• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

TATA IBADAH MINGGU GEREJA-GEREJA KRISTEN JAWA BULAN KATEKESE LITURGI MINGGU, 27 SEPTEMBER 2015

TEMA: “BERIBADAH BERARTI HIDUP BERDAMAI DENGAN SESAMA”

 

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng berbunyi

Pembacaan warta gereja

Saat Teduh

Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyi: “Angkatlah Gita Baru” (PKJ 298) 3x

Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

Penyerahan Alkitab, pengkhotbah menuju mimbar

 

VOTUM

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U:    Menyanyikan: Amin, Haleluya!  ( NKB 226)

 

SALAM

P: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan Allah, Bapa kita dan dari putra-Nya, Yesus Kristus menyertai Saudara sekalian.

U: Juga beserta saudara

(menyanyikan Kidung Muda-Mudi 163: Bagimu Damai Sejaht’ra, berulang-ulang sambil bersalam-salaman)

NYANYIAN Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan (KJ 9:1,4-5)

HUKUM KASIH -- Umat Duduk

Pnt : Ulangan 6:4-9

NYANYIAN Mahabesar, Dengarkan Ratap Umat-Mu (PKJ 291:1-3)

BERITA ANUGERAH

P: Yakobus 5:13-20

NYANYIAN (Umat Berdiri) Kurangkai Nada Menjadi Lagu (PKJ 290:1-3)

PELAYANAN FIRMAN  – Umat Duduk

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I: Bilangan 11:4-8, 10-16, 24-29

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan Tanggapan:  Mazmur 19 (dinyanyikan “Langit Menceritakan” PKJ 132)

& Bacaan  II:  Markus 9:38-50

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus.

Berbahagia Orang-Orang (PKJ 229)

P: Berbahagia orang-orang yang mendengarkan firman-Nya.

U: Haleluya, Haleluya! O, berbahagialah!

P: Berbahagia orang-orang yang pelihara firman-Nya.

U: Haleluya, Haleluya! O, berbahagialah!

Y Khotbah

Y Nyanyian respon: Damai Di Dunia (PKJ 267)

DOA BAPA KAMI  (dinyanyikan)

SYAFAAT

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: Dengarkanlah permohonan kami. Amin.

PADUAN SUARA:

- PG Serafim  -- pk. 18.30 wib

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar: Filipi 4 :4-7

- Nyanyian: Apakah Yang Kaulakukan (PKJ 213:1-2)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri) : Apakah Yang Kaulakukan (PKJ 213:1-2)

- Doa

NYANYIAN: Bersukacita Senantiasa (PKJ 218:1-3)  Umat masih  Berdiri

PENGAKUAN IMAN RASULI

PENGUTUSAN & BERKAT

P : Marilah kita pulang dan hidup berdamai dengan sesama. Arahkanlah hatimu kepada Tuhan.

U : Kami mengarahkan hati kami kepada-Mu, ya Tuhan.

P : Jadilah saksi Kristus dimanapun engkau berada.

U : Kami siap diutus menjadi saksi-Mu, ya Tuhan.

P : Terpujilah Tuhan

U : kini dan selamanya.

P : Terimalah berkat Tuhan:

TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

NYANYIAN: Apalah Arti Ibadahmu (PKJ 264:1-3)

SAAT TEDUH

PENUTUP

- Lonceng Berbunyi

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Pengkhotbah & Anggota Majelis menuju pintu keluar

Komibdh-gkjjkt/2015

26 Sep 2015 ,written by Nikimaserika
 

Melibatkan Semakin Banyak Orang Di Dalam Ibadah

Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.” (Mrk. 9:39-40)

 

Pada suatu saat di tempat tertentu, ada gereja dalam menyelenggarakan  peribadahannya yang memimpin (hampir total atau  100% dari awal ibadah sampai selesai) adalah pendeta yang berkhotbah atau yang memberitakan firman Tuhan.  Semua jemaat sejak datang lalu saat teduh hingga selesai ibadah dan saat teduh lagi, (selain menyanyi dan persembahan) duduk manis, menjadi pendengar.

Bagaimana pandangan atau pendapat bapak, ibu dan saudara dengan keadaan itu? Milik siapakah sebenarnya ibadah tersebut? Siapa sajakah yang harus berperan dalam ibadah? Jika terjadi dalam suatu peribadahan di mana jemaat tidak aktif terlibat siapa sebenarnya yang kurang benar? Salah pengkhotbah, majelis atau jemaat?

Paulus di dalam suratnya menegaskan, “..., supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Rm. 12:1) Apakah sudah cukup, kita datang memberikan persembahan, turut bernyanyi, dan lebih banyak menjadi pendengar?  Tentu tidak.

Tuhan Yesus memanggil dan menjadikan gereja (tubuh-Nya) banyak anggota. Satu tubuh (dengan karunia dan talenta masing-masing yang Tuhan berikan) agar semua berperan, semua terlibat, semua menjadikan hidupnya sebagai ibadah yang sejati melalui keterlibatannya. Adalah tidak benar ketika hanya satu dua orang mendominasi peribadahan. Semakin banyak yang bisa dilibatkan dan terlibat dalam peribadahan tentu menyaksikan bahwa inilah ibadah yang benar, ibadahnya jemaat dalam menghadap, bersekutu dan menyembah Tuhan Yesus Sang Raja Gereja.

Sikap yang seperti itu tentu tidak hanya dalam persekutuan orang-orang percaya saja, tetapi juga dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Di mana kita diutus kesana. Di mana kita dipanggil dan diutus untuk menyatakan karya-Nya, Injil-Nya.

Kita dipanggil dan diutus untuk menyatakan ibadah yang sejati, menyaksikan iman percaya kita bukan hanya untuk diri sendiri (dalam persekutuan kita saja), tetapi juga di luar.

Selain itu kita juga diajar, untuk tidak memandang rendah atau meremehkan orang diluar persekutuan (sehingga kita lalu merasa lebih berkuasa, lebih hebat atas orang lain, jatuh dalam kesombongan dan kehilangan kerendahan hati). Kita juga harus terbuka dan menghargai orang lain, sejauh tidak melawan Tuhan dan dengan perbuatan orang lain itu tidak menjauhkan kita dan orang lain dari Tuhan. Oleh karenanya Tuhan Yesus berkata, “Jangan kamu cegah dia!... Ia ada di pihak kita” (Mrk. 9:39, 40). Tuhan mau dan memberi peluang bagi orang lain juga untuk memuliakan-Nya, terlibat dalam ibadah yang sejati. Dengan begitu, makin banyak yang terlibat memuliakan Allah, terlibat dalam Ibadah, sujud menyembah-Nya.  Teruslah bersemangat terlibat dalam Ibadah Sejati. Tuhan memberkati. Amin.

 

Doa: “Tuhan, kobarkan semangat kami untuk terus berperan dalam ibadah yang sejati. Amin”

 

Pdt. Hosea Sudarna

26 Sep 2015 ,written by Nikimaserika
 

TATA IBADAH MINGGU GEREJA-GEREJA KRISTEN JAWA BULAN KATEKESE LITURGI MINGGU, 20 SEPTEMBER 2015

Tema: “Kerendahan Hati Adalah Perhiasan Ibadah”

 

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng berbunyi

Pembacaan warta gereja

Saat Teduh

Lonceng berbunyi, umat berdiri, menyanyi, “Haleluya! Pujilah” (KJ 1:1-2)

Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Pengkhotbah dan anggota majelis masuk ke ruang ibadah

Penyerahan Alkitab, pengkhotbah menuju mimbar

 

VOTUM

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U:   (Menyanyikan “Amin, Haleluya!” KKB 226)

 

SALAM

P: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan Allah, Bapa kita dan dari putra-Nya, Yesus Kristus menyertai Saudara sekalian.

U: Juga beserta saudara

 

NYANYIAN Tuhan Allah Hadir (KJ 17:1,3,7)

HUKUM KASIH -- Umat Duduk

Pnt : Yohanes 13:34-35

 

DOA MOHON PENGAMPUNAN

Pnt : Ya Tuhan, Tuhan kami.

lihatlah kami manusia yang berdosa

Kami mengaku bahwa kami mengasihi Engkau dan sesama,

tapi kami tidak peduli dengan orang-orang yang kelaparan di sekitar kami.

Dalam doa, kami selalu katakan: “Kami mengingat mereka yang belum makan”

Tapi hanya sebatas mengingat dalam doa

Kami tak mampu mengasihi dengan menjadi saluran berkat bagi mereka

Kami berdosa….kami berdosa…

U : (Menyanyikan) Tuhan, Kami Berlumuran Dosa (PKJ 43:1)

Pnt : Ya Tuhan, Tuhan kami,

lihatlah kami manusia yang berdosa

Kami mengaku bahwa kami mengasihi Engkau dan ciptaan-Mu,

tapi kenyataannya, kami hanya mampu menjadi penonton

dan menyesali adanya penebangan pohon secara liar

Bahkan kami ikut menggunakan hasil penebangan itu

Kami membiarkan bencana terjadi dan mengorbankan banyak orang

Kami tak mampu mencegah bahkan menghentikan

Kami tak mampu menjaga dan mengelola alam ciptaan-Mu

Kami berdosa….kami berdosa…..

U : (Menyanyikan) Tuhan, Kami Berlumuran Dosa (PKJ 43:1)

Pnt : Ya Tuhan, Tuhan kami,

lihatlah kami manusia yang berdosa

Kami mengaku bahwa kami mengasihi Engkau,

tapi kami tak dapat mewujudkannya dalam kehidupan kami.

Kami lebih senang diperhatikan daripada memperhatikan

Lebih senang dihormati daripada menghormati

Lebih senang dilayani daripada melayani

Lebih senang diutamakan daripada mengutamakan kepentingan orang lain

Kami berusaha menjadi yang terdepan daripada menjadi yang terakhir

Kami tak mampu menjadi seperti Yesus

Kami berdosa…..kami berdosa……

U : (Menyanyikan) Tuhan, Kami Berlumuran Dosa (PKJ 43:1)

Pnt : Ya Tuhan, Tuhan kami,

kami tak mampu menjadi seperti-Mu

merelakan tubuh dan darah-Mu

sebagai wujud nyata ibadah yang sesungguhnya.

Kami lebih sering menjadi seperti kebanyakan orang

Memikirkan kehidupan dunia yang penuh dengan persaingan

Memikirkan kepandaian, karier dan jabatan

Kami belum mampu memberikan hidup kami seutuhnya kepada-Mu

Untuk semua itu kami mengaku….

U : (Menyanyikan) Tuhan, Kami Berlumuran Dosa (PKJ 43:1)

Pnt & U : Amin

BERITA ANUGERAH

P: Yakobus 3:13-4:3, 7-8a

 

NYANYIAN (Umat Berdiri) Lawanlah Godaan (KJ 436:1-3)

PADUAN SUARA: PSA Colibri  -- pk. 06.30 wib

 

PELAYANAN FIRMAN      – Umat Duduk

- Doa Syukur & Mohon Penerangan Roh Kudus

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I: Yeremia 11:18-20

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan Tanggapan:  Mazmur 54:3-9

& Bacaan  II:  Markus 9:30-37

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus.

Berbahagia Orang-Orang (PKJ 229)

P : Berbahagia orang-orang yang mendengarkan firman-Nya.

U: Haleluya, Haleluya! O, berbahagialah!

P: Berbahagia orang-orang yang pelihara firman-Nya.

U: Haleluya,Haleluya! O, berbahagialah!

 

Y Khotbah

Y Nyanyian respon: Jadilah, Tuhan, Kehendak-Mu (PKJ 127:1-4)

 

PELAYANAN SAKRAMEN BAPTIS & PENGAKUAN PERCAYA SIDI -- pk. 06.30 wib

· Pelayanan Sakramen Baptis Anak dan Dewasa

· Pembacaan Pertelaan

· Nyanyian  :   Biarlah Semua Anak (KJ 154:1)

· Pelayanan Sakramen Baptis

· Nyanyian  :   Biarlah Semua Anak  (KJ 154:2)

· Penyampaian Berkat

· Penyerahan kepada jemaat

· Pelayanan Pengakuan Percaya (Sidi)

· Pembacaan Pertelaan

· Penyampaian Berkat

· Nyanyian: Jadilah Tuhan, Kehendak-Mu  (PKJ 127:1-4)

· Penyerahan kepada jemaat

PADUAN SUARA: PS REMAJA – pk. 06.30 wib

DOA BAPA KAMI  (dinyanyikan)

DOA SYAFAAT

P: (doa diakhiri dengan ungkapan: “… dalam pengasihan-Mu, kami mohon ...”)

U: Dengarkanlah permohonan kami. Amin.

 

PADUAN SUARA:

- PS Penggilingan  -- pk. 06.30 wib

- Keroncong Nafiri – pk. 16.00 wib

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar: Roma 12 :1-2

- Nyanyian: Pakailah Seluruh Hidupmu (PKJ 153:1-2)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri) : Pakailah Seluruh Hidupmu (PKJ 153:3)

- Doa

NYANYIAN Kasih Paling Agung (PKJ 179:1-2)  Umat masih Berdiri

PENGAKUAN IMAN RASULI

BERKAT

P : TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

NYANYIAN Bukan Kar’na Upahmu (PKJ 265:1-2)

SAAT TEDUH

PENUTUP

- Lonceng Berbunyi

- Seorang Anggota Majelis mematikan Lilin Ibadah

- Pengkhotbah & Anggota Majelis menuju pintu keluar

Komibdh-gkjjkt/2015

19 Sep 2015 ,written by Nikimaserika
 

KERENDAHAN HATI ADALAH PERHIASAN IBADAH

Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan ... Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku." (Mrk. 9:36-37)

 

Dua nats tersebut di atas adalah gambaran dan sekaligus pengajaran bagi para murid. Bahkan hal itu hendak menjelaskan apa yang Tuhan Yesus sampaikan dan jalani sebagai teladan dan pengajaran,  "Anak Manusia  akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari  sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit." (Mrk. 9:31).

Allah dalam Yesus menganugerahkan keselamatan, kebahagiaan, Injil (kabar baik/sukacita) dengan pengorbanan, penderitaan bahkan mati dan bangkit dalam kerendahan hati. Berbagi dalam dan dengan kerendahan hati, bahkan merendahkan diri-Nya, untuk yang berdosa, yang lemah, dan yang kecil.

Seorang Boss pemilik bank yang kaya raya, suatu kali diajak temannya berkunjung ke Panti Asuhan. Namun setelah acara selesai, hati sang Bankir bergumam pada temannya: ”Kamu bohong, katanya kalau aku main ke sini, hati pasti bahagia ....”

Dengan langkah lesu, ia pun kembali ke mobilnya.  Belum sampai menutup pintu mobilnya, tiba-tiba ada seorang anak perempuan kecil menghampirinya dan berkata, “Oom, mau pulang ya...., boleh nggak Ana minta sesuatu ....?”  Sang Bankir tersenyum, ia seorang yang kaya, apa yang tidak bisa dibelinya, apa lagi untuk anak kecil ini.  “Memangnya kamu mau minta apa...?” tanya sang Bankir. “Oom, Ana pingin manggil Ayah ke Oom ...., boleh nggak?”  Sang Bankir kaget ....,  tenggorokannya tersumbat ...., ternyata bukan boneka atau uang yang diminta ...., hanya sebutan Ayah .... Tanpa terasa hatinya bergetar.  “Boleh, .... Ana boleh panggil Ayah ke Oom ....” kata sang Bankir ceria. “Makasih, Ayah...., kapan Ayah datang lagi?” sahut Ana haru dan rindu penuh harap. Lagi Ana menyampaikan, ” Ana boleh minta satu lagi ke Ayah...? Ana minta kalau Ayah datang lagi ke sini,  bawa foto ayah ya ...., Ana mau simpan di kamar. Jadi kalau Ana kangen sama Ayah, Ana bisa lihat foto Ayah ....” Dengan berlinang air mata, Bankir itupun segera memeluk Ana sambil berbisik lembut, “Besok Ayah datang lagi bawa foto,  dan Ayah akan sering ke sini untuk ketemu Ana.” Hati sang Bankir sangat bahagia, ya… sekarang ia bahagia....

Betapa kebahagiaan itu hadir ketika  kerendahan hati mendasari  sikap dan perilaku. Kebahagiaan itu berkembang/bertambah ketika kita ringan berbagi dalam kerendahan hati, dan kita lakukan pada orang yang membutuhkan. Apalagi ketika kita sadar itu kita lakukan sebagai ucapan syukur bagi-Nya.

 

Doa : “Tuhan, bimbinglah hamba dalam kerendahan hati melakukan teladan-Mu,sebagai ibadah yang sejati. Amin”.

 

Pdt. Hosea Sudarna

19 Sep 2015 ,written by Nikimaserika
 

BACAAN ALKITAB 21-27 SEPTEMBER 2015

Senin, 21 September 2015

Ezra 1:1-6; Mazmur 126:2-6;

Lukas 8:16-18

 

Selasa, 22 September 2015

Ezra 6:7-20; Mazmur 122:1-9;

Lukas 8:19-21

 

Rabu, 23 September 2015

Ezra 9:5-9; Mazmur 12:1-8;

Lukas 9:1-6

 

Kamis, 24 September 2015

Hagai 1:1-8; Mazmur 149:1-9;

Lukas 9:7-9

 

Jumat, 25 September 2015

Hagai 1:15-2:9; Mazmur 43:1-4;

Lukas 9:18-22

 

Sabtu, 26 September 2015

Zakharia 2:5-15; Yeremia 31:10-13;

Lukas 9:43b-45

 

Minggu, 27 September 2015

Bilangan 11:4-29; Mazmur 19:8-15;

Yakobus 5:13-20; Markus 9:38-50

19 Sep 2015 ,written by Nikimaserika
 


Page 18 of 33