• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

BACAAN ALKITAB TGL 20-27 NOVEMBER 2017

Senin, 20 November 2017

Zakharia 1:7-17;

Mazmur 9:1-14; Lukas 18:35-43

 

Selasa, 21 November 2017

Zakharia 2:1-5; 5:1-4;

Mazmur 83:1-18; Lukas 19:1-10

 

Rabu, 22 November 2017

Ayub 16:1-21;

Mazmur 18:26-30; Lukas 19:11-28

 

Kamis, 23 November 2017

1 Raja 22:13-23;

Mazmur 95:1-7a; Lukas 19:41-44

 

Jumat,  24 November 2017

1 Tawarikh 17:1-15;

Mazmur 100; Lukas 19:45-48

 

Sabtu, 25 November 2017

Yesaya 44:21-28;

Mazmur 19:15; Lukas 20:27-40

 

Minggu, 26 November 2017

Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95;1-7a;

Efesus 1:15-23; Matius 25:31-46

18 Nov 2017 ,written by nikimaserika
 

Berdiam Dirilah

”Sudah dekat hari TUHAN yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Dengar, hari TUHAN pahit, pahlawan pun akan menangis” (Zef. 1:14). Demikianlah nubuat Zefanya kepada umat Yehuda pada masa pemerintahan Yosia.

Hari Penghakiman itu memang pahit. Mengapa? Karena, perhatikan ayat 12-13, ”Pada waktu itu Aku akan mengambil obor, dan menggeledah kota Yerusalem. Akan Kuhukum penduduknya yang acuh tak acuh itu serta yang puas dengan dirinya sendiri, dan yang berpikir bahwa Aku, TUHAN tak pernah bertindak begini atau begitu. Harta mereka akan dirampas dan rumah-rumah mereka dihancurkan. Mereka akan membangun rumah, tetapi tidak mendiaminya. Mereka akan mengusahakan kebun anggur tetapi tidak minum anggurnya” (BIMK).

Hari Tuhan yang dimaksudkan Zefanya adalah saat di mana Allah akan menyerahkan Yehuda kepada para musuhnya akibat dari dosa-dosa mereka. Jelas di sini, Allah bukanlah pribadi yang membiarkan kejahatan berlalu begitu saja di depan mata-Nya. Dan itu jugalah persoalan bangsa Yehuda. Mereka, sebagaimana dakwaan TUHAN melalui Zefanya, bersikap acuh tak acuh, puas dengan dirinya sendiri, dan menganggap TUHAN juga cuek, tidak akan berbuat begini atau begitu. Mereka agaknya lupa status sebagai bangsa pilihan—yang seharusnya berbudi baik.

Dan karena itu itu, nasihat Zefanya sebelumnya perlu sungguh diperhatikan umat Israel: ”Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat” (Zef. 1:7). Makna harfiah dari ”berdiam diri” memang tidak melakukan apa-apa. Di hadapan Tuhan, Israel memang tidak mungkin melakukan apa-apa—bahkan membela diri sendiri pun tidak bisa. Apa yang mau dibela wong kenyataannya memang demikian.

Namun demikian, ”berdiam diri” senada dengan bahasa Latin silentium ’waktu teduh’. Silentium, ini saya kutip dari buku Terima Kasih, Baik, Lanjutkan! karya St. Sularto dan Trias Kuncahyono dalam rangka 20 tahun Mgr. Suharyo sebagai uskup—berguna untuk belajar mengendalikan diri, menahan nafsu. Dengan silentium para seminaris diajak untuk melakukan refleksi, introspeksi, belajar mendengarkan suara hati agar tidak salah melangkah, tidak salah dalam menanggapi panggilan Tuhan. Tentu, menghayati dan mengalami keheningan memang tidak mudah.

”Berdiam diri di hadapan Allah” akan membuat kita lebih mampu mendengarkan suara Allah. Pendengaran yang baik itu akan membuat kita sungguh mampu mengetahui kehendak-Nya. Persoalan manusia adalah begitu disibukkan dengan banyak suara sehingga tidak mampu lagi mendengarkan suara Allah. dan akhirnya terus bertanya-tanya dalam hatinya: ”Apakah kehendak Allah itu?”

Mungkin itu juga sebabnya Musa berdoa, ”Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mzm. 90:12).

Dalam kecerdasan dan pengalamannya selaku manusia, Musa masih ingin belajar! Dia tidak merasa perlu berhenti belajar. Bahkan keinginan belajarnya itu dijadikan doa.

Dalam BIMK tertera: ”Sadarkanlah kami akan singkatnya hidup ini supaya kami menjadi orang yang berbudi” (Mzm. 90:12). Ketika kita manusia menyadari bahwa hari-harinya singkat, maka tentu dia akan lebih serius dengan hidupnya. Mengapa? Karena waktu memang tak bisa disimpan. Waktu hanya bisa digunakan. Ketika tidak digunakan yang mungkin ada hanyalah penyesalan.

Karena itu, sebelum menyesal, berdiam dirilah di hadapan Tuhan!

Yoel M. Indrasmoro

18 Nov 2017 ,written by nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU BIASA XXXIII Minggu, 19 November 2017

Tema: “Ajarkanlah Kami Menjadi Orang yang Berbudi”

P: Pemimpin Ibadah; Pnt: Penatua; Dkn: Diaken; U: Umat

 

PERSIAPAN

 Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

 Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

 Lonceng berbunyi

 Pembacaan warta gereja

 Saat Teduh

 Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan “Mari Sembah” (PKJ 19: 1-3)

 Prosesi Pengkhotbah, anggota majelis dan petugas ibadah masuk ke ruang ibadah

 Seorang anggota majelis menyalakan lilin ibadah

 Pendamping Pengkhotbah menyerahkan Alkitab besar kepada Pengkhotbah.

 

VOTUM

P:   Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U:  (Menyanyikan “Amin” NKB 227)

 

SALAM

P:   Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara. (1 Kor 1:3)

U:  Juga menyertai saudara

 

NYANYIAN: Betapa Indah Harinya-KJ 395: 1-3   (bait 1& refrein: semua; bait 2: perempuan; bait 3:laki-laki)

PENGAKUAN DOSA Umat Duduk

Pnt :  Dengan merendahkan diri di hadapan Allah, mari kita berdoa:

Ya Allah Sang Penolong, kami menyadari bahwa kami tidak selalu mampu untuk menyatakan hal yang benar dan baik. Sering kali kami kehilangan rasa malu, tidak mawas diri dalam pikiran, tutur kata, dan laku kami. Kami bersikap acuh, dan tak bertanggungjawab pada kehidupan yang semata-mata adalah anugerah dari Tuhan. Sadarkanlah kami akan singkatnya hidup ini, supaya kami menjadi orang yang berbudi.

U:  Amin

 

NYANYIAN: Tuhan, Ya Allahku (PKJ 139: 1-3 -- bait 1: prokantor; bait 2&3: semua)

BERITA ANUGERAH

P:   1 Petrus 1: 20-21

 

(Umat berdiri menyanyikan Bersukacitalah Selalu dinyanyikan berulang-ulang sambil bersalam-salaman)                    Umat Berdiri

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

-Doa Kolekta

P: ... dalam Kristus kami berdoa

P+U: Amin

-Pembacaan Alkitab

 

Bacaan I: Zefanya 1: 7, 12-18

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U: Puji Syukur kepada Allah

 

Bacaan Tanggapan:  Mazmur 90: 1-12 dinyanyikan dari Buku Mazmur Tahun A halaman 84-85

 

Bacaan II : 1 Tesalonika 5: 1-11

Pnt : Demikianlah Sabda Tuhan

U: Puji Syukur kepada Allah

 

Bacaan  III:  Matius 25: 14-30

P: Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya

U: (menyanyikan “Haleluya” NKB 223a)

 

Khotbah

 

Nyanyian Respons ‘Ku Heran, Allah Mau Memb’ri-KJ 387: 1-3

 

PENGAKUAN IMAN RASULI Umat Berdiri

 

DOA SYAFAAT   Umat Duduk

 

PADUAN SUARA :

-Pk. 06.30 – PS Perumnas Klender

-Pk. 17.00 wib – PS Solideo

DOA BAPA KAMI  (dinyanyikan berdiri dan bergandengan tangan)

 

PENGISI PUJIAN : Pk. 06.30 wib – Ibu Sutardi

 

PERSEMBAHAN

-Ayat Pengantar: Yesaya 38: 18-20

-Nyanyian: ‘Ku Beroleh Berkat- KMM 129: 1-2

-Pengedaran kantong (diiringi instrumen)

-Nyanyian (Umat berdiri): ‘Ku Beroleh Berkat- KMM 129: 3

-Doa

 

NYANYIAN: Tuhan Memanggilmu-NKB 126: 1-3    (bait 1& refrein: semua; bait 2: perempuan; bait 3:laki-laki)

 

PENGUTUSAN

P: Arahkanlah hatimu kepada dunia

U: Kami mengarahkan hati kepada dunia

P: Jadilah orang yang berbudi

U: Kami siap menjadi orang yang berbudi

P: Terpujilah Allah-Bapa, Anak dan Roh Kudus

U: yang tidak pernah memisahkan kami dari kasih-Nya sekarang sampai selama-lamanya

 

BERKAT

P:  TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.  (Bil. 6:24-26)

 

U: Amin (KJ 478b)

 

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

-   Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping Pengkhotbah

-   Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

-   Lonceng Berbunyi

-   Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

 

 

Komibdh/gkjjkt/10/’17

17 Nov 2017 ,written by nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU BIASA XXXII MINGGU,12 NOVEMBER 2017

Tema:“Pengharapan Dalam Masa Penantian”

P: Pemimpin Ibadah; Pnt: Penatua; Dkn: Diaken; U: Umat

 

PERSIAPAN

 Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

 Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

 Lonceng berbunyi

 Pembacaan warta gereja

 Saat Teduh

 Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyikan

“Soraklah, Hai Umat-Nya” (PKJ 34) dinyanyikan 2x

 Prosesi Pengkhotbah, anggota majelis dan petugas ibadah

masuk ke ruang ibadah

 Seorang anggota majelis menyalakan lilin ibadah

 Pendamping Pengkhotbah menyerahkan Alkitab besar kepada Pengkhotbah.

 

VOTUM

P:   Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan

bumi. (Maz 124:8)

U:   (Menyanyikan “Amin” NKB 227)

 

SALAM

P:   Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan

Yesus Kristus menyertai saudara. (1 Kor 1:3)

U:  Juga menyertai saudara

 

NYANYIAN: Puji Hai Jiwaku, Puji Tuhan (KJ 9: 1-3)

PENGAKUAN DOSA Umat Duduk

 

Pnt: Dengan merendahkan diri di hadapan Allah, mari kita berdoa:

Ya Allah Sang Sumber Pengharapan, Engkau telah mengutus kami untuk senantiasa menjadi terang dan pengharapan bagi banyak orang. Namun karena keterbatasan dan keengganan membawa terang pengharapan kepada sesama, banyak orang di sekeliling kami menjadi hilang harapan.

Kami mohon ampun atas langgengnya tindakan diskriminatif di sekitar kami. Secara tidak sadar kami pun menjadi pelaku, serta tidak peka akan jeritan orang-orang di sekeliling kami yang membutuhkan pertolongan Tuhan melalui tangan-tangan kami. Atas kelalaian kami dalam mewujudkan pengharapan itu kami mohon ampunilah kami, ya Tuhan.

Kami sendiri tak jarang bergumul mewujudkan pengharapan, optimisme dalam kehidupan pribadi kami. Tolong lah kami untuk senantiasa sabar dan bertekun menantikan perngharapan Tuhan, yang akan terwujud di dalam kehidupan pribadi kami, keluarga kami, gereja kami dan negara kami.

U :   Amin

NYANYIAN: Yang Mau Dibimbing oleh Tuhan (KJ 379: 1-3)

(bait 1: semua; bait 2: laki-laki; bait 3:perempuan)

 

BERITA ANUGERAH

P:   2 Petrus 3: 9

(Umat berdiri menyanyikan “Bersukacitalah Selalu” berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

 

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Kolekta

P: ... dalam Kristus, Sang Sumber Pengharapan, kami berdoa

P+U: Amin

- Pembacaan Alkitab

 Bacaan I: Amos 5: 18-24

 

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U: Puji Syukur kepada Allah

 

 Bacaan Tanggapan:  Mazmur 70 dinyanyikan dari Buku Mazmur Tahun A halaman 63-64

 

 Bacaan II: 1 Tesalonika 4: 13-18

 

Pnt : Demikianlah Sabda Tuhan

U: Puji Syukur kepada Allah

 

 Bacaan  III:  Matius 25: 1-13

P: Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya

U: (menyanyikan “Haleluya” NKB 223a)

 

  Khotbah

 

  Nyanyian Respons: Sering Kutanya Pada Diriku (PKJ 201: 1-2 )

 

PENGAKUAN IMAN RASULI Umat Berdiri

 

PERKENALAN

 

DOA SYAFAAT   Umat Duduk

 

PADUAN SUARA :

- Pk. 06.30 wib : PG Serafim

- Pk. 17.00 wib : PS Ibu Sarah

 

DOA BAPA KAMI  (dinyanyikan berdiri, bergandengan tangan)

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Pengantar: Ulangan 8: 17-18

- Nyanyian: Tuhan Pencipta Semesta (KJ 289: 1-2)

- Pengedaran kantong (diiringi instrumen)

- Nyanyian (Umat berdiri): Tuhan Pencipta Semesta (KJ 289:3-4)

- Doa

 

NYANYIAN:  Buatlah P’litaku Trus Bernyala-KMM 109: 1-5

(bagian refrein, kata Hosiana diganti Haleluya)

 

PENGUTUSAN

P: Arahkanlah hatimu kepada dunia

U: Kami mengarahkan hati kepada dunia

P: Buatlah sesamamu berpengharapan hanya kepada Tuhan

U: Kami bertekun dalam pengharapan kepada Kristus

P: Terpujilah Allah-Bapa, Anak dan Roh Kudus

U: yang tidak pernah memisahkan kami dari kasih-Nya sekarang sampai  selama-lamanya

 

BERKAT

P: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.  (Bil. 6:24-26)

U:  Amin (KJ 478b)

 

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

- Pengkhotbah mengambil Alkitab besar dan menyerahkan kepada Pendamping

Pengkhotbah

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Lonceng Berbunyi

- Pengkhotbah dan Pendamping Pengkhotbah menuju pintu keluar

 

Komibdh/gkjjkt/11/’17

11 Nov 2017 ,written by nikimaserika
 

Bijak Menanggapi Perubahan

Kesepuluh gadis dalam perumpamaan Yesus itu—yang terekam dalam Matius 25:1-13—merupakan orang baik. Kalau nggak baik, mana bisa mereka dipilih menjadi penyambut mempelai. Yang pasti mereka adalah orang-orang yang dipercaya menjalankan sebuah tugas. Itu berarti mereka juga orang pilihan.

Mereka bukan sekelompok gadis jahat. Mereka adalah orang-orang tulus yang senang mendapatkan tugas sebagai penyambut mempelai. Tetapi, yaitu tadi, di mata Yesus mereka bodoh karena tidak membawa minyak cadangan. Mereka disebut bodoh karena tidak siap merespons perubahan.

Mempelai itu terlambat. Mereka tidak mampu merespons kemungkinan itu. Mereka pikir semua akan baik-baik saja. Ketika mempelai datang, habislah minyak dalam pelita mereka. Artinya, mereka tidak dapat lagi menjalani tugas itu. Ya, apa artinya penyambut mempelai tanpa pelita yang menyala. Mereka tidak dapat lagi menjalani tugas mereka dengan baik. Akibatnya, mereka ditolak Sang Mempelai.

Kita juga tidak bisa mengatakan bahwa gadis-gadis yang membawa minyak cadangan sebagai orang yang tidak mau berbagi, tidak setia kawan. Tidak. Perhatikan logisnya pola pikir mereka: ”Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu” (Mat. 25:9). Fokus mereka adalah pada tugas penyambutan itu. Visi mereka hanya satu: misi terselesaikan! Dan itu mungkin tidak akan terjadi jika mereka membagikan minyak cadangan mereka kepada gadis-gadis yang kehabisan minya.

Kisah lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh itu memperlihatkan betapa pentingnya menanggapi perubahan. Pada kenyataannya, tidak ada yang pasti di dunia ini. Namun, dalam ketidakpastian itu, panggilan kita tetap: menjadi hamba Tuhan.

Dalam keadaan apa pun kita dituntut bersikap dan bertindak sebagai hamba Tuhan. Itulah makna dari tindakan berjaga-jaga! Yakni selalu siap bersikap dan bertindak sebagai hamba! Itu berarti fokus pada setiap tanggung jawab yang dianugerahkan kepada kita! Dan tentunya, siap dan bijak menanggapi perubahan!

Yoel M. Indrasmoro,

diambil dari satu harapan.com


11 Nov 2017 ,written by nikimaserika
 


Page 3 of 49