

.

| Jadwal Kebaktian Hari Minggu | ||
| GEDUNG GKJ JAKARTA | ||
| Jl. Balai Pustaka Timur No. 1 Rawamangun, JAKARTA 13220 |
||
| JAM | KEBAKTIAN | RUANG |
| 06.30 | Kebaktian Anak | R. Anak. Lt. 2 |
| 06.30 | Kebaktian Remaja | R. Rapat-2 Lt. 2 |
| 06.30 | Ibadah Umum Bhs. Ind. | R. Ibadah |
| 09.00 | Ibadah Umum Bhs. Jawa | R. Ibadah |
| 17.00 | Ibadah Umum Bhs. Ind. | R. Ibadah |
Jadwal Kebaktian:
KELOMPOK CCKS
Jl. Cempaka Baru VIII No. 12 Jakarta Pusat
SETIAP MINGGU ke-2 dan ke-4 Pukul 17.00,
Berbahasa Indonesia
Dalam Perjanjian Lama, kata “bait” diartikan Keluarga dapat berarti luas. Anggota suku yang digambarkan dalam bentuk kerucut dengan Bapak Leluhur sebagai pendirinya. Misyapakha diartikan “kaum” merupakan bagian yang lebih kecil dibawah kerucut. Kekuatan hubungan diantara mereka ditentukan dari perasaan sedarah dan kesatuan tempat tinggal dengan aturan adat dan hukumnya. Allah adalah pendiri keluarga. Ia membentuknya pada waktu menciptakan laki-laki dan perempuan dan memerintahkan mereka untuk beranak cucu (Kej 1 :27-28). Sebagai pendiri keluarga, Allah mempunyai hak atas sebuah keluarga untuk tinggal didalam bait-Nya.
Dalam Perjanjian Baru kata Yunani “Patria” diartikan keluarga, tapi dalam Kis 3:25 kata Patria diterjemahkan bangsa. Di kota-kota Yunani, peranan keluarga atau rumah tangga (Oikos) sangat menonjol dalam pendirian Gereja, seperti orang pertama non Yahudi (gentile) yang masuk warga Gereja adalah seluruh keluarga Kornelius di Kaisarea, termasuk para pelayan rumah tangganya (Kis 10: 7 ; 24). Selanjutnya banyak contoh-contoh : Keluarga Lidia (Kis 16:15, 31-34), keluarga Stevanus di korintus ( 1 Kor 16:150 , Keluarga Priskila dan Akwila di Efesus (1 Kor 16:19 , Rm 16:5 ) dan sebagainya. Kumpulan Keluarga-keluarga itu dipandang oleh Paulus sebagai jemaat, contohnya ketika Gayus yang memberi tumpangan kepada Paulus dan seluruh jemaat ( Rm 16:23). Jemaat-jemaat itu telah digambarkan sebagai anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun rapi, tersusun menjadi bait Allah yang kudus. Mereka juga menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh (Ef 2:19-21).
Pengenalan Allah dalam keluarga
Dalam Ulangan 6:5, perintah yang sekaligus sebagai tugas Allah yang diberikan kepada orang Israel intinya adalah : “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu “. Hal ini bermakna, keluarga dibentuk oleh Allah untuk mengasihi Allah. Allah yang harus disembah dan tidak ingin diduakan (ay. 13-15). Allah yang Mahakuasa dan berdaulat atas bangsa-bangsa (ay. 21-22). Allah yang aktif bertindak menyelamatkan umat-Nya (ay. 21-23). Pengertian tentang Allah sebagamana perintah tersebut, seharus dipahami dan dilaksanakan oleh setiap keluarga dan anggotanya dengan setia ( ay 3).
Dalam ayat berikutnya :“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkan kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk dirumahmu (ay 6-7). Perintah kepada siapa ?, perintah Allah kepada para orang tua Israel melalui Musa, juga perintah kepada kita semua selaku orang tua. Perintah mengajarkan kepada anak-anak tidak hanya sebatas kata-kata atau ketaatan formal seperti ibadah minggu saja, tetapi seluruh situasi praktis dalam perilaku sehari-hari. Para orang tua yang benar benar mengasihi Allah serta menaati firman-Nya dalam hidup sehari-hari, barulah mampu mewariskan pengenalan akan Allah dan firman-Nya itu kepada anak cucu mereka. Keluarga-keluarga inilah yang diharapkan Paulus berkumpul dalam kesatuan jemaat yang kudus.
Rasul Paulus menyisakan pertanyaan kepada kita : Seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah ? (1 Tim 3 :4-5)