

.

| Jadwal Kebaktian Hari Minggu | ||
| GEDUNG GKJ JAKARTA | ||
| Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220 |
||
| JAM | KEBAKTIAN | RUANG |
| 06.30 | Kebaktian Anak | R. Anak. Lt. 2 |
| 06.30 | Kebaktian Remaja | R. Rapat-2 Lt. 2 |
| 06.30 | Ibadah Umum Bhs. Ind. | R. Ibadah |
| 09.00 | Ibadah Umum Bhs. Jawa | R. Ibadah |
| 17.00 | Ibadah Umum Bhs. Ind. | R. Ibadah |
Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia
“Apa liat-liat!” seorang bapak A di sebuah bus tiba-tiba bersuara dengan nada tinggi sambil melotot ke seorang bapak B di sebelahnya.
“Maaf, sepertinya saya mengenal anda. Sekolah SMA di kota Yogya ya? Tono ya?” sahut bapak B, yang sejak tadi memperhatikan bapak A, dengan suara ramah dan bersahabat.
“Loh anda siapa? Iya saya Tono.” Jawab bapak A dengan nada suara menurun dan agak tersipu malu karena sikap sebelumnya.
Sebuah mobil tiba-tiba nyelonong masuk meski lampu sudah menunjukkan merah, sehingga ia menabrak mobil yang datang dari arah kanan, yang sudah lampu hijau. Kedua mobil tersebut menepi dan berhanti. Turun seorang ibu dari mobil yang ditabrak dan sekolah pemuda dengan seragam SMU dari mobil yang menabrak.
“Kenapa bisa nabrak?” tanya si ibu.
“Maaf tante, saya yang salah, saya mau cepat-cepat” jawab anak muda itu.
“Lalu bagaimana urusannya?” kembali ibu itu bertanya.
“Saya akan ganti biaya perbaikannya. Kita ke bengkel saja sekarang.” jawab anak muda.
Dari kedua kisah di atas, sikap mana dalam kehidupan kita yang lebih sering kita lakukan? Mudah tersinggung dan marah ataukah bisa menguasai kemarahan dengan kesabaran dan keramahan? Marilah kita lihat sikap tokoh-tokoh dalam Alkitab dari perenungan Minggu ini.
Raja Israel langsung mengoyakkan pakaiannya ketika menerima surat dari Raja Aram karena salah mengerti. Namaan, seorang panglima perang, yang terpandang dan sangat disayangi Raja Aram, menjadi gusar dan bersungut-sungut, karena nabi Elisa hanya memerintahkan pesuruhnya untuk mengatakan agar Namaan mandi di sungai Yordan.
Berbeda dengan sikap Yesus, ketika seorang penyakit kusta berkata: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku”. Perkataan tersebut bisa disalah-pahami, sebagai sebuah perkataan yang menantang kemampuan Yesus dan bisa saja membuat Yesus tersinggung dan marah. Tetapi Yesus memahami maksud perkataan tersebut, yang justru merupakan sikap merendahkan diri. Untuk itulah Yesus tergerak hati-Nya oleh belas kasihan dan menyembuhkannya. Namun sayang, ia tidak dapat menguasai diri dari rasa bahagianya, untuk tidak mengatakan peristiwa penyembuhan itu kepada siapa pun. Akibatnya, Yesus tidak dapat terang-terangan masuk ke dalam kota.
Penguasaan diri, bukan hanya dari perasaan marah tetapi juga perasaan bahagia, tidak mudah untuk kita lakukan dalam kehidupan kita. Seseorang berdoa: “Tuhan, berikanlah aku kesabaran” dan Tuhan menjawab: “Tidak, kesabaran bukanlah sebuah hadiah yang diberikan dengan cuma-Cuma. Tetapi kamu harus menghadapi dan belajar dari setiap pengalaman hidupmu, maka engkau akan mendapatkan kesabaran.”
Pdt. Neny Suprihartati, M.Th.