Khotbah

  • Bacaan Alkitab
  • Latihan
  • Jadwal

 

 

BACAAN ALKITAB 
Tgl. 4-10 April 2011

 

Senin,  4 April   2011

Yeremia 16:10-21; Mazmur 89:19-52;
Roma 7:1-12; Yohanes 6:1-15
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"   (Roma 7:7)

Selasa, 5 April 2011

Yeremia 17:19-27; Mazmur 94:1-17;
Roma 7:13-25; Yohanes 6:16-27
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."   (Yohanes 6:27)

Rabu,  6 April  2011

Yeremia 18:1-11; Mazmur 119:121-144;
Roma 8:1-11; Yohanes 6:28-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yoh. 6:37)

Kamis,  7 April 2011

Yeremia 22:13-23; Mazmur 73:1-12;
Roma 8:12-27; Yohanes 6:41-51
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."(Yohanes 6:41)

Jumat,  8 April 2011

Yeremia 23:1-8; Mazmur 107:1-16;
Roma 8:28-39; Yohanes 6:52-59
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.   (Yohanes 6:57)

Sabtu,  9 April 2011

Yeremia 23:9-15; Mazmur 33:6-22; 
Roma 9:1-18; Yohanes 6:60-71
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.   (Yohanes 6:63)

Minggu,  10  April  2011

Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130;
Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"(Yohanes 11:40

 

  1. Karawitan Sekar Pamuji, setiap hari Senin Pk. 19.00 WIB  di GKJ Jakarta
  2. Paduan Suara Perumnas Klender, setiap hari Senin Pk. 19.00-21.00 di RPK Kinanthi Perumnas Klender.
  3. Paduan Suara Haleluya,  setiap hari Selasa Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  4. Paduan Suara Adiyuswa, setiap hari Rabu Pk. 10.00 s.d. 11.30 WIB di GKJ Jakarta
  5. Paduan Suara Rama A, setiap hari Rabu pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  6. Paduan Suara Ibu Sara, setiap hari Kamis pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  7. Paduan Suara Hosana Cipinang Baru, setiap hari Jumat Pk. 19.00 WIB di GKJ Jakarta
  8. TMC, setiap hari Sabtu Pk. 18.00  WIB di GKJ Jakarta
  9. Paduan suara Nafiri, setiap hari Sabtu,    Pk. 18.30 dan Minggu, Pk. 10.00   WIB di GKJ Jakarta
  10. Olah Raga (Senam Jantung Sehat, Pencegahan Kropos Tulang) diselenggarakan hari Sabtu Pk. 07.00 WIB di GKJ Jakarta
  11. Paduan suara anak, latihan setiap hari Minggu Pk. 08.30  WIB di GKJ Jakarta
  12. Paduan Gitar Serafim latihan setiap hari Minggu Pk. 09.00 WIB di GKJ Jakarta
  13. Paduan Suara Kelp. Cipinang Muara, latihan setiap hari Senin Pk. 19.00 - 20.30 WIB di Rumah Bp. Suradi P., Jl. A Cip. Muara

 

.

Jadwal Kebaktian Hari Minggu
GEDUNG GKJ JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220
JAM KEBAKTIAN RUANG
06.30 Kebaktian Anak R. Anak. Lt. 2
06.30 Kebaktian Remaja R. Rapat-2 Lt. 2
06.30 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah
09.00 Ibadah Umum Bhs. Jawa R. Ibadah
17.00 Ibadah Umum Bhs. Ind. R. Ibadah

Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia

...selengkapnya...

Renungan

Penjelasan Simbol Bulan Keluarga 2012

Penjelasan Simbol Bulan Keluarga 2012


 

Menjadi


 

Logo menggambarkan bahwa dasar dari sebuah kehidupan adalah dari
keluarganya, dimana mereka, lahir, tumbuh, belajar, dan bersosialisasi.
Peran kedua orang tua yang menjadi panutan, menjadikan anak-anak
mereka sebagai cerminan orang tua atau dapat dianalogikan seperti
kertas putih yang dilukis menjadi sebuah karya, lewat goresan kedua
orangtuanya. Setiap keluarga bernaung pada sebuah atap, dimana
digambarkan dengan rumah dan lingkungannya sebagai core yang
mempengaruhi setiap pembentukan seorang individu. Dari kedua
hal ini jelas bahwa dalam mewujudkan manusia Kristen yang hidup
jujur, harus ditanamkan sedini mungkin, diawali dan didasari dengan
kejujuran, dan semuanya disempurnakan dengan rumah iman percaya
yang kokoh, dan iman takut akan Tuhan sebagai gerbang atau kunci
menuju hidup yang jujur. Dari kedua logo ini menggambarkan, bahwa
apa yang terucap selalu didasari oleh hati dan pikiran, dimana
keduanya selalu harus ditujukan keatas, kepada sang pencipta
digambarkan dengan kepala yang meruncing keatas. Sehingga, dasar
yang sudah ditanamkan didalam rumah akan terbawa ketika kita
keluar rumah dan menyebarkan kejujuran dan kasih pada tiap elemen
hidup dan kehidupan kita. Kejujuran sendiri identik dengan warna
hitam dan putih. Maka, ketika keluarga Kristen memiliki pondasi
rumah iman yang kokoh, tidak ada alasan lagi untuk tidak hidup jujur.
Tetaplah hidup jujur!

 

 

16 Oct 2012 ,written by Siswanto S.N.
 

KEJUJURAN SEMU DAN SEJATI

 

KEJUJURAN SEMU DAN SEJATI

Sebuah refleksi terhadap tema kejujuran dalam bulan keluarga

Oleh : Pnt. Maryono

 

Perhatikanlah kalimat yang diucapkan seorang politikus yang mengkritisi koleganya : Apa yang diucapkan tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. Dalam dunia sekuler sering kita dengar janji politik seorang calon Presiden, Gubernur atau Walikota/Bupati didemo karena apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan kenyataan setelah mereka menjadi Pejabat. Masyarakat menuntut karena mereka tidak jujur kepada masyarakat pemilihnya. Tapi Pejabat yang bersangkutan tidak peduli akan janjinya, bahkan mereka bisa berkilah karena kebohongan soal biasa. Ini bentuk pemanfaatan “karakter kejujuran” yang di ekspresikan dalam ucapan yang tidak pernah dinyatakan. Ini adalah kejujuran semu yang dimanfaatkan untuk menipu. Kejujuran hanya sebuah topeng untuk menutupi kepalsuan. Didunia Gangster yang kita lihat dalam Film televisi, kesepakatan sebuah kejahatan bila dilanggar anggotanya bisa disebut tidak jujur, pengkhianatan dan berujung pembunuhan. Sungguh kata “kejujuran” dalam contoh ini menjadi semu maknanya. Kejujuran yang didasarkan kebenaran diri sendiri atau kelompoknya bukan kebenaran dalam Tuhan.

Arti kujuran dalam konteks karakter manusia ada berbagai makna. Kejujuran berasal dari kata jujur yang berarti lurus hati; tidak berbohong; tidak curang; tulus; ikhlas. Sedangkan kejujuran berarti sifat (keadaan) jujur; ketulusan (hati); kelurusan hati (pusatbahasa.diknas.go.id). Dalam kamus bahasa Inggris disebut honest yang berarti respectable, decent, of neat appearance, free from fraud. Encyclopedia Wikipedia: “Jujur adalah sikap moral (dalam perkataan maupun perbuatan) yang mengandung atribut berharga berupa kebenaran, integritas, kesatuan antara tindakan luar dan hati, dan sikap lurus yang berarti juga absennya kebohongan, penipuan, dan pencurian. Menurut pendapat saya, kejujuran bukanlah sikap moral yang bersifat temporer, kadang muncul kadang tidak. Tetpi secara konsiten menjadi perilaku atau gaya hidup seseorang. Kebohongan hanya mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan peristiwa atau keadaan sebenarnya. Peristiwa itu bisa kemarin atau yang sedang terjadi, tetapi kebohongan tentang keadaan masa depan hanyalah ramalan. Kejujuran adalah masa lalu, sekarang dan konsisten dimasa depan.

Didalam Alkitab, ada perintah firman Tuhan, antara lain : Jika ya hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak” (Yak 5:12). Itu sebabnya, kejujuran adalah sesuatu karakter yang utuh. Apa yang diucapkan susuai dengan apa yang dilakukakan, tidak tersisip unsur manipulasi sikap dalam bentuk kebohongan atau dusta. Sehingga kita dilarang saling mendustai : Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggallkan manusia lama serta kelakuannya (Kol 3:9). Dalam ajaran firman Tuhan juga mengungkapkan bahwa Kejujuran datang dari hati yang takut akan Tuhan (Ams 14:2). Kita lihat, contoh Ayub, seorang yang baik budi, ia mengalami musibah hebat. Ia kehilangan semua anaknya dan segala harta bendanya, lalu dihinggapi penyakit kulit yang menjijikan. Ditengah penderitaanya ia tetap setia dan tidak pernah menyimpang dari jalan yang ditentukan-Nya. Ayub jujur kepada Tuhan, mengakui kebijaksanaan dan keagungan Allah dalam rencana hidupnya. Kata Ayub : “Aku dilahirkan tanpa apa-apa, dan aku akan mati tanpa apa-apa juga. Tuhan telah memberikan dan Tuhan pula telah mengambil. Terpujilah nama-Nya “ . Inilah kejujuran sejati dihadapan Tuhan, kejujuran yang sangat konsisten walaupun ditengah badai cobaan yang diijinkan Tuhan. Berbeda dengan pemuda yang akan mengikut Yesus (Mark : 10 : 17-31), disyaratkan jual harta bendanya. Pemuda itu kabur oleh karena terikat dengan hartanya, ia tidak menyadari bahwa segala harta benda yang diperolehnya semata-mata oleh kebijaksanaan Allah. Pemuda itu tidak jujur dihadapan Allah.

Narasi diatas, menunjukan garis di Alkitab sangat jelas, makna kejujuran adalah sebuah pengakuan dalam iman bahwa anugerah keselamatan berasal dari pengorbanan Yesus dan berkat kekayaan semata-mata oleh karena didasarkan hikmat dan kebijaksanaan Tuhan. Berbeda dengan pemahaman sekuler yang diarahkan untuk kepentingan diri sendiri ,padahal segala kesalehan kita seperti kain kotor di hadapan Tuhan (Yes 64:6).

Cobalah direnungkan, ketika Gereja memerlukan pelayan untuk melayani Kristus, orang jawab belum siap dengan alasan kesibukan kerja, tidak ada waktu dan sebagainya. Apakah mereka jujur dihadapan Tuhan, dan apakah dapat dikatakan mereka jujur kepada diri sendiri . Ya, mereka jujur kepada diri sendiri seperti pemuda yang meninggalkan Kristus. Jujur untuk kepentingan sendiri, jujur dalam tataran konsep duniawi. Pemuda itu sangat memahami pengajaran Tuhan dan mungkin sangat fasih membaca dan mengucapkan : Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapanMu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir.( Mzm 119:112), tetapi sebatas pengetahuan pikiran tidak masuk dalam hati. Jujur pada diri sendiri dan sesama adalah kejujuran semu bila hati manusia sebagai pusat sinergi intelektual, emosi dan tindakan tidak pernah jujur dihadapan Tuhan. Ini adalah perjuangan yang memerlukan bantuan kekuatan yang sangat besar yakni Tuhan.

Tuhan mampukanlah kami untuk bersikap jujur dihadapan-Mu.

15 Oct 2012 ,written by Siswanto S.N.
 

ADAKAH SORGA DIRUMAH KITA ?

ADAKAH SORGA DI RUMAH KITA?

oleh : Pnt. Maryono


      
     Pada saat menghadiri upacara pernikahan kita selalu mengucapkan selamat berbahagia sampai kakek – nenek ; Selamat menempuh hidup baru semoga sukses, dan ucapan lain yang manis dan enak didengar. Pernah saya membaca ada seorang mengucapkan kepada pengantin demikian : Selamat merajut cinta kasih anda dalam penderitaan. Penderitaan ? Kemudian saya teringat pernyataan aneh juga : Apabila ingin melihat sorga atau neraka, kawinlah ! Apa memang Lembaga perkawinan merupakan bayangan Sorga dan Neraka, tentunya tidak demikian. Mungkin yang dimaksudkan adalah antara suasana bahagia penuh harapan dan pergumulan, pertengkaran terjadi silih berganti.

       Kalau kita cermati dalam pengalaman hidup kita sebagai suami isteri , ada tahapan yang lazim ditemui di pasangan suami istri dalam hidup berumah tangga . Konon, awalnya suami banyak janji, isteri setia mendengarkan ; Pada periode berikut, saat tuntutan keluarga meningkat giliran isteri mengeluh dan banyak membicarakan belanja tidk cukup, sementara suami diam mendengarkan. Tahap puncak, suami dan isteri sama-sama bicara, dengan berbagai masalah dapur, anak sampai orang ketiga, akhirnya saling menyalahkan. Siapa yang mendengarkan? Anak dan tetangganya. Bahkan faktanya perjalanan hidup suami isteri diakhiri dengan perceraian yang menghanguskan harapan bagi keluarga mereka. Pertanyaannya : Apakah ada Sorga di rumah mereka ?

       Pemazmur menuturkan pesan Tuhan yang sangat indah : Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya ( Maz 127 : 1 a). Kata ‘rumah’ dalam ayat ini seringkali ditafsirkan sebagai ‘rumah tangga’. Tradisi Yahudi sendiri cenderung menafsirkannya sebagai ‘rumah TUHAN’. Sementara itu, Septuaginta, Alkitab terjemahan bahasa Yunani, memakai kata oikon (dari oikos) untuk ‘rumah’. Ayat ini sangat jelas menegaskan bahwa Rumah yang diartikan Bait Allah ; Rumah biasa; atau satuan Keluarga adalah sebuah bangunan yang bukan hasil rancangan kemampuan manusia tetapi rancangan Allah. Rumah harus dibangun sesuai pola Allah, paling tidak memenuhi beberapa criteria sesuai firman Tuhan :

1. Tempat kudus, Kel 25 : 8-9 : Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam ditengah-tengah mereka. Tuhan diam di Kemah Suci yang kudus sesuai contoh yang ditunjukan oleh-Nya. Tuhan menghendaki keluarga kita adalah keluarga yang kudus, tidak tercela dihadapan Tuhan agar Ia diam dan tinggal didalam rumah kita. Kekudusan itu bukan bahan jadi. Orang Kristen harus berusaha terus menerus untuk hidup semakin sesuai kehendak Allah yang menjadi pemiliknya. Didalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh ( Ef 2:22)

2. Tempat hukum Allah . Kel 38 :21 Kemah Suci tempat hukum Allah. Demikian pula Rumah kita adalah tempat hukum Allah bekerja atau sebagai pijakan dalam menempuh kehidupan agar setiap langkah kehidupan sejalan dengan kebenaran firman Tuhan bukan kebenaran sendiri apapun alasannya. Orang hidup sebagai keluarga Allah adalah tiang penopang dan dasar kebenaran.

3. Tempat Persembahan. Tempat ritual untuk mempersiapkan persembahan yang berkenan kepada Tuhan. Maksud persembahan diatas mezbah (Kej 8:20) dalam PL dan persembahan di PB ( Rm 12:1) , inti sebenarnya sama yaitu yaitu sikap rohani yang bercirikan penyesalan, pertobatan dan penyerahan diri

4. Tempat penebusan dimana keluarga tempat memberi diri untuk di baptis. Kemah Allah ada ditengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama mereka. Ia akan menghapus air mata kita ; tidak ada lagi perkabungan, duka cita (Why 21 3-5).

       Ada banyak hal yang dapat diungkap dari firman Tuhan tentang pola keluarga yang dikehendaki Allah. Dari sebagian pola tersebut diatas, cobalah jawab pernyataan Paulus : Sudahkan engkau tahu orang harus hidup sebagai keluarga Allah ( 1 Tim 3:15 ). Benarkah Keluarga , rumah atau Gereja kita sudah menjadi tempat yang kudus, tempat praktek kehidupan berjemaat sesuai firman Tuhan, tempat mempersembahkan tubuh dan jiwa dan tempat penebusan didalam Kristus didalam seluruh keluarga kita ?

       Adalah jawaban yang jujur bahwa Gereja kita,rumah kita, keluarga kita masih berjuang untuk memenuhi standart sesuai pola yang dikehendaki Allah. Bahkan kita memerlukan kekuatan yang besar untuk membangunnya. Sekali lagi pemazmur mengingatkan, kekuatan besar itu : “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.”

Tuhan memberkati.

 

   
      
     

02 Oct 2012 ,written by Siswanto S.N.
 

Hati terpikat dan terjerat

  

HATI TERPIKAT DAN TERJERAT

oleh: Pnt. Yon Maryono

  

       Wanita mana yang hatinya tidak suka dengan kata-kata rayuan? Pernyataan itu tidak hanya relevan jaman sekarang, tetapi pada awal mula penciptaan, perempuan telah terpikat rayuan ular untuk makan buah pohon pengetahuan yang dilarang Tuhan. Demikianlah perintah Tuhan kepada manusia : Semua pohon dalam Taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahatitu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya pastilah engkau mati. Hal ini bermakna, kebebasan itu dengan syarat, manusia harus menahan diri dari apa yang sudah ditetapkan Allah agar tidak dilakukan manusia (Kej 2:15-17). Ternyata, manusia tidak peduli terhadap perintah Tuhan. Sosok Ular, sebagai figure iblis memikat manusia, untuk memanjakan keinginan dirinya, sehingga manusia menolak bergantung pada Sang Pencipta.  Tanggung jawab kesalahan atas pilihan itu bukan terutama pada ular melainkan pada diri manusia itu sendiri sehingga merusak keharmonisan hubungan antara manusia dan Allah. Itulah yang terjadi dalam diri manusia sehingga jatuh dalam dosa. Akibatnya, Tuhan menghalau mereka dalam kehidupan yang harus dihadapi dengan susah payah, manusia keluar dari hadirat Tuhan. Murid Yesus, seperti Yudaspun  terpikat dan tidak dapat lepas dari pengaruh Iblis. Pengaruh itu ada sejak mula, jaman Kristus bahkan sampai sekarang atau akhir jaman. Mengapa ? Firman Tuhan :  Aku (Tuhan) akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini antara keturunanmu dan keturunannya (Kej.3:15).

       Dengan jujur renungkanlah, adakah perbuatan ini selalu kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti : pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan , perzinahan, keserakahan, kejahatan , kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan (Mark 7:21-22).  Yakobus menuliskan : Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran! Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan (Yakobus 3:14-15). Oleh karena itu : Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata : Percobaan ini datang dari Allah . Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut (Yakobus 1 :13-15).

 

       Karakter jahat atau kegelapan itu sudah menguasai manusia, sehingga manusia tidak dapat lagi mengenali atau mencari kebenaran atas usahanya sendiri..Paulus menuliskan : Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik (Roma 7:18). Jika kita telah memahami hal ini maka dengan sendirinya kita mengetahui bahwa tanpa Anugerah dari Allah maka manusia tidak akan pernah bisa kembali kepada Kebenaran yang sesungguhnya Sehingga  apa yang dipilih manusia tidak berpusat lagi kepada Allah.

 

Jagalah hati 

      Dalam psikologi,  ego manusia terkait dengan badan, otak, dan hati. Jika badan diasosiasikan dengan eksistensi fisik, otak dengan pikiran, hati dengan intelektual, maka  Intelektual dalam hal ini sangat penting karena otak dan badan di bawah kendali dan berasal dari intelektual. Intelektual adalah pusat manusia (the centre of human being), yang bersemayam di dalam hati . Dalam ilmu psikologi Kualifikasi intelektual harus didampingi dengan kualifikasi moral. Jika tidak didampingi spiritual, intelektual tidak akan berfungsi. Secara psikologis,. Intelektualitas menjadi spiritualitas ketika manusia sepenuhnya hidup di dalam kebenaran

       Alkibab adalah sumber segala pengetahuan. Oleh karena itu, narasi dalam Psikologi sudah sepenuhnya tertuang di Alkitab. Narsi dalam Alkitab sering mengidentifikasi bahwa pusat perintah keinginan manusia tergantung dari sikap hati, atau Levav (bahasa ibrani). Kecenderungan manusia untuk bersikap atau bertindak ditentukan oleh Hati, dan dari hati cenderung selalu membuahkan kejahatan semata-mata (Kej  6:5). Hati adalah tempat berfikir (Mrk : 2:6,8) dan tempat perasaan ( Luk : 24 :32). Demikian pula, dosa timbul dari hati dan pikiran ; sebab dari dalam, dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan , perzinahan, keserakahan, kejahatan , kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan (Mark 7:21-22)..  Oleh karena itu, hati inilah yang dipengaruhi iblis, sehingga  liciknya hati, lebih licik dari segala sesuatu (Yer 17:9). Dalam Alkitab, hakekat hati manusia dimanifestasikan dengan segala sifat, jasmani, intelektual, dan jiwa sebagai suatu kesatuan,  sehingga hati adalah sebuah sinergi antara jiwa, akal budi dan kekuatan

 

      Oleh karena itu, sejak kita belajar dan mengetahui kebenaran firman Tuhan, tetapi kita memberi waktu diskusi dengan diri sendiri untuk mempertimbangkan melakukan atau tidak melakukan kebenaran itu, saat itulah iblis masuk dalam hati kita untuk memutar balikan kebenaran firman Tuhan. Hati  menjadi tujuan utama yang diserang iblis. Hati juga menjadi tujuan utama yang dibentuk Tuhan. Tuhan menyelidiki hati, menguji batin dan menjadikannya hati kita bersih melalui penyerahan diri dan ketaatan kita sebagai pelaku kebenaran firman Tuhan. Jagalah hati, jangan sampai terpikat dan terjerat rayuan iblis. Percayalah  janji Tuhan : orang yang suci hatinya akan melihat Allah, dan dapat memahami kasih Allah ( Mat :5 :8 ; Ef : 3 :17). 

Tuhan memberkati

 

 

24 Sep 2012 ,written by Siswanto S.N.
 

PERSEMBAHAN SULUNG

PERSEMBAHAN SULUNG

Oleh : Pnt. Yon Maryono

 

Pada saat kita menghadiri Ibadah peneguhan dan pemberkatan nikah di Gereja, sering kita dengar petugas pembawa doa persembahan memberikan kesempatan pertama kepada Pengantin untuk memberikan persembahan, yang disebut persembahan sulung, di kotak khusus yang telah disiapkan. Dalam Perjanjian Lama, dasar-dasar teologis mengenai persembahan sulung antara lain dapat dibaca dalam Kejadian 4:3-4, dimana Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya ( bek-o-raw', bek-o-raw'  the firstling of man or beast; abstractly primogeniture: - birthright, firstborn (-ling).  Imamat 23:9-11, orang Israel membawa seberkas hasil pertama dari tuaian, dimana kata seberkas suatu indikasi tidak seluruhnya.  demikian juga dalam Ulangan 26:1-11, orang Israil membawa hasil pertama dari bumi yang telah diberikan Tuhan kepada mereka. Lebih luas,  dalam Amsal 3:9 tertulis muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu.

Bentuk persembahan Sulung  dalam Perjanjian Lama meliputi : Persembahan korban hewan seperti anak domba sulung, hasil pertama pertanian, dan hasil pertama dari segala penghasilan. Tetapi, juga ada indikasi jumlah persembahan sulung “seberkas” dapat diartikan bukan seluruhnya. Dalam konteks ini, segala bentuk dan jumlah bukan masalah sebenarnya,  tetapi peristiwa yang mendasari atas persembahan tersebut adalah sangat penting, yaitu :

1.    Persembahan sulung menjadi simbol hasil terbaik sebagai tanda pengucapan syukur atas

pertolongan Tuhan.

2.    Pengakuan iman dengan segenap hati

3.    Mengakui Tuhan dalam segala hal  dan bergantung sepenuhnya pada Tuhan

4.    Memuliakan Tuhan dengan harta

Karena landasan persembahan itulah, penilaian manusia sangat berbeda dengan penilaian Tuhan. Contoh kain yang persembahannya tidak berkenan kepada Allah dan Habel berkenan kepada Allah karena dasar, karakter dan sifat persembahan kepada Tuhan tergantung sikap hati. Dan Tuhan menaruh hormat kepada Habel  atas korban persembahannya itu, - tetapi tidak kepada Kain. Persembahan Habel didasarkan rasa syukur atas rahmat-Nya, dan diikuti dengan ketaatan kepada kehendak-Nya

Cara hidup seperti inilah yang dikehendaki Tuhan bagi orang Israil, yang mencerminkan ketergantungan manusia kepada Tuhan, Sang Sumber Kehidupan. Allah menghendaki agar mereka menjadi umat yang selalu mengingat pertolongan Tuhan dan sadar untuk mengucap syukur.  Karena Ia senantiasa mengasihi dan setia menjaga serta memelihara umat-Nya.

Pada saat Gereja memberikan kesempatan Persembahan sulung hanya pada saat pemberkatan dan peneguhan nikah gerejawi, maka terkesan persembahan ini sebagai persembahan sukarela. Akan lebih tidak bermakna apabila memasukan di kotak persembahan tanpa sikap hati yang jelas kepada Tuhan.  Tuhan tidak melihat nilainya tetapi Tuhan melihat sikap hati. Persembahan kepada Tuhan harus dipandang sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas segala kebaikan dan pimpinan-Nya dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, segala bentuk persembahan berapapun besar nilainya apabila tidak didasari iman percaya kepada Tuhan, melalui penyerahan total rencana kehidupan tergantung kepada-Nya, dorongan ungkapan rasa syukur dengan sepenuh hati atas anugerah-Nya, maka timbul pertanyaan : Apakah tangan-tangan yang terulur menyerahkan persembahan itu,  mempersembahkan yang terbaik yang berkenan bagi Allah ?



PERBUATAN MURAH HATI PERLU LATIHAN.

Murah hati, Kemurah hatian , Kemurahan hati, Kemurahan hanyalah sebuah kata atau kata majemuk yang tidak berarti kalau hanya disebut dan diuraikan maknanya dalam Kamus Bahasa.  Kemurahan, bahasa Yunani: chrestotes, bahasa Latin: benignitas, bahasa Inggris: kindness, benignity artinya  perbuatan baik yang nyata, kelembutan dalam berlaku terhadap sesama dan  bersikap penuh rahmat. Alkitab menulis  kata terkait  murah hati ini cukup sering, seperti  dalam kitab Rut 2:2,  Nehemia 2:8 ; Yeremia 3:12 ; Mazmur 30:5 (30-6); Matius 5:7;  Matius 20:15 ; Lukas 6:36 ; Yakobus 1:5 ; 1 Korintus 13:4. Penulisan murah hati dalam Alkitab  intinya perbuatan  murah hati dilakukan oleh Tuhan dan maunusia, Lukas 6:36 menuliskan : Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.
Pesan alkitab sangat jelas, ada beberapa perbuatan, sikap yang mencerminkan  murah hati yang terakumulasi dalam sebuah tindakan nyata , yaitu :
·    Murah hati  tak berdiam diri saat melihat orang yang membutuhkan.
·  Murah hati berarti mau terlibat dalam penderitaan orang lain karena tak kuasa meninggalkannya.  
·   Murah hati itu  kesediaan untuk menerima dan memaafkan dan memulai dengan sebuah relasi yang baru dengan tidak memperhatikan latar belakang  yang dibayangi dendam, sakit hati atau luka batin lainnya. Inilah yang dimaknai bahwa murah hati selalu ada unsur pengampunan
·    Murah hati  adalah kasih yang ditunjukan dalam perbuatan
·    Murah hati tindakan tulus, tidak mengungkit-ungkit atas tindakan yang telah dilakukan untuk kepentingan sesama.
·    Murah hati adalah tindakan yang tidak didasari perbedaan ras, suku, agama bahkan politik atau kepentingan pribadi lainnya
·    Murah hati adalah respos atas anugerah keselamatan dari Tuhan
Pada saat orang Kristen setiap hari baca Alkitab, pergi ke Gereja , dan  berdoa tetapi tidak peduli terhadap orang yang membutuhkan disekitarnya, yakni  uluran kasih, pengharapan dan kebenaran Firman Allah,  Apakah mereka  Pelaku kebenaran firman Tuhan dalam perbuatan murah hati seperti teteladan Kristus  ? Jawabanya : mereka termasuk saya bukan pelaku kebenaran firman Tuhan. Kita mengenal Allah tetapi  tidak menuruti perintahnya. Kita telah berbuat  dosa, Ini jawaban yang jujur. Namun, jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa yaitu Yesus Kristus yang adil, Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita.  Selanjutnya : Barang siapa mengatakan bahwa ia ada didalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup  ( bdk  1 Yohanes 2 ayat 1).
Anda dan saya wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Paulus selalu mengibaratkan dirinya seorang atlit oleh raga yang harus selalu berlatih. Wajib hidup seperti Kristus diperlukan latihan yang terus menerus, demikian pula perbuatan murah hati. Kita mungkin tak punya banyak uang, tetapi kita dapat memberi diri kita dalam tenaga, pikiran, waktu dan hal-hal lainnya yang dapat meringankan beban penderitaan sesama. Selamat berlatih, Tuhan memberkati.

18 Sep 2012 ,written by Siswanto S.N.
 


Page 3 of 5