• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Artikel

TATA IBADAH BULAN KATEKESE LITURGI GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA Minggu, 18 September 2016

Tema: “Liturgi: Peduli Pada yang Membutuhkan”

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng berbunyi

Seorang anggota Majelis membacakan warta gereja

Lonceng berbunyi, umat berdiri dan menyanyikan “Haleluya! Pujilah” (KJ 1:1-2)

Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Pendamping Pengkhotbah, Pengkhotbah dan anggota Majelis masuk ruang ibadah

 

VOTUM (Umat Berdiri)

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Maz 124:8)

U: (Menyanyikan “Amin, Amin, Amin” KMM 174) 3x

 

SALAM

P : Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. (Ef 6:23)

U : dan beserta saudara juga

 

NYANYIAN Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan (PKJ 14)

Umat Duduk

KATA PEMBUKA

Pnt : Saudara-saudara, minggu ini adalah Minggu Biasa XXV, minggu ketiga di bulan September, yang dipersembahkan Gereja-gereja Kristen Jawa sebagai  Bulan Katekese Liturgi. Tema Minggu ini “Liturgi: Peduli Pada yang Membutuhkan”, mengajak kita untuk menjadikan hidup kita sebagai ibadah dengan tidak mementingkan diri sendiri, melainkan bersedia untuk peduli kepada mereka yang membutuhkan doa, sapaan, perhatian, pembelaan, dan kasih.

 

TELADAN KASIH

Pnt : Yohanes 13:13-17

 

DOA PENYESALAN

Pnt : Ya Bapa, melalui Putera-Mu, Engkau menganugerahkan kepada kami perintah mulia supaya karya penyelamatan-Mu terus berlangsung. Namun, karena dosa dan kelemahan kami, seringkali kami tidak menaati perintah-Mu. Bukan hidup penuh kasih yang kami lakukan, tetapi sering menindas dan meminggirkan orang lain. Mereka yang lebih lemah dari kami sering menjadi sasaran untuk kami tindas. Mereka yang tidak sepaham dengan kami, seringkali kami pinggirkan. Ya TUHAN, ampunilah kami dengan belas kasihan-Mu.

U : [menyanyikan KJ 39:1]

Ku diberi belas kasihan, walau tak layak hatiku,

Tadi ku angkuh, kini heran: Tuhan besarlah rahmat-Mu!

Kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia,

Kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia

 

Pnt : Ya Bapa, betapa pun hinanya diri kami, karena pikiran, perkataan dan perbuatan kami yang nista, janganlah kiranya kasih-Mu menjauh dari kami. Karena kami tidak bisa hidup tanpa belas kasih-Mu. TUHAN, kasihanilah kami.

U : [menyanyikan KJ 39:5]

Ya Tuhan, jangan ambil rahmat yang Kauberi kepadaku,

Karna dengannya aku slamat sampai ke dalam rumah-Mu:

Di sana kumuliakanlah rahmat-Mu slama-lamanya,

Di sana kumuliakanlah rahmat-Mu slama-lamanya!

Pnt+U : Amin

 

BERITA ANUGERAH

P : 1 Timotius 2:5-6

 

NYANYIAN Bersukacitalah Selalu

(Umat berdiri dan saling bersalaman)

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Mohon Penerangan Roh Kudus

P : “Engkau berbicara kepadaku, dan aku mendengarkan setiap perkataan-Mu. Aku milik-Mu, ya TUHAN Allah Yang Mahakuasa, karena itu perkataan-perkataan-Mu menyenangkan dan membahagiakan aku.” (Yeremia 15:16 – BIS)

Dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa...

U : Amin

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I:  Amos 8:4-8

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan Tanggapan:  Mazmur 113

& Bacaan II : 1 Timotius 2:1-7

Pnt/Dkn: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan  III:  Lukas 16:1-13

P : Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U : (menyanyikan “Haleluya” PKJ 296)

 

Y Khotbah

Y Nyanyian respon: Aku Tuhan Semesta  (PKJ 177:1-3)

(Bait 1-3: Pengkhotbah & Prokantor; Ref.: Umat)

 

PELAYANAN SAKRAMEN BAPTIS ANAK & DEWASA (Ibadah Jam 06.30 wib)

- Pembacaan Pertelaan

- Nyanyian “Pandang, Ya Bapa, Dalam Rahmat-Mu” (KJ 304:1,4)

- Pelayanan Sakramen Baptis Anak

- Pembacaan Pertelaan

- Nyanyian  “Besar Untungku” (NKB 197:1,3)

- Pelayanan Sakramen Baptis Dewasa

DOA BAPA KAMI (Dinyanyikan. Umat berdiri & bergandengan tangan)

 

PENGAKUAN IMAN RASULI (Umat tetap berdiri)

DOA UMAT (SYAFAAT) (Umat Duduk)

 

PADUAN SUARA :

- Ibu Sutardi           --  pk. 06.30 wib

- PS Penggilingan  --  pk.  17.00 wib

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar: Matius 5:7

- Nyanyian: Apalah Arti Ibadahmu (PKJ 264: 1-2)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri) : Apalah Arti Ibadahmu (PKJ 264:3)

- Doa

 

NYANYIAN Marilah, Marilah, Hai Saudara (KJ 338:1-2)

BERKAT

P : Arahkanlah hatimu kepada Tuhan

U : kami mengarahkan hati kepada Tuhan

P : Rayakanlah liturgi kehidupan

U : kini dan selamanya

P : Terimalah berkat Tuhan

P :  TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (Bil. 6:24-26)

U : Amin. Syukur kepada Allah

 

NYANYIAN Marilah, Marilah, Hai Saudara (KJ 338:3-4)

SAAT TEDUH

 

PENUTUP

- Seorang anggota Majelis mematikan lilin ibadah

- Lonceng berbunyi

- Pendamping Pengkhotbah dan Pengkhotbah keluar ruang ibadah

 

Sin-gkj/Komibdh-gkjjkt/09/16

17 Sep 2016 ,written by Nikimaserika
 

Kecerdikan Sang Bendahara

SATUHARAPAN.COM – Bendahara dalam perumpamaan Yesus (Luk. 16:1-13) tak lagi pantas disebut bendahara. Dia tidak mengerjakan tugasnya dengan baik. Tak hanya lalai dalam perhitungan, dia sengaja menghamburkan harta majikan.

Dengan kata lain, bendahara itu telah mengangkat dirinya sendiri sebagai pemilik harta. Dia tak lagi menjadi pengelola, dia telah menjadi pemilik.

Di sinilah persoalan besar Sang Bendahara. Dia telah lupa, bisa jadi melupakan,  hakikat diri sebagai hamba. Tak hanya itu, dia malah mengangkat dirinya sendiri sebagai ”tuan”. Memang bukan tuan dalam arti sebenarnya. Tetapi, apa bukan tuan namanya jika dia merasa boleh menggunakan harta yang bukan miliknya sesuka hatinya? Dan dia siap dipecat!

Perumpamaan ini mengingatkan kita untuk menjalani tugas kehambaan kita dengan setia. Artinya, saya dan Saudara dipanggil untuk setia terhadap profesi yang kita emban. Sebab, profesi berarti kepercayaan.

 

Aksi

Jika begitu, mengapa Yesus memujinya? Yesus memuji kecerdikan Sang Bendahara karena dia mampu menyadari keberadaannya dan cekatan mengambil tindakan-tindakan nyata.

Dia ingin selamat. Itulah visinya sekarang. Agar tetap hidup, dia harus berbuat sesuatu. Demi mempertahankan hidupnya, dia mengambil jalan untuk mengambil hati orang-orang yang mempunyai utang terhadap tuannya. Dengan cara demikian, dia telah berupaya menyelamatkan nyawanya. Tindakannya itu membuat dia mempunyai piutang budi.

Kemungkinan besar Sang Bendahara ingin menghapus semua jejak kesalahannya. Bisa jadi, dia telah melakukan tindakan korup yang membuat dia kaya sendiri. Utang yang dihapuskannya itu, bisa jadi tidak masuk ke kantong tuannya, tetapi ke kantongnya sendiri. Dengan cara menguranginya kemungkinan besar dia sedang menghapus jejak kesalahannya.

Itu berarti, jejak kecurangannya terhapus sudah. Ini sama halnya orang yang mengembalikan uang yang dikorupsinya ke kas negara. Tujuannya, tentu saja agar mendapatkan pengampunan.

Kita memang tidak tahu bagaimana nasib bendahara itu selanjutnya, tetapi dengan semua tindakan itu agaknya dia hanya mengharapkan anugerah tuannya.

Ah, bukankah semua pengampunan—entah dari manusia, apa lagi Tuhan—memang anugerah belaka?

Yoel M Indrasmoro

Kecerdikan Sang Bendahara

 

SATUHARAPAN.COM – Bendahara dalam perumpamaan Yesus (Luk. 16:1-13) tak lagi pantas disebut bendahara. Dia tidak mengerjakan tugasnya dengan baik. Tak hanya lalai dalam perhitungan, dia sengaja menghamburkan harta majikan.

Dengan kata lain, bendahara itu telah mengangkat dirinya sendiri sebagai pemilik harta. Dia tak lagi menjadi pengelola, dia telah menjadi pemilik.

Di sinilah persoalan besar Sang Bendahara. Dia telah lupa, bisa jadi melupakan,  hakikat diri sebagai hamba. Tak hanya itu, dia malah mengangkat dirinya sendiri sebagai ”tuan”. Memang bukan tuan dalam arti sebenarnya. Tetapi, apa bukan tuan namanya jika dia merasa boleh menggunakan harta yang bukan miliknya sesuka hatinya? Dan dia siap dipecat!

Perumpamaan ini mengingatkan kita untuk menjalani tugas kehambaan kita dengan setia. Artinya, saya dan Saudara dipanggil untuk setia terhadap profesi yang kita emban. Sebab, profesi berarti kepercayaan.

 

Aksi

Jika begitu, mengapa Yesus memujinya? Yesus memuji kecerdikan Sang Bendahara karena dia mampu menyadari keberadaannya dan cekatan mengambil tindakan-tindakan nyata.

Dia ingin selamat. Itulah visinya sekarang. Agar tetap hidup, dia harus berbuat sesuatu. Demi mempertahankan hidupnya, dia mengambil jalan untuk mengambil hati orang-orang yang mempunyai utang terhadap tuannya. Dengan cara demikian, dia telah berupaya menyelamatkan nyawanya. Tindakannya itu membuat dia mempunyai piutang budi.

Kemungkinan besar Sang Bendahara ingin menghapus semua jejak kesalahannya. Bisa jadi, dia telah melakukan tindakan korup yang membuat dia kaya sendiri. Utang yang dihapuskannya itu, bisa jadi tidak masuk ke kantong tuannya, tetapi ke kantongnya sendiri. Dengan cara menguranginya kemungkinan besar dia sedang menghapus jejak kesalahannya.

Itu berarti, jejak kecurangannya terhapus sudah. Ini sama halnya orang yang mengembalikan uang yang dikorupsinya ke kas negara. Tujuannya, tentu saja agar mendapatkan pengampunan.

Kita memang tidak tahu bagaimana nasib bendahara itu selanjutnya, tetapi dengan semua tindakan itu agaknya dia hanya mengharapkan anugerah tuannya.

Ah, bukankah semua pengampunan—entah dari manusia, apa lagi Tuhan—memang anugerah belaka?

Yoel M Indrasmoro

17 Sep 2016 ,written by Nikimaserika
 

TATA IBADAH BULAN KATEKESE LITURGI GEREJA KRISTEN JAWA JAKARTA Minggu, 11 September 2016

Tema: “Bersukacita Merayakan Liturgi Kehidupan”

PERSIAPAN

Umat mempersiapkan diri masing-masing di ruang ibadah.

Pengkhotbah dan anggota majelis mempersiapkan diri di konsistori.

Lonceng berbunyi

Seorang anggota Majelis membacakan warta gereja

Lonceng berbunyi, umat berdiri dan menyanyikan “Mari, Kawan-kawan, Nyanyi Gembira” (PKJ 16:1-2)

Seorang anggota Majelis menyalakan lilin ibadah

Pendamping Pengkhotbah, Pengkhotbah dan anggota Majelis masuk ruang ibadah

VOTUM (Umat Berdiri)

P: Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

(Maz 124:8)

U:    (Menyanyikan “Amin, Amin, Amin” KMM 174) 3x

SALAM

P: Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa, dan dari Tuhan Yesus Kristus

menyertai sekalian saudara. (Ef 6:23)

U: Dan besertamu juga

NYANYIAN: Bersyukurlah Pada Tuhan (PKJ 7:1-3)

Umat Duduk

KATA PEMBUKA

Pnt : Saudara-saudara, minggu ini adalah Minggu Biasa XXIV, minggu kedua di bulan September, yang dipersembahkan Gereja Kristen Jawa sebagai Bulan Katekese Liturgi. Selama bulan September, kita akan belajar bersama tentang ibadah. Beribadah berarti memberikan diri untuk berbakti kepada Tuhan. Tema Minggu ini “Bersukacitalah Merayakan Liturgi Kehidupan”, mengajak kita  untuk menjalani kehidupan ini sebagai perayaan karena kita adalah orang-orang yang telah diselamatkan oleh-Nya. Dengan demikian kita akan senantiasa bersukacita diutus oleh Tuhan untuk mencari dan menemukan yang terhilang dan menyampaikan kabar keselamatan kepada semua orang.

HUKUM KASIH

Pnt: 1 Yohanes 4:16

NYANYIAN: Allah Adalah Kasih  (KJ 434:1-4)

(Bait 1: semua; bait 2: perempuan; bait 3: laki-laki; bait 4: semua)

BERITA ANUGERAH

P: 1 Timotius 1:15

NYANYIAN: Bersukacitalah Selalu

(Umat Berdiri dan bersalam-salaman)

PELAYANAN FIRMAN Umat Duduk

- Doa Mohon Penerangan Roh Kudus

P: “Engkau berbicara kepadaku, dan aku mendengarkan setiap perkataan-Mu. Aku milik-Mu, ya TUHAN Allah Yang Mahakuasa, karena itu perkataan-perkataan-Mu menyenangkan dan membahagiakan aku.” (Yeremia 15:16 – BIS)

Dalam Kristus, Firman yang telah menjadi Manusia, kami berdoa...

U : Amin

- Pembacaan Alkitab

& Bacaan I: Keluaran 32:7-14

PP: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan Tanggapan:  Mazmur 51:3-15

& Bacaan II: 1 Timotius 1:12-17

Pnt/Dkn: Demikianlah Sabda Tuhan

U : Puji Syukur kepada Allah

& Bacaan  III:  Lukas 15:1-10

P: Demikianlah Injil Yesus Kristus. Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan

firman Allah dan yang memeliharanya (Luk. 11:28). Haleluya!

U : (menyanyikan “Haleluya” PKJ 296)

Y Khotbah

Y Nyanyian respon: Hidup Yang Sedih Jadi Melodi (KMM 149:1-3)

SYAFAAT

P: Ya Allah, sumber kehidupan, kami datang kepada-Mu untuk menaikkan syafaat kami. Kami rindu untuk mendoakan saudara-saudara kami yang membutuhkan dukungan doa. Kami berdoa untuk mereka yang sedang mengalami sakit, terkhusus mereka yang sakit dalam waktu yang telah lama. Tuhan kuatkanlah iman mereka, agar dalam keadaan sakit tetap mampu untuk bersyukur dan percaya bahwa Engkau adalah yang baik, yang memiliki kehendak yang baik, dalam sakit sekalipun. Kami juga mendoakan untuk mereka yang merawat saudara-saudara yang sakit. Berikan kepada mereka ketulusan dan kesukacitaan dalam merawat, sehingga segala sesuatu yang mereka lakukan dapat menjadi ibadah bagi-Mu. Dalam pengasihan-Mu, kami mohon...

U: Dengarkanlah permohonan kami.

P: Ya Allah, sumber kehidupan, kami mendoakan saudara-saudara kami yang mengalami duka karena kematian telah memisahkan mereka dari antara orang yang mereka cintai. Mampukanlah mereka untuk tetap dapat bersyukur dalam duka cita karena mereka mengimani bahwa mereka yang mati, boleh mati didalam Kristus. Mampukanlah mereka untuk dapat terus melanjutkan kehidupannya di dunia ini dengan menjadikah kehidupan mereka sebagai ibadah yang berkenan di hadapan-Mu. Dalam pengasihan-Mu, kami mohon....

U: Dengarkanlah permohonan kami.

P: Ya Allah, sumber kehidupan, kami berdoa untuk mereka yang dalam keputus-asaan karena berbagai persoalan yang dihadapi. Mereka yang belum atau tidak mendapatkan pekerjaan, belum atau tidak mendapatkan pasangan hidup, belum atau tidak mendapatkan keturunan, dan yang lain-lain lagi. Mampukanlah mereka untuk tetap dapat mengisi dan memaknai hidup dengan tetap bersyukur dan bersukacita dengan mengembangkan talenta, yang mereka miliki; dengan mengembangkan kepedulian terhadap orang lain dan dengan memberikan cinta kasih sebagai orangtua kepada anak-anak yang membutuhkan. Biarlah keputus-asaan jauh dari mereka berganti dengan ibadah yang menjadi berkat bagi banyak orang. Dalam pengasihan-Mu, kami mohon.....

U: Dengarkanlah permohonan kami.

P: Ya Allah, sumber kehidupan, kami berdoa untuk mereka, yang karena berbagai sebab, mengundurkan diri bahkan meninggalkan kehidupan persekutuan bersama-Mu. Kami percaya bahwa Engkau adalah Allah yang tidak membiarkan seekor domba pun hilang. Mampukanlah kami untuk tidak menghakimi mereka tetapi justru boleh Engkau pakai dalam mencari, menyapa dan mengundang mereka untuk kembali dalam persekutuan-Mu. Mampukanlah kami untuk tidak menghakimi mereka, tetapi dengan syukur dan suka cita menyambut mereka yang kembali setelah menghilang. Mampukanlah kami untuk senantiasa menjadikan persekutuan kami sebagai bentuk ibadah yang mendatangkan kemuliaan bagi nama-Mu. Dalam pengasihan-Mu, kami mohon....

U: Dengarkanlah permohonan kami.

P: Ya Allah, sumber kehidupan, dengan setia kami mendoakan negeri kami, Indonesia yang telah Engkau karuniai sebagai bangsa yang merdeka 71 tahun lamanya. Kami mengimani bahwa Engkau tetap setia mengasihi negeri kami ini. Mampukanlah kami sebagai umat-Mu yang Engkau tempatkan di negeri Indonesia ini untuk dapat mengisi kemerdekaan dengan bertanggungjawab dan hidup mengedepankan kehidupan yang bermoral. Berikanlah hikmat kepada para pemimpin negeri kami, agar mereka juga menjadikan diri mereka sebagai pemimpin yang takut akan Engkau. Dalam pengasihan-Mu, kami mohon.....

U: dengarkanlah permohonan kami.

P: Ya Allah, sumber kehidupan, kami memohon kepada-Mu untuk gereja-gereja yang ada di bumi ini. Jadikanlah gereja-gereja sebagai alat-Mu untuk menghadirkan damai sejahtera. Biarlah gereja hadir dengan membawa berkat bukan kutuk bagi lingkungan sekitar. Mampukanlah gereja untuk bisa menjadi kesukaan bukan sandungan bagi banyak orang. Jadikanlah gereja sebagai persekutuan satu tubuh dengan banyak anggota dan Engkaulah kepalanya. Dengan demikian kehidupan seluruh  anggota gereja, pengurus gereja, pemimpin dan pelayan gereja dapat menjadi ibadah sejati sebagai persembahan untuk kemuliaan nama-Mu. Dalam pengasihan-mu, kami mohon....

U: dengarkanlah permohonan kami.

P+U : Amin

 

PADUAN SUARA :   PS Ibu Sarah  -- pk. 17.00 wib

 

PERSEMBAHAN

- Ayat Penghantar:  Galatia 6:9-10

- Nyanyian: Berkumandang Suara Dari Seberang (KJ 425: 1-2)

- Pengedaran kantong

- Nyanyian (Umat berdiri) : Berkumandang Suara Dari Seberang (KJ 425:3)

- Doa

NYANYIAN: Tuhan Mengutus Kita  (PKJ 185:1-3)

DOA BAPA KAMI   (Dinyanyikan. Umat tetap berdiri, berdoa dengan bergandengan tanga

PENGAKUAN IMAN RASULI

BERKAT

P: Arahkanlah hatimu kepada Tuhan

U: Kami mengarahkan hati kepada Tuhan

P: Rayakanlah liturgi kehidupan

U: Kini dan selamanya

P: Terimalah berkat Tuhan

“TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.” (Bil. 6:24-26)

U: Amin. Syukur kepada Allah

NYANYIAN : Tuhan Mengutus Kita  (PKJ 185:4-5)

SAAT TEDUH

PENUTUP

- Seorang anggota Majelis mematikan lilin ibadah

- Lonceng berbunyi

- Pendamping Pengkhotbah dan Pengkhotbah keluar ruang ibadah

Komibdh-gkjjkt/09/16

10 Sep 2016 ,written by Nikimaserika
 

Akulah yang Paling Berdosa

SATUHARAPAN.COM – ”Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa” (1 Tim. 1:15). Demikianlah pengakuan Paulus kepada murid yang dikasihinya—Timotius.

Pengakuan Paulus

Pengakuan itu sungguh beralasan. Paulus sendiri menyatakan bahwa ia tadinya seorang penghujat, penganiaya, dan ganas. Lukas pertama kali memperkenalkan Paulus dalam buku keduanya Kisah Para Rasul dalam kisah kematian Stefanus. Lukas mencatat: ”Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia [Stefanus]. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus ... . Saulus juga setuju bahwa Stefanus mati dibunuh. (Kis. 7:57-58; 8:1a).

Dari kisah tadi jelas. Saulus setuju Stefanus mati dirajam. Saulus memang tidak melempar batu karena dia bukan saksi. Hanya saksilah yang boleh melempar batu kepada terhukum. Namun, keberadaan Paulus di sana bukanlah untuk piknik atau sambil lalu. Dia sungguh-sungguh menyetujui aksi perajaman tersebut. Bahkan, dia bersedia menjaga jubah-jubah algojo-algojo saat mereka melaksanakan tugas mereka.

Tak hanya itu, Saulus yang kemudian berganti nama menjadi Paulus, meminta wewenang kepada imam besar untuk menangkap semua pengikut Kristus. Bayangkan: Dia meminta surat kuasa untuk diperbolehkan membunuh para pengkhianat agama! Dan hebatnya lagi, imam besar memberikan kuasa untuk menangkap para pengikut Kristus dan membawanya ke Yerusalem.

Tetapi, Paulus jugalah yang pada akhirnya berkata dengan lantang: ”’Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,’ dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.”

Allah yang Mencari

Inilah pengakuan Paulus: akulah yang paling berdosa. Paulus menjadi bukti nyata dari ”Perumpamaan tentang domba yang hilang” (Luk. 15:12-14).

Dalam perumpamaan-Nya, Yesus hendak menegaskan bahwa Allah adalah Pribadi yang mencari. Sebagai Gembala, Allah bukan pribadi yang cuek. Dia sungguh-sungguh peduli. Dia tahu tabiat domba yang lebih suka mencari jalannya sendiri. Dia tahu tabiat domba yang tidak mau diatur dan menganggap dirinya selalu benar. Tetapi, Dia juga tahu bahwa domba merupakan hewan ringkih, yang akan mati kelaparan atau diterkam serigala jika tidak segera ditemukan.

Sebagaimana gembala, Allah peduli terhadap domba-domba yang sengaja meninggalkan kawanan domba tersebut. Allah sengaja mencari domba-domba itu hingga dapat. Dia ingin kawanan domba itu kembali utuh. Dia hanya ingin keutuhan kawanan domba itu. Dia ingin yang terbaik bagi domba-domba tersebut.

Mungkin kita perlu bertanya juga sekarang: Mengapa Allah mencari domba yang hilang? Bukankah Dia, Yang Maha Kuasa, tidak akan kekurangan apa pun, seandainya satu orang binasa? Apa bedanya satu orang dibanding dengan 99 orang? Bukankah Dia dapat mengabaikannya?

Tetapi, baiklah kita lanjutkan serangkaian pertanyaan tadi dengan pertanyaan: ”Jika memang itu jalan yang diambil Allah, bagaimana nasib kita, Anda dan saya, selanjutnya?”

 

 

Yoel M Indrasmoro

10 Sep 2016 ,written by Nikimaserika
 

BACAAN ALKITAB 5-11 September 2016

Senin, 5 September 2016

1 Raja-raja 13:1-10; Mazmur 82;

Filipi 1:1-11; Markus 15:40-47

Selasa, 6 September 2016

1 Raja-raja 16:23-24; Mazmur 102;

Filipi 1:12-30; Markus 16:1-20

Rabu, 7 September 2016

1 Raja-raja 17:1-24; Mazmur 33;

Filipi 2:1-11; Matius 2:1-17

Kamis, 8 September 2016

1 Raja-raja 18:1-19; Mazmur 16;

Filipi 2:12-30; Matius 2:13-23

Jumat,  9 September 2016

1 Raja-raja 18:20-40; Mazmur 65;

Filipi 3:1-16; Matius 3:1-12

Sabtu, 10 September 2016

1 Raja-raja 18:41-19:8; Mazmur 98;

Filipi 3:17-4:7; Matius 3:13-17

Minggu, 11 September 2016

Keluaran 32:7-14; Mazmur 51:1-10;

1 Timotius 1:12-17; Lukas 15:1-10

 

03 Sep 2016 ,written by Nikimaserika
 


Page 18 of 48