• Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Renungan

PETUGAS KLINIK Minggu, 13 Mei 2012

PETUGAS KLINIK
Minggu, 13 Mei 2012


DR. Puspita,Sp.KK

Ibu Nunuk

Ibu Djatmiko

Ibu Yayuk

Bp. Bambang

12 May 2012 ,written by Nikimaserika
 

Aku telah melihat Tuhan

 

Aku telah melihat Tuhan

Oleh : Pnt. Yon Maryono

 

Aku telah melihat Tuhan ? Benarkah aku dan engkau telah melihat Tuhan. Bukankah itu cerita dan pengalaman Maria kurang lebih 2000 tahun yang lalu !, Melihat Tuhan tetaplah menjadi pengalaman dia, bukan pengalaman saya. Tidaklah bisa menjadikan pengalaman Maria sebagai jawaban ketika  seorang bertanya : Apakah Saudara bisa membuktikan bahwa Tuhan bangkit ? Saya teringat  pertanyan yang sama di Pelajaran SD anak saya yang dijawab : Buktinya yaitu Tuhan menampakan kebangkitannya pada hari pertama Minggu subuh kepada Maria, dan Maria berkata : “Aku telah melihat Tuhan”.  Dan jawaban ini dinilai benar oleh Guru. Pengalaman itu sudah hampir dua ribu tahun yang lalu dijawabkan sekarang,dengan fasihnya diucapkan dibibir tanpa mengerti maknanya.

Gema Paskah dari jaman ke jaman menggaung demikian hebatnya. Tidak ada satupun manusia dibumi ini yang prosesi peristiwa kematiaanya dikenang sepanjang jaman dan meninggalkan pesan yang panjang dan menantang. Bahkan, gema paskah dalam liturgi terus dirayakan selama lima pekan berturut-turut. Sederetan acara dan perayaan Paskah, dimulai dari Penderitaan, Kematian dan Kebangkitan Yesus Kristus, kelihatan sedemikian pentingnya. Tetapi, peristiwa dalam peringatan itu dapat menjadi tidak bermakna sama dengan semua perayaan lainnya, tetap tinggal perayaan musiman, yang maknanya hilang serta merta bersama berakhirnya masa perayaan. Kita kembali hidup dalam kesibukan, pergumulan dan rutinitas hidup yang sering kita kehilangan arah sedang menuju kemana.

Apabila dipelajari melalui kisah tentang kebangkitan Yesus, khusunya kisah penampakan kepada Maria Magdalena (Yohanes 20:11-18). Dalam narasi Alkitab  telah dituliskan  bahwa Maria Magdalena adalah orang pertama yang berjumpa dengan Tuhan yang bangkit. Pengalamannya melihat Tuhan adalah pengalaman yang istimewa baginya: “Aku telah melihat Tuhan (ay.18b). Kalimat “aku melihat Tuhan”. adalah pernyataan yang tidak melulu suatu ungkapan suka cita tetapi suatu ungkapan yang sangat mendalam, terkait dengan perubahan hidup sejak pertama kali Maria berjumpa dengan Yesus. Sejak pertama kali berjumpa dengan Yesus, hidupnya mulai berubah, menjadi hidup baru yang terlepas dari rasukan  7 setan yang diusir oleh-Nya. Dan pilihan hidup Maria untuk mengikuti Yesus justru diteguhkan dengan pengalaman melihat Tuhan yang bangkit. Inilah pengharapan baru yang ditemukan Maria. Pernyataan “aku melihat Tuhan” akhirnya bukan melulu melihat sosok Yesus tapi memahami dan menemukan kebenaran bahwa perubahan hidup baru dalam Yesus mempunyai pengharapan yang tidak akan pernah sia-sia. Yah, iman percaya yang dipancarkan dalam perubahan hidup yang memampukan Maria melihat Tuhan

Apa bukti Yesus bangkit ?  tidak lain menunjukkan kepada orang bagaimana iman pada Yesus telah mengubah hidup kita. Sikap iman Maria yang telah mengubah hidupnya bisa menjadi sikap iman kita meskipun kita tidak melihat dengan kasat mata Kristus yang bangkit.  Jawaban “ Aku telah berubah hidup dalam Yesus yang telah bangkit”, inilah yang mesti kita berikan pada orang yang minta bukti bahwa Yesus telah bangkit. Pesan Paskah mengingatkan anak-anak Allah menerima tubuh dan darah Kristus, sehingga mereka kembali pada cara hidup yang kudus dan selalu siap diutus berbagi hidup bagi dunia. Merayakan Paskah tanpa perubahan hidup, itulah yang menyebabkan Paskah hanya sekedar serimonial belaka, atau perayaan rutin dari tahun ke tahun diperingati tanpa makna. Seharusnya paskah membawa perubahan hidup bagi orang yang berikrar percaya Yesus, untu hidup lebih maju mendekat segambar dan serupa dengan Kristus.

Semoga Paskah tetap mendarah daging dalam hidup kita, bukan sebuah perayaan musiman belaka. Dan semoga kita  tetap berjaga dan waspada untuk terus menggapai hidup Kudus untuk dapat tinggal bersama  Allah yang Kudus.  Percayalah kita akan melihat Tuhan jauh lebih sering dari yang pernah dilihat orang!

Tuhan memberkati kita semua.

 

11 May 2012 ,written by Pnt.Siswanto S.N.
 

Renungan WG 22 April 2012

Renungan  WG 22 April 2012

Dari Patah Arang Tak Bernyali, Menjadi Pejuang Berani Bersaksi

(KRISTUS YANG BANGKIT, PEMBAHARU HIDUPKU)


“Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.”(Kisah  3:15)

Perubahan  yang  terjadi pada  sesuatu atau diri seseorang pasti ada penyebabnya. Apalagi kalau perubahan itu terjadi begitu cepat. Demikian halnya, kalau orang dalam beberapa hari berubah sikap dari takut, patah arang dan tak bernyali menjadi berani, tentu ada penyebabnya yang luar biasa.
Beberapa hari sebelumnya, para murid Yesus berada dalam keadaan muram, Yesus yang semula mereka harapkan menjadi Mesias, ternyata dijatuhi hukuman mati. Mereka kecewa, getir hati tak karuan, bahkan takut kalau-kalau mereka sebagai pengikutNya, juga akan ditangkap dan menjalani nasib yang serupa.  Sebagaimana disaksikan dalam kitab Injil Yohanes,  “berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi.” (Yoh. 20:19)
Tetapi beberapa hari kemudian mereka sudah berani menyampaikan kepada orang, “Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari  antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.” Dan bahkan, mereka berada di jalan-jalan raya kota yang sama dan berkata dengan lantang, “ Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus. … Bertobatlah… Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." (Kis.2:36-40).    Saudara dapat bayangkan, sikap para murid itu berubah 180 derajat. Mereka yang semula bersembunyi,  kini “mengecam, mendorong dan menasehati”. Kalau kita jadi penduduk kota Yerusalem, mungkin kita sulit mengenali kembali para murid. Mereka sangat berubah,  beberapa hari yang lalu begitu takut sekarang begitu berani.
Kalau mereka bersaksi di kota-kota kecil di luar Yerusalem tentu tidak begitu mengherankan. Tetapi mereka melakukan itu di dalam kota Yerusalem, yang adalah tempat pusat musuh-musuh Yesus. Tempat tinggal Imam Besar, Imam-imam kepala, orang-orang Farisi, ahli-ahli Taurat, orang-orang Saduki dan massa orang Yahudi yang semuanya membenci Yesus.
Di hadapan orang-orang yang merasa berhasil menamatkan riwayat Yesus, mereka meneriakkan yang sebaliknya: “Yesus sudah bangkit. Ia adalah Tuhan yang hidup. Ia, Pemimpin kepada hidup.”  Itulah perubahan besar yang terjadi dan membaharui kehidupan murid-murid Yesus. Dari kurang pasti menjadi yakin seyakin-yakinya. Dari diam karena rasa kalah dan remuk hati menjadi bersorak karena menang dan bulat  hati.  Dari Patah Arang  Tak Bernyali, Menjadi Pejuang Berani Bersaksi. Dan Penyebabnya adalah karena Yesus memang benar-benar bangkit, memberi karunia dan selamat. 
Bagaimana dengan kita? Akankah kita merasakan dan menyadari perubahan dan pembaharuan oleh kuasa kebangkitanNya?  Akankah perubahan itu terus menyemangati kesaksian kita disegala medan juang?

Doa:     “Tuhan, jadikanlah dengan  keyakinan, sukacita, perjuangan dan pelayanan kami menyaksikan pembaharuan dan kuasa kebangkitanMu. Amin”

Pdt. Hosea Sudarna

22 Apr 2012 ,written by Nikimaserika
 

AKU TELAH MELIHAT TUHAN!

AKU TELAH MELIHAT TUHAN!


Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid:
"Aku telah melihat Tuhan!" 
dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya. 
(Yoh.20:18)

"Aku telah melihat Tuhan!"  Demikianlah kesaksian Maria Magdalena. Ia memberitakan apa yang Yesus perintahkan sekaligus ia lihat dan rasakan. Inilah berita dari hati seorang wanita yang semula hancur berkeping-keping, porak-poranda beroleh pemulihan atas kebangkitanNya. Kini ia member diri dipakai Tuhan untuk menjadi alatNya. Kini ia meneruskan berkat dan sukacita itu kepada orang lain. 
Kesaksian ini memiliki banyak hal  setidak-tidaknya ada tiga hal yang menarik untuk kita renungkan dan hayati, di saat kita merayakan paskah, merayakan kebangkitanNya. 
Pertama, Maria Magdalena  pergi memberitakan atau menyaksikan karena perjumpaannya secara  pribadi dengan Yesus.  Dan perjumpaannya  secara pribadi ini menjadi begitu berkesan dan member kekuatan, karena juga terkait dengan pengalaman dan perjumpaannya dengan Yesus di waktu-waktu sebelumnya. Hal itu nampak  begitu melekat kuat di hatinya.  Sehingga ketika hal itu terusik  -  hampir pudar dan padam, hancur berkeping-keping  dan porak-poranda-  oleh penderitaan dan kematiaanNya,  kembali  berkobar  dan menyala, menyatu  kuat  turut  bangkit dan hidup  oleh  karena kebangkitanNya. 
Kedua, Ia memberitakan dan bersaksi karena mendapat kepercayaan kembali. Ia diperintah dan diutus oleh Dia yang bangkit dan hidup itu, “… pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada merek…”(Yoh.20:17). Tentu hal ini juga perintah buat orang percaya yang telah melihatNya dan beroleh kemenangan dengan kebangkitanNya. 
Ketiga, status Maria Magdalena sebagai orang percaya semakin diteguhkan dan dijamin. Diteguhkan, dengan kebangkitan dan hidupNya, sehingga  kita juga (sebagai orang percaya) turut memiliki dan dimiliki Allah, Bapa Surgawi. Dijamin, dengan kehidupan dan kebangkitanNya adalah kehidupan dan kemenangan orang percaya didalam Kristus Yesus. Sebagaimana Ia sampaikan,” … bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." (Yoh.20:17)
Sekembalinya ke Gorontalo, peniru lagu dan joget India, Briptu Norman, disambut dengan antosias oleh aparat dan masyarakat Gorontalo. Dengan sukacita mereka mengelu-elukannya pak Polisi yang fasih joget dan nyanyi  India itu. Ia telah menghadirkan hiburan dan mengangkat nama khususnya masyarakat Gorontalo. Kini gaung dari suasana sukacita itu telah lenyap.  Kegembiraan sesaat itu amat berbeda dengan gaung dan sukacita menyambut kebangkitan Yesus dari kematian.
Yesus yang bangkit, lebih dari sekedar memberikan penghiburan, akan tetapi juga kemenangan, pemulihan, semangat bahkan kehidupan dan pengharapan akan kehidupan kekal.
Seperti halnya Maria Magdalena,  kita orang percaya,  yang kini merayakan kebangkitanNya itu tentu jauh  lebih terhibur dan terberkati serta beroleh karunia dan sukacita yang istimewa bahkan  luar biasa. Bukankah hidup dan kemenangan Ia karuniakan bagi saudara dan saya? Pertanyaannya, akankah dalam pelayanan dan aktivitas kita sebagai ungkapan syukur dan menjadikan kemuliaan bagi-Nya,  menyaksikan  dan mewartakan hal itu? Sehingga seperti  Maria Magdalena, maka kita juga bersaksi dan memberitakan:   “Aku telah melihat Tuhan.” Selamat Paskah.   Tuhan memberkati  ibu , bapa dan saudara serta keluarga.

Doa. :     ”Tuhan kiranya tingkah-laku, aktivitas dan pekerjaan serta pelayananku menyaksikan kebangkitan dan kehidupanMu.” Amin.

Pdt. Hosea sudarna

07 Apr 2012 ,written by Nikimaserika
 

Di Minggu Palma (Renungan WG 01 Maret 2012)

Di Minggu Palma


Bak pemimpin politik, Yesus memasuki kota Yerusalem. Orang-orang pun berhamburan keluar. Mereka mengambil daun-daun palem dan pergi menyongsong Dia sambil berseru: ”Hosana!”
Hosana merupakan aliterasi dari bahasa Ibrani yang berarti berilah keselamatan. Keselamatan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perihal (keadaan) selamat; kesejahteraan; kebahagiaan. Selamat, slamet, salam, semua berakar dari syalom. Dan itulah sesungguhnya yang ditawarkan Yesus. Dia sanggup memberikannya karena Dia Juruselamat!
Caranya unik: yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Fil 2:6-8).
Keselamatan terjadi ketika Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankannya. Persoalan terbesar manusia yang membuatnya jauh dari rasa selamat atau sejahtera ialah karena mati-matian mempertahankan hak!
Keselamatan terjadi ketika Yesus mengosongkan diri! Pada kenyataannya, rasa damai akan mengalir dalam diri ketika kita berupaya untuk mengosongkan diri dan bukan memenuhi diri dengan segala sesuatu.
Keselamatan itu terjadi ketika Yesus taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Dan ketaatan itulah yang dinubuatkan Yesaya (Yes. 50:4-9a). Dan jika pada Minggu Palma ini kita berteriak sebagaimana orang-orang yang di Yerusalem waktu itu—Berilah Keselamatan; maka kita hanya akan mendapatkannya kalau belajar untuk menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus (Fil 2:5).

Yoel M. Indrasmoro

31 Mar 2012 ,written by Nikimaserika
 


Page 14 of 29