepuasan pikirannya sendiri atau hanya karena ikut-ikutan orang banyak. Itulah yang Paulus maksudkan dengan hikmat dunia atau kebodohan. Lalu bagaimana dengan Yesus yang juga marah-marah bahkan mengamuk di Bait Allah? Apakah Yesus juga berlaku sama seperti orang-orang yang “main hakim sendiri”?

Kemarahan Yesus tentunya berbeda dengan orang-orang yang main hakim sendiri. Yesus marah justru untuk suatu alasan menyatakan kasih. Bait Allah yang seharusnya menjadi tempat untuk mendapatkan dan memberikan perhatian, kepedulian dan kasih, ternyata telah disalahgunakan menjadi tempat yang dipenuhi dengan kebohongan dan pemerasan terselubung. Orang-orang yang berjualan di pelataran Bait Allah dikenakan pajak yang lumayan tinggi. Untuk mencapai pembayaran pajak tersebut maka orang-orang yang datang ke Bait Allah dibohongi dan diperas. Orang yang datang ke Bait Allah harus memberikan korban bakaran berupa hewan yang tidak bercacat. Para pedagang hewan bekerja sama dengan dewan di Bait Allah yang menyeleksi hewan-hewan tersebut. Dewan menyatakan bahwa hewan yang dibawa tidak layak karena ada cacatnya. Untuk itu mau tidak mau orang membeli hewan yang dijual di pelataran Bait Allah tersebut dengan harga yang tinggi. Jika ingin memberikan persembahan dalam bentuk uang harus dalam mata uang yang telah ditentukan. Para peziarah yang datang ke Bait Allah, mau tidak mau menjual uang mereka dan membeli uang sesuai dengan mata uang yang ditetapkan dengan nilai yang sangat tinggi. Semua inilah yang menjadi alasan Yesus marah dan mengamuk di Bait Allah, yaitu adanya praktek kebohongan dan pemerasan terselubung. Orang-orang yang berniat untuk beribadah dan menyampaikan persembahan telah dibohongi dan diperas demi keuntungan para pedagang untuk dapat membayar pajak dan orang-orang di Bait Allah juga memeras para pedagang dengan menetapkan pajak yang tinggi. Akankah Yesus diam saja melihat kenyataan ini? Kemarahan Yesus karena Ia ingin menjadikan Bait Allah sebagai tempat yang menghadirkan kasih. Yang Yesus maksudkan dengan Bait Allah adalah diri-Nya. Jika praktek tersebut tetap ada di Bait Allah maka itu menjadi cerminan akan diri-Nya sebagai pembohong dan pemeras.

Kita adalah Bait Allah, yang artinya melalui diri kita, sudah seharusnya kita mampu menghadirkan kasih. Orang yang marah dan mengamuk bukan berarti tidak berhikmat. Tetapi kemarahan yang tanpa alasan juga bukan menunjukkan orang yang berhikmat. Kisah Yesus mengajak kita untuk tidak hanya berdiam diri ketika melihat adanya kebohongan, pemerasan, ketidakadilan dan penindasan. Kita harus menghadirkan diri kita sebagai Bait Allah yang menyatakan kasih. Biarlah hikmat Allah yang menghadirkan kasih, dan bukan hikmat dunia yang menghadirkan kebencian dan permusuhan, yang ada dalam diri kita.

 

Pdt. Neny Suprihartati

03 Mar 2018 ,written by nikimaserika
 

BACAAN ALKITAB TGL. 05 – 11 MARET 2018

Senin, 05 Maret 2018

Keluaran 16:13-26;

Mazmur 78:1-4, 52-72; Markus 8:11-13

 

Selasa, 06 Maret 2018

Keluaran 16:27-36;

Mazmur 78:1-4, 52-72; Markus 8:14-21

 

Rabu, 07 Maret 2018

Ayub 6:1-13;

Mazmur 102:12-28; Markus 8:22-26

 

Kamis, 08 Maret 2018

1 Raja-raja 11:26-40;

Mazmur 50:1-6; Markus 8:27-33

 

Jumat, 09 Maret 2018

1 Raja-raja 14:1-18;

Mazmur 50:1-6; Markus 8:34-9:1

 

Sabtu, 10 Maret 2018

1 Raja-raja 16:1-7;

Mazmur 50:1-6; Markus 9:2-13

 

Minggu, 11 Maret 2018

2 Raja-raja 2:1-12; Mazmur 50:1-6;

2 Korintus 4:3-6; Markus 9:2-9

03 Mar 2018 ,written by nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU PRA PASKAH II - MINGGU, 25 FEBRUARI 2018

Tema: “Percaya Pada Kasih dan Janji Tuhan”

P: Pemimpin Ibadah; Pnt: Penatua; Dkn: Diaken; U: Umat

 

PERSIAPAN

- Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

- Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

- Lonceng berbunyi

- Pembacaan warta gereja

- Lonceng berbunyi, umat berdiri menyanyikan “Pujilah Sang Pencipta” (GB 1: 1-3) dengan tarian  Beksabektyo

- Prosesi Pengkhotbah, anggota majelis dan petugas ibadah masuk ke ruang ibadah

- Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

- Pendamping Pengkhotbah menyerahkan Alkitab besar kepada Pengkhotbah.

 

KATA PEMBUKA

PP: Kasih Tuhan kepada umat manusia dinyatakan dengan kesabaran dan pengorbanan yang besar. Dimulai dari panggilan Abram, hingga panggilan terhadap para murid Yesus adalah bukti kasih-Nya. Puncak dari pernyataan kasih Tuhan adalah kematian dan kebangkitan-Nya.

Sebagai umat Tuhan, pada Minggu Pra Paskah kedua ini kita hendak belajar untuk mengasihi Tuhan melalui hidup dalam ketaatan sekalipun menderita. Tindakan ini disebut sebagai iman. Dengan iman kita percaya pada kasih dan janji Tuhan.

VOTUM

P:  Ibadah Minggu Pra Paskah kedua ini berlangsung dengan pengakuan bahwa pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.

U:  (Menyanyikan “Amin” PKJ 292)

 

SALAM

P:  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara. (1 Kor 1:3)

U:  Juga menyertai saudara

 

NYANYIAN UMAT: Berpeganglah Pada Janji Tuhanmu (GB 252: 1-5)

(Bait 1: Prokantor, Bait 2: semua, Bait 3: Prokantor, Bait 4-5: Semua)

 

REFLEKSI PENGAKUAN DOSA (Video) Umat Duduk

 

NYANYIAN: Meski Tak Layak Diriku (KJ 27:1, 5)

 

BERITA ANUGERAH

P: Mazmur 103:8-13

(... Demikianlah berita Anugerah dari Tuhan.)

U: Syukur Kepada Allah!

(Umat berdiri menyanyikan “Salam Damai”- KP 200, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

 

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Mohon Penerangan Roh Kudus

- Pembacaan Alkitab

 Bacaan I: Kejadian 17:1-7, 15-16

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

 Bacaan Tanggapan:  Mazmur 22:23-31, dari Buku Bermazmurlah Bagi Tuhan,

Tahun B, hal 24-26

 Bacaan II : Roma 4:13-25

Pnt : Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

 Bacaan  III:  Markus 8:31-38

P: Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Hosiana!

U: (menyanyikan “Hosiana” GB 397 )

 

• Khotbah

 

• Nyanyian Respons: Siapa yang Berpegang (NKB 116: 1-3)

 

PERKENALAN

DOA SYAFAAT

P : (sebelum doa diakhiri: … dalam pengasihan-Mu kami memohon)

U : dengarkanlah doa kami. Amin

 

PENGAKUAN IMAN RASULI

DOA BAPA KAMI (diakhiri dengan doxology) Karena Engkaulah (KJ 475)

PADUAN SUARA:

- Pk. 06.30 wib : PS Perumnas Klender

- Pk. 09.00 wib : PS SDK 3 Penabur

- Pk. 17.00 wib : PS Soli Deo

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Pengantar: I Tawarikh  29:14

- Nyanyian: Bukan Kar’na Upahmu (PKJ 265: 1)

- Pengedaran kantong (diiringi instrumen)

- Nyanyian (Umat berdiri): Bukan Kar’na Upahmu (PKJ 265: 2)

- Doa

 

NYANYIAN: Tuhanku Berjanji (PKJ 140: 1-3)

(bait 1 dan refrein: prokantor;bait 2-3 dan refrein:semua)

 

PENGUTUSAN

P: Arahkanlah hatimu kepada dunia!

U: Kami mengarahkan hati kepada dunia.

P: Percayalah akan kasih dan janji yang Tuhan berikan!

U: Kami memercayakan hidup kami kepada Tuhan!

P: Terpujilah Allah – Bapa, Anak dan Roh Kudus!

U: Yang tidak pernah memisahkan kami dari kasih-Nya sekarang sampai selama-lamanya.

 

BERKAT

P: Semoga TUHAN memberkati dan memelihara kamu.

Semoga TUHAN baik hati dan murah hati kepadamu.

Semoga TUHAN mengasihi kamu dan memberi kamu damai.(Bil. 6:24-26, BIMK).

U: (menyanyikan “Amin” NKB 228d)

 

SAAT TEDUH Umat Duduk

 

PENUTUP

- Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping Pengkhotbah

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Lonceng Berbunyi

 

Komibdh/gkjjkt/02/2018

24 Feb 2018 ,written by nikimaserika
 

BACAAN ALKITAB TGL. 26 FEBRUARI– 04 MARET 2018

Senin, 26 Februari 2018

Kejadian 21:1-7;

Mazmur 105:1-11, 37-45; Lukas 6:36-38

 

Selasa, 27 Februari 2018

Kejadian 22:1-19;

Mazmur 105:1-11, 37-45; Matius 23:1-12

 

Rabu, 28 Februari 2018

Yeremia 30:12-22;

Mazmur 105:1-11,37-45;Matius 20:17-28

 

Kamis, 01 Maret 2018

Keluaran 19:1-9a;

Mazmur 19; Lukas 16:19-31

 

Jumat, 02 Maret 2018

Keluaran 19:9b-15;

Mazmur 19; Matius 21:33-43, 45-46

 

Sabtu, 03 Maret 2018

Keluaran 19:16-25;

Mazmur 19; Lukas 15:1-3, 11-32

 

Minggu, 04 Maret 2018

Keluaran 20:1-17;

Mazmur 19; 1 Kor 1:18-25;

Yohanes 2:13-22

 

24 Feb 2018 ,written by nikimaserika
 


Page 5 of 55